-
Persija Jakarta bermain imbang 2-2 melawan Borneo FC di Jakarta International Stadium kemarin.
-
Gol telat Ikhsan Nul Zikrak di masa injury time menggagalkan kemenangan Macan Kemayoran.
-
Mauricio Souza kecewa karena pemain Persija kehilangan fokus setelah sempat memimpin dua kali.
Fabio Calonego akhirnya membawa Persija kembali memimpin melalui sebuah sepakan keras yang sangat terukur pada menit ke-75.
Tendangan tersebut menghujam deras ke pojok gawang dan membuat kiper Borneo FC tidak berdaya menghalaunya.
Kemenangan seolah sudah berada di depan mata bagi Persija karena waktu pertandingan normal hampir habis.
Atmosfer stadion semakin bergemuruh merayakan keunggulan tipis yang dipertahankan oleh para pemain Macan Kemayoran tersebut.
Akan tetapi sepak bola selalu menghadirkan kejutan pahit bagi tim yang kehilangan fokus di masa kritis.
Ikhsan Nul Zikrak yang datang dari bangku cadangan menjadi mimpi buruk bagi seluruh pendukung setia Persija.
Pada menit ke-94 ia berhasil memanfaatkan situasi kemelut di area terlarang untuk menyamakan skor menjadi 2-2.
Gol telat tersebut membuat para pemain Persija tampak lesu karena kemenangan yang sudah dekat tiba-tiba hilang.
Wasit meniup peluit panjang tak lama kemudian dan memastikan kedua tim harus puas membawa pulang satu poin.
Baca Juga: 5 Klub Termahal di BRI Super League 2025/26, Persib Bandung Paling Mewah
Hasil imbang ini memicu kekecewaan mendalam dari sang arsitek lapangan hijau Persija yaitu Mauricio Souza.
Ia menyoroti ketidakmampuan anak asuhnya dalam mengonversi peluang matang menjadi gol sejak menit awal pertandingan.
"Pada babak pertama, kami punya kesempatan untuk mencetak gol. Kita harus cetak gol di level ini. Kita tidak boleh miss beberapa kali," ujar Souza.
Sosok pelatih asal Brasil tersebut juga merasa heran dengan performa pemainnya yang menurun setelah unggul.
Ia menilai mentalitas pemenang seharusnya ditunjukkan dengan kontrol pertandingan yang lebih solid hingga laga berakhir.
Pelatih berusia 51 tahun tersebut mempertanyakan mengapa timnya seolah kehilangan arah saat sudah memimpin skor.
"Di babak kedua, lebih seimbang. Kami bisa cetak gol saat babak kedua dimulai. Jangan tanya saya kenapa setelah cetak gol kami jadi tidak fokus," ucap Souza.
Menurutnya koordinasi antarlini menjadi sangat berantakan terutama saat tim harus bertahan menghadapi serangan balik lawan.
"Jadi setelah mencetak gol, kami kurang turun. Jadi tidak dapat kontrol pertandingan. Jadi tim yang mau juara, di babak kedua harus lebih baik lagi."
Kegagalan menjaga kedalaman skuad di saat kritis menjadi catatan merah bagi perjalanan Persija di liga.
Kehilangan poin penuh di kandang sendiri tentu merugikan posisi Persija dalam persaingan ketat di papan atas.
Kesalahan kolektif di area pertahanan menjadi perhatian khusus tim pelatih untuk segera dilakukan perbaikan menyeluruh ke depannya.
"Jadi ada momen untuk lebih bertahan. Kami kebobolan dari lini tengah dan di kotak penalti yang tidak terjaga," pungkas arsitek asal Brasil tersebut.
Kini Persija harus segera bangkit dan melupakan hasil mengecewakan ini demi mengejar ketertinggalan poin mereka.
Persaingan menuju gelar juara musim 2025/2026 dipastikan akan semakin berat jika masalah konsentrasi ini belum teratasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
Terkini
-
Prabowo Heran MBG Dituding Boros: Ribuan Triliun Kekayaan Indonesia Hilang Tak Ada yang Protes
-
Kasus Febrie Adriansyah Dinilai Mengarah ke Skenario 'Peti Es', Mirip Perkara Firli Bahuri
-
Ojol Kurir Makanan Menang Penghargaan Tinggi Sastra di China
-
Polri Buka Suara soal Dugaan Korupsi Hibah Lahan yang Libatkan Eks Wakapolri Oegroseno
-
5 Rekomendasi Bedak Gatal yang Manjur di Apotek, Harga Mulai Rp10 Ribuan
-
BKKBN: Bangun Keluarga Tak Cukup Modal Cinta
-
Jelang Dua Tahun Pemerintahan, Prabowo Kumpulkan Menteri untuk Evaluasi Kinerja Kabinet
-
ID FOOD Luncurkan Warung Pangan, Perkuat Distribusi dan Pangkas Rantai Pasok Bahan Pokok
-
Mengebut Saat Berkendara Bukannya Efisien Malah Bikin Boncos?
-
Keunggulan Serum Glow Bomb Glow fx, Kandungan Pencerahnya Capai 19 Persen