Bola / Bola Dunia
Selasa, 03 Maret 2026 | 21:52 WIB
Mesut Ozil saat berada di Qatar untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia 2022. [Instagram/m10_official]
Baca 10 detik
  • Mesut Ozil, setelah pensiun pada Maret 2023, menceritakan peran ibu membentuk karakter dan kariernya.
  • Ozil menekankan pentingnya berbagi kekayaan dan menjaga kepribadian meski meraih kesuksesan dan jabatan.
  • Mantan pemain Arsenal itu kini menikmati kedamaian pasca-pensiun sambil rutin mendalami ajaran Islam.

Suara.com - Apa kabar Mesut Ozil? Mantan pemain Arsenal itu sekarang sedang menikmati hidup usai pensiun sebagai pesepak bola.

Di bulan suci Ramadan 2026, Ozil dalam wawancara dengan salah satu televisi Turki yang tayang 1 Maret lalu banyak menceritakan soal kehidupan pribadinya serta peran penting sang ibu di kariernya.

Ozil enegaskan bahwa kesuksesan kariernya tidak lepas dari didikan sang ibu. Ia mengenang masa kecilnya sebagai perantau di Jerman.

“Di Jerman sebagai perantau, kami seperti ditempatkan di tempat terpisah. Di lingkungan tempat tinggal kami lebih banyak orang asing. Di tengah keberagaman itu, kami berusaha menjaga budaya dengan persatuan dan kebersamaan.” ucap Ozil seperti dilansir dari VAV TV

Bagi Ozil, peran sang ibu sangat besar untuk membentuk karakternya saat ini. San Ibu juga yang jadi penjaga bagi Ozil dan keluarga selama berada di tanah orang.

“Ibu saya selalu berkata, ‘Suatu hari ketika kamu meraih ketenaran dan jabatan, jangan pernah kehilangan kepribadianmu. Jangan menganggap uang yang kamu peroleh hanya milikmu, belajarlah berbagi. Bukan hanya kepada keluarga dan orang terdekat, tetapi juga kepada siapa pun di dunia yang membutuhkan bantuan.’”

“Orang yang membuat saya menjadi Mesut Ozil hari ini, baik secara karakter maupun karier, adalah ibu saya.”

Di momen yang sama, Ozil kembali menceritakan momen tak mengenakkan saat kecil dan tinggal di Jerman. Ozil menyebut bahwa dirinya dicap sebagai orang asing.

“Di Jerman saya dianggap orang asing, ketika datang ke Turki saya disebut perantau. Anda seperti berada di antara dua dunia.”

Baca Juga: Dubai Edisi Ramadan: Saat Burj Khalifa Jadi Saksi Dentuman Meriam dan Lumeran Kunafa

Namun, ia mengaku selalu bangga saat kembali ke Turki.

“Ketika melihat azan dan bendera Turki, kami merasa bangga.”

Di awal Ramadan 2026, Ozil sempat mengunjungi kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh. Ia mengaku tersentuh dengan kondisi para pengungsi.

“Kami pergi ke sana untuk membantu dan memberi semangat. Syukurlah saya pergi.”

Ia terkesan dengan sambutan masyarakat setempat.

“Ketika mereka tahu kami datang dari Turki, senyum di wajah mereka sangat menyentuh saya. Mereka berkata, ‘Datanglah lagi, jangan lupakan kami.’”

Load More