Bola / Bola Dunia
Rabu, 04 Maret 2026 | 03:18 WIB
Kematian tragis pesepak bola liga wanita Iran, Zahra Azadpour, mengguncang skuad sebelum bertolak ke Australia. [Instagram]
Baca 10 detik
  • Pesepak bola putri Iran, Zahra Azadpour (27), tewas tertembak saat aksi damai di Karaj pada 9 Januari sebelum Piala Asia Wanita 2026.
  • Timnas putri Iran tetap berangkat ke Australia meski Iran mengalami ketegangan politik dan serangan militer pihak asing.
  • Dalam laga pembuka Piala Asia 2026, pemain Iran memilih diam saat lagu kebangsaan dinyanyikan, kalah 0-3 dari Korea Selatan.

Perwakilan media AFC kemudian memotong sesi tersebut. “Mari kita fokus pada pertandingan,” katanya.

Pada laga pembuka melawan Korea Selatan di Gold Coast Stadium, para pemain Iran berdiri saat lagu kebangsaan diputar, namun memilih tidak menyanyikannya. Aksi diam tersebut langsung menjadi perhatian publik internasional.

Jurnalis senior Tracey Holmes menilai tim Iran menunjukkan keteguhan mental.

“Mereka jelas mengambil kekuatan dari peristiwa yang terjadi di negara mereka,” ujarnya.

Di lapangan, Iran akhirnya kalah 0-3 dari Korea Selatan. Namun mereka mampu menahan tekanan dan hanya tertinggal 0-1 di babak pertama meski lawan melepaskan 20 tembakan.

Selanjutnya Iran akan menghadapi tuan rumah Australia. Bintang Matildas, Amy Sayer, memuji keberanian dan mental kuat timnas putri Iran.

“Hati kami bersama mereka dan keluarga mereka. Situasinya sulit, dan sangat berani bagi mereka untuk tetap berada di sini dan tampil,” ujar Sayer.

Kontributor: M.Faqih

Baca Juga: Bantah Cristiano Ronaldo Tinggalkan Riyadh, Al Nassr Bagikan Kabar Lebih Buruk

Load More