-
Donald Trump menyatakan tidak peduli dengan kehadiran tim nasional Iran di Piala Dunia 2026.
-
Iran terancam batal ikut serta akibat ketegangan militer dan masalah izin visa Amerika Serikat.
-
Keamanan menjadi alasan utama pemerintah AS memperketat akses bagi pejabat Iran selama turnamen berlangsung.
Tantangan kali ini terasa jauh lebih berat karena salah satu negara penyelenggara terlibat langsung dalam konflik militer dengan negara peserta lainnya.
Kondisi saling serang antar negara yang terlibat dalam Piala Dunia menjadikan aspek keamanan dan logistik sebagai titik paling sensitif saat ini.
Publik kini menaruh perhatian pada nasib para pemain dan ofisial Iran yang harus melakukan perjalanan jauh ke jantung wilayah Amerika Serikat.
Berdasarkan hasil undian resmi, tim nasional Iran menempati posisi di Grup G bersama lawan tangguh seperti Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Laga perdana Iran rencananya akan digelar di Los Angeles pada 15 Juni dengan menghadapi tantangan dari Selandia Baru.
Enam hari berselang stadion di Los Angeles kembali akan menjadi saksi pertemuan antara Iran melawan tim unggulan Belgia pada 21 Juni.
Fase grup bagi Iran akan ditutup dengan pertandingan krusial melawan Mesir yang dijadwalkan berlangsung di Seattle pada 26 Juni.
Skenario menarik bisa terjadi jika Amerika Serikat dan Iran sama-sama mengakhiri fase grup di posisi kedua klasemen akhir masing-masing.
Kondisi tersebut akan memaksa kedua negara yang berseteru ini untuk berhadapan langsung di babak 32 besar pada 3 Juli di Dallas.
Baca Juga: Paus Minta AS Hentikan Serangan di Timur Tengah, Trump Justru Bersiap Tingkatkan Operasi
Namun bayang-bayang kegagalan partisipasi muncul setelah serangan udara yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di wilayah kedaulatan Iran.
Ketidakpastian ini diperkuat oleh pernyataan dari otoritas tertinggi sepak bola Iran yang meragukan keberangkatan tim nasional mereka ke turnamen tersebut.
Kekhawatiran mengenai akses masuk bagi suporter dan jajaran pejabat sebenarnya sudah mencuat jauh sebelum kontak fisik militer dimulai.
Iran diketahui menjadi salah satu subjek dari regulasi perjalanan paling ketat yang pernah ditandatangani oleh Trump melalui perintah eksekutif.
Meskipun terdapat pengecualian khusus untuk atlet dan staf pendukung, namun visa bagi tokoh pemerintah tetap menjadi wewenang penuh Departemen Luar Negeri.
Setiap permohonan visa bagi eksekutif atau sponsor tim akan diperiksa secara mendalam dengan standar keamanan yang sangat tinggi tanpa jaminan persetujuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Disebut Layak Bela Timnas oleh Pelatihnya, Sebagus Apa Statistik Rivaldo Pakpahan?
-
Badai Cedera, 5 Pemain Baru Ini Berpeluang Debut Manis untuk Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Beckham Putra Jaga Pola Makan selama Ramadan, Hindari Gorengan
-
John Herdman Gigit Jari Pemain Keturunan Calon Mesin Gol Timnas Indonesia Alami Cedera Paha
-
Man City Ditahan Imbang Nottingham Forest, Ini Kata Pep Guardiola Soal Persaingan Gelar Juara
-
Singkirkan Athletic Club, Real Sociedad Tantang Atletico Madrid di Final Copa del Rey
-
Kalah dari 10 Pemain Newcastle United, Manchester United Tetap di Posisi Ketiga Klasemen
-
MU Kalah Lawan 10 Pemain Newcastle United, Ini Komentar Jujur Michael Carrick
-
Irak Krisis Jelang Playoff Piala Dunia 2026: Pelatih Terjebak di UEA, Pemain Kesulitan Urus Visa
-
Dulu Jadi Kesayangan STY, 3 Pemain Ini Resmi Dicoret John Herdman dari Timnas Indonesia