Bola / Bola Dunia
Kamis, 05 Maret 2026 | 08:54 WIB
Timnas Iran (Istimewa)
Baca 10 detik
  • Donald Trump menyatakan tidak peduli dengan kehadiran tim nasional Iran di Piala Dunia 2026.

  • Iran terancam batal ikut serta akibat ketegangan militer dan masalah izin visa Amerika Serikat.

  • Keamanan menjadi alasan utama pemerintah AS memperketat akses bagi pejabat Iran selama turnamen berlangsung.

Tantangan kali ini terasa jauh lebih berat karena salah satu negara penyelenggara terlibat langsung dalam konflik militer dengan negara peserta lainnya.

Kondisi saling serang antar negara yang terlibat dalam Piala Dunia menjadikan aspek keamanan dan logistik sebagai titik paling sensitif saat ini.

Publik kini menaruh perhatian pada nasib para pemain dan ofisial Iran yang harus melakukan perjalanan jauh ke jantung wilayah Amerika Serikat.

Berdasarkan hasil undian resmi, tim nasional Iran menempati posisi di Grup G bersama lawan tangguh seperti Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.

Laga perdana Iran rencananya akan digelar di Los Angeles pada 15 Juni dengan menghadapi tantangan dari Selandia Baru.

Enam hari berselang stadion di Los Angeles kembali akan menjadi saksi pertemuan antara Iran melawan tim unggulan Belgia pada 21 Juni.

Fase grup bagi Iran akan ditutup dengan pertandingan krusial melawan Mesir yang dijadwalkan berlangsung di Seattle pada 26 Juni.

Skenario menarik bisa terjadi jika Amerika Serikat dan Iran sama-sama mengakhiri fase grup di posisi kedua klasemen akhir masing-masing.

Kondisi tersebut akan memaksa kedua negara yang berseteru ini untuk berhadapan langsung di babak 32 besar pada 3 Juli di Dallas.

Baca Juga: Paus Minta AS Hentikan Serangan di Timur Tengah, Trump Justru Bersiap Tingkatkan Operasi

Namun bayang-bayang kegagalan partisipasi muncul setelah serangan udara yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di wilayah kedaulatan Iran.

Ketidakpastian ini diperkuat oleh pernyataan dari otoritas tertinggi sepak bola Iran yang meragukan keberangkatan tim nasional mereka ke turnamen tersebut.

Kekhawatiran mengenai akses masuk bagi suporter dan jajaran pejabat sebenarnya sudah mencuat jauh sebelum kontak fisik militer dimulai.

Iran diketahui menjadi salah satu subjek dari regulasi perjalanan paling ketat yang pernah ditandatangani oleh Trump melalui perintah eksekutif.

Meskipun terdapat pengecualian khusus untuk atlet dan staf pendukung, namun visa bagi tokoh pemerintah tetap menjadi wewenang penuh Departemen Luar Negeri.

Setiap permohonan visa bagi eksekutif atau sponsor tim akan diperiksa secara mendalam dengan standar keamanan yang sangat tinggi tanpa jaminan persetujuan.

Load More