Bola / Bola Indonesia
Rabu, 04 Maret 2026 | 12:42 WIB
Persija Jakarta (IG Persija Jakarta)
Baca 10 detik
  • Persija Jakarta bermain imbang 2-2 melawan Borneo FC di Jakarta International Stadium kemarin.

  • Gol telat Ikhsan Nul Zikrak di masa injury time menggagalkan kemenangan Macan Kemayoran.

  • Mauricio Souza kecewa karena pemain Persija kehilangan fokus setelah sempat memimpin dua kali.

Suara.com - Kemenangan yang sudah di depan mata harus buyar bagi Persija Jakarta saat menghadapi Borneo FC Samarinda pada pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026. Bertanding di Jakarta International Stadium (JIS), Selasa (3/3/2026) malam WIB, Macan Kemayoran dipaksa puas dengan skor imbang 2-2 setelah kebobolan di masa injury time.

Persija sebenarnya tampil cukup dominan dan dua kali memimpin pertandingan. Gol pertama lahir sesaat setelah jeda lewat Gustavo Almeida pada menit ke-47.

Namun keunggulan itu tak bertahan lama karena Juan Villa mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-62.

Tuan rumah kembali unggul pada menit ke-75 melalui sepakan keras Fabio Calonego yang tak mampu dibendung kiper Borneo FC. 

Atmosfer JIS sempat bergemuruh karena kemenangan terasa sudah di genggaman.

Akan tetapi, kelengahan di menit-menit akhir menjadi hukuman mahal. Pada menit 90+4, Ikshan Nul Zikrak yang masuk sebagai pemain pengganti sukses memanfaatkan kemelut di kotak penalti dan menggetarkan gawang Persija. Skor 2-2 bertahan hingga laga usai.

Pelatih Persija, Mauricio Souza, mengaku kecewa karena timnya membuang banyak peluang, terutama di babak pertama. 

Beberapa kesempatan emas dari Maxwell Souza dan Alaaeddine Ajaraie dinilai seharusnya bisa memperlebar jarak.

"Pada babak pertama, kami punya kesempatan untuk mencetak gol. Kita harus cetak gol di level ini. Kita tidak boleh miss beberapa kali," ujar Souza.

Baca Juga: John Herdman Terancam Tanpa Striker Rp1,3 Miliar di FIFA Series 2026

Pelatih asal Brasil itu juga mempertanyakan menurunnya fokus para pemain setelah berhasil unggul. 

Ia menilai tim yang memiliki ambisi juara seharusnya mampu mengontrol pertandingan dengan lebih baik.

"Di babak kedua, lebih seimbang. Kami bisa cetak gol saat babak kedua dimulai. Jangan tanya saya kenapa setelah cetak gol kami jadi tidak fokus," ucap Souza.

"Jadi setelah mencetak gol, kami kurang turun. Jadi tidak dapat kontrol pertandingan. Jadi tim yang mau juara, di babak kedua harus lebih baik lagi."

Hasil ini menjadi pukulan bagi Persija dalam persaingan papan atas BRI Super League 2025/2026. 

Kehilangan dua poin di kandang sendiri akibat gol injury time jelas menjadi alarm serius jika ingin tetap berada di jalur perebutan gelar musim ini.

Load More