- Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mendukung rencana Presiden Prabowo menjadi mediator konflik AS-Iran.
- HNW menyarankan Prabowo mengunjungi Washington menemui Donald Trump memanfaatkan pujian sebelumnya.
- Prabowo didorong mengingatkan Trump menghentikan agresi militer demi konsistensi Board of Peace.
Suara.com - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW), menyambut baik rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadi mediator dalam konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
HNW menilai langkah ini merupakan pengejawantahan dari amanat konstitusi terkait politik luar negeri yang bebas dan aktif.
Ia menekankan bahwa peran mediasi ini harus dilakukan dengan posisi yang jelas demi menghadirkan perdamaian dan keadilan.
Ia juga menyarankan agar Presiden Prabowo tidak hanya mengunjungi Teheran, tetapi juga terbang ke Washington untuk bertemu langsung dengan Presiden AS Donald Trump.
“Ya tentu secara prinsip konstitusi memang membuat penegasan ya tentang pentingnya Indonesia aktif menghadirkan perdamaian dunia. Dan keaktifan itulah yang kemudian diejawantahkan menjadi ungkapan politik bebas aktif,” ujar HNW di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, kedekatan personal dan pujian yang pernah dilontarkan Donald Trump kepada Prabowo dalam pertemuan di Washington sebelumnya merupakan modal diplomasi yang sangat berharga.
Ia berharap Prabowo menggunakan momentum tersebut untuk mengingatkan Trump agar menghentikan agresi militer.
"Pak Prabowo sangat dipuji oleh Donald Trump, dikatakan sebagai presiden yang sangat berani, termasuk beliau malah nggak mau melawan gitu kan. Nah inilah bila demikian kondisinya dan kalau itu adalah satu pujian yang tulus, ini adalah kesempatan untuk kemudian mengingatkan Donald Trump bahwa serangan ini ya harus dihentikan," tegasnya.
HNW menilai serangan militer terhadap Iran tidak hanya bertentangan dengan Piagam PBB, tetapi juga menjauhkan dunia dari tujuan utama pembentukan Board of Peace (BoP).
Baca Juga: Jika Gagal Hadirkan Damai, HNW Minta Prabowo Cabut dari BoP
Ia mengkritik keras sikap AS yang justru memicu perang di tengah misi perdamaian yang mereka gaungkan sendiri melalui BoP.
"Jadi ini kesempatan Pak Prabowo untuk menyampaikan bahwa kalau memang serius dengan BOP, hentikan perang dong. Jangan malah katanya damai tapi malah justru menciptakan medan perang yang baru. Dan medan perang yang baru ini justru bukan hanya kemudian hanya terkait dengan Israel dan Iran, bahkan sekarang melebar ke kawasan teluk yang lain dan itu potensial untuk melebar ke mana-mana," lanjutnya.
Lebih lanjut, HNW mempertanyakan konsistensi Donald Trump yang diharapkan menjadi tokoh utama di balik BoP, namun saat ini justru mendukung terjadinya perang yang semakin meluas di Timur Tengah.
"Sehingga karenanya BOP menjadi dipertanyakan tentang konsistensi untuk kemudian menghadirkan perdamaian. Karena justru Donald Trump yang diharapkan menjadi panglimanya BOP-lah gitu ya, karenanya menghadirkan perdamaian menghentikan perang, justru beliau malah yang mendukung terjadinya perang ini," tuturnya.
Lebih lanjut, HNW berharap diplomasi yang dijalankan Presiden Prabowo tetap berada dalam koridor kepentingan nasional Indonesia dan mampu memberikan solusi nyata bagi ketegangan global saat ini.
"Jadi ini kesempatan Pak Prabowo untuk kemudian juga menyampaikan dalam konteks diplomasinya ini dengan cara-cara yang dibenarkan tentu saja, tapi tetap dalam koridor Indonesia yang bebas aktif, Indonesia yang dipercaya untuk kemudian bisa menghadirkan solusi," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Jika Gagal Hadirkan Damai, HNW Minta Prabowo Cabut dari BoP
-
Usai Temui Dasco, KSPSI dan KSBSI Ikrar Dukung Penuh Kebijakan Presiden Prabowo
-
Perang Iran vs AS-Israel Hari Keempat: Trump Klaim Tewaskan 48 Pemimpin Iran
-
Kedubes AS di Arab Saudi Tutup Total Usai Serangan Drone, Layanan Darurat Dibatalkan
-
Penampakan Jet Pribadi Cristiano Ronaldo: Muat 19 Penumpang, Seharga Rp1 Triliun
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Bareskrim Periksa Bertahap 321 Tersangka Judi Online Jaringan Internasional di Hayam Wuruk
-
Dijual Ahli Waris, Begini Upaya UGM Selamatkan Rumah Bersejarah Prof Sardjito
-
Polisi 'Nyicil' Periksa 321 Tersangka Judol Hayam Wuruk, Sehari Jatah 40 Orang
-
Poin Revisi UU HAM, Wamen HAM: Pembela HAM Tidak Bisa Dikriminalisasi
-
Bongkar LHKPN AKP Deky: Kasat Narkoba yang Dipecat karena Beking Bandar Ternyata Punya Harta Rp1 M
-
Siti Zuhro Tagih Komitmen Reformasi Polri: Jajaran Harus Setia pada NKRI, Bukan pada Prabowo
-
Balas Ancaman Trump, Iran: Teluk Oman akan Jadi Pemakaman AL AS
-
Sang Adik Ditangkap Tentara Israel, Presiden Irlandia: Saya Sangat Bangga Padanya
-
KPK Diam-diam Periksa Eks Anak Buah Budi Karya dalam Kasus Korupsi DJKA
-
Jakarta Mau Jual Obligasi Daerah, Warga Kini Bisa Ikut Bangun Ibu Kota