Bola / Bola Dunia
Senin, 02 Maret 2026 | 11:21 WIB
Timnas Iran (tangkapan X)
Baca 10 detik
  • Iran berpeluang mundur dari Piala Dunia 2026 akibat serangan udara Amerika Serikat di Teheran.

  • Donald Trump mengonfirmasi kematian Ayatollah Khamenei yang memicu ketegangan diplomatik antara kedua negara.

  • FIFA mempertimbangkan Uni Emirat Arab sebagai pengganti Iran di Grup G jika resmi mundur.

Suara.com - Situasi geopolitik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat berpotensi mengguncang panggung sepak bola dunia. Tim Nasional Iran dikabarkan membuka opsi mundur dari putaran final Piala Dunia 2026 menyusul eskalasi konflik militer yang terjadi di dalam negeri mereka.

Perang memuncak setelah serangan udara menghantam ibu kota Teheran dan sejumlah kota besar lainnya pada Sabtu (28/2). Serangan tersebut terjadi setelah negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat kembali mengalami kebuntuan.

Ketegangan kian meningkat setelah laporan menyebut Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam rangkaian serangan itu.

Presiden AS, Donald Trump, bahkan mengonfirmasi kabar tersebut melalui unggahan di Truth Social dengan menyebut acara itu sebagai “keadilan bagi rakyat Iran serta dunia.”

Dampak konflik tak hanya merambah sektor politik dan militer, tetapi juga dunia olahraga. 

Amerika Serikat diketahui menjadi salah satu tuan rumah utama Piala Dunia 2026. Kondisi tersebut memunculkan dilema besar terkait komunikasi diplomatik serta jaminan keamanan bagi partisipasi Iran.

Presiden Federasi Sepakbola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, mengakui adanya kekhawatiran terkait nasib Tim Melli pada ajang empat tahunan itu.

“Dengan apa yang terjadi hari ini serta serangan oleh Amerika Serikat, sangat tidak mungkin bagi kami untuk menantikan turnamen ini,” ujar Taj dikutip dari Marca, Minggu (1/3/2026).

Meski demikian, Taj menegaskan bahwa keputusan final bukanlah berada di tangan seorang. 

Baca Juga: Timur Tengah Membara, Harga Minyak Dunia Menuju Level Tertinggi 13 Bulan

Otoritas olahraga tertinggi Iran akan menjadi penentu apakah tim tetap berangkat atau mengambil langkah mundur dari turnamen.

Secara teknis, Iran sudah tergabung di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, serta Mesir. 

Mereka dijadwalkan melakoni laga perdana menghadapi Selandia Baru di SoFi Stadium, Los Angeles, Amerika Serikat, pada 15 Juni 2026, sebelum bersua dua lawan kuat lainnya di fase grup.

Apabila Iran benar-benar mundur, FIFA akan menunjuk pengganti dari zona Asia. Uni Emirat Arab disebut sebagai kandidat paling realistis berdasarkan regulasi serta peringkat kualifikasi terbaru AFC.

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, memastikan badan sepak bola dunia itu terus memantau perkembangan situasi.

“Fokus kami adalah menyelenggarakan Piala Dunia yang aman dengan partisipasi semua tim yang memiliki kualifikasi,” tegas Grafström dalam pertemuan IFAB di Wales.

Kondisi ini menjadi ujian serius bagi FIFA dalam menjaga netralitas olahraga di tengah konflik bersenjata yang melibatkan negara peserta sekaligus tuan rumah.

Keputusan Iran nantinya tak hanya menentukan komposisi Grup G, tetapi juga berpotensi menciptakan preseden baru dalam sejarah Piala Dunia modern.

Load More