Bola / Bola Indonesia
Selasa, 03 Maret 2026 | 13:05 WIB
Borneo FC (Antara)
Baca 10 detik
  • Manajer Borneo FC Dandri Dauri memprotes larangan mendadak latihan resmi di lapangan utama JIS.

  • Dandri membandingkan pelayanan Persija di Samarinda yang lebih baik dibanding perlakuan di Jakarta.

  • Borneo FC menyindir akan membalas perlakuan tidak menyenangkan tersebut saat menjamu lawan di IKN.

Secara hukum kompetisi, memang terdapat pasal yang mengatur fleksibilitas lokasi sesi latihan resmi klub.

Pasal 35 dalam Regulasi BRI Super League menyebutkan bahwa latihan resmi tidak selalu wajib digelar di lapangan utama.

Komisaris laga memang diberikan wewenang penuh untuk melakukan pemindahan tempat jika terdapat alasan yang mendesak.

Akan tetapi, pihak Borneo FC merasa bahwa hak mereka sebagai tim tamu tidak dihargai dalam insiden ini.

“Kalau memang konotasinya memperbaiki, ya kami menyayangkan. Regulasi mungkin ada benarnya, tapi cara menyampaikannya jangan mendadak seperti itu,” tegasnya.

Setelah melalui perdebatan yang cukup alot dengan pihak panitia, Borneo FC akhirnya mendapatkan lampu hijau.

Para pemain tetap diizinkan untuk menjajal kualitas rumput stadion utama JIS demi persiapan taktik mereka.

Sesi latihan akhirnya berjalan lancar selama kurang lebih enam puluh menit di bawah pengawasan ketat ofisial.

Meskipun bisa berlatih, Dandri tetap menyayangkan surat keputusan yang baru ia baca saat berada di transportasi tim.

Baca Juga: Bojan Hodak Bungkam Usai Persib Ditahan Imbang Persebaya: Itu Saja Cukup

“Alhamdulillah akhirnya kami bisa latihan di dalam. Tetapi yang kami sesalkan adalah surat itu baru kami terima di dalam bus. Itu yang membuat kami bertanya-tanya,” kata Dandri.

Dandri kemudian menarik ingatan pada momen saat Persija Jakarta menyambangi markas mereka di Kalimantan Timur.

Ia mengklaim bahwa Borneo FC selalu memberikan pelayanan maksimal bagi setiap tamu yang datang ke Samarinda.

Semua standar regulasi dipenuhi demi menjaga sportivitas dan kenyamanan tim lawan selama berada di area stadion.

Perlakuan yang kontras ini menjadi landasan mengapa pihak manajemen merasa sangat keberatan dengan kejadian di Jakarta.

“Teman-teman Persija datang ke tempat kami, kami berikan fasilitas yang nyaman. Lampu kami nyalakan, lapangan kami siapkan sesuai regulasi. Haknya sama,” ucapnya.

Load More