-
Persib Bandung dan Persebaya Surabaya bermain imbang 2-2 di Stadion GBT Surabaya.
-
Bojan Hodak enggan berkomentar soal taktik karena kecewa terhadap kepemimpinan wasit pertandingan.
-
Persib tetap memuncaki klasemen sementara BRI Super League dengan koleksi 54 poin.
Suara.com - Pertandingan panas antara Persebaya Surabaya melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo berakhir tanpa pemenang.
Laga pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026 tersebut menyisakan drama yang cukup emosional di ruang konferensi pers.
Pelatih kepala Persib Bandung, Bojan Hodak, menunjukkan sikap yang tidak biasa di hadapan para awak media.
Sosok asal Kroasia tersebut memilih untuk membatasi komentarnya terkait jalannya pertandingan yang berlangsung pada Senin malam itu.
Situasi di lapangan nampaknya membuat sang juru taktik merasa perlu menahan diri agar tidak melanggar aturan liga.
Bojan Hodak secara terang-terangan menyatakan bahwa dirinya memiliki rasa hormat yang tinggi kepada seluruh pihak terkait.
Namun, ia merasa terhalangi oleh aturan yang membuatnya tidak bebas mengekspresikan pendapat mengenai pengadil di lapangan hijau.
"Ya, saya respek pada semuanya, saya respek pada media, termasuk semua yang ada di sini. Tetapi, saya juga tidak bisa bicara mengenai wasit, sehingga saya tidak bisa komentar mengenai jalannya pertandingan," kata Hodak saat konferensi pers usai pertandingan.
Kutipan tersebut menegaskan bahwa ada rasa kecewa yang mendalam namun tidak bisa disampaikan secara lugas oleh sang pelatih.
Baca Juga: FIBA Tunda WASL 2025/2026 Imbas Situasi Konflik di Iran
Hodak merasa bahwa jika ia tidak bisa membahas performa wasit, maka ia juga kesulitan untuk membedah strategi timnya.
Keputusan untuk tidak memberikan komentar taktis merupakan bentuk protes diam yang ditunjukkan oleh pelatih berpengalaman tersebut.
Ia menegaskan bahwa keterbatasan untuk mengkritik wasit membuat analisis pertandingan menjadi tidak lengkap dan tidak relevan.
Bojan Hodak bahkan tidak bersedia memberikan keterangan lebih lanjut mengenai pergantian pemain atau skema yang ia terapkan.
Ketegangan sempat terasa di ruang pers ketika durasi wawancara menjadi jauh lebih singkat daripada biasanya bagi tim tamu.
Hodak memilih untuk segera mengakhiri sesi tanya jawab karena merasa tidak ada hal produktif yang bisa dibahas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Jamuan Rakyat di 40 Titik Jakarta Jadi Upaya Pemerintah Dekatkan Layanan kepada Masyarakat
-
Jay Idzes Gigit Jari Saat Sassuolo Lolos Coppa Italia 2026
-
Pelatih yang Pernah Berselisih dengan Messi Semaput Kena Tempeleng Istri
-
Bukan Korban KMP Putri Yasmin, Jenazah di Pelabuhan Lembar Ternyata Buruh Bongkar Muat
-
Masjid Agung An-Nur Pare, Bangunan Modern yang Kental dengan Arsitektur Jawa
-
Panduan Rute Palembang - Singapura via Jakarta: Transit Mulus Tanpa Ribet
-
Lepas WN Malayia? Facundo Garces Dicatat sebagai Pemain Argentina oleh Deportivo Alaves
-
Korban Gempa NTT Dievakuasi via Helikopter ke Labuan Bajo
-
WNA India Produksi Emas Ilegal hingga 30 Kg Sehari, Sahroni Minta Pembeking Diusut
-
WN India Garong Emas RI 30 Kg Sehari, Sahroni Desak Polri Usut Sosok Beking di Baliknya