- Penyerang Hugo Ekitike resmi absen dari Piala Dunia 2026 akibat cedera tendon Achilles yang cukup parah.
- Cedera terjadi saat Ekitike membela Liverpool melawan Paris Saint-Germain dalam pertandingan Liga Champions di Anfield baru-baru ini.
- Absennya Ekitike menjadi pukulan besar bagi tim nasional Prancis sehingga pelatih Didier Deschamps harus mencari alternatif pemain.
Suara.com - Kabar buruk datang bagi Timnas Prancis setelah penyerang Hugo Ekitike dipastikan absen di Piala Dunia 2026.
Pelatih Prancis, Didier Deschamps mengonfirmasi cedera serius yang dialami sang pemain membuatnya tak bisa tampil di turnamen tersebut.
Ekitike mengalami cedera saat membela Liverpool dalam laga Liga Champions melawan Paris Saint-Germain di Anfield.
Dalam pertandingan itu, ia harus ditandu keluar lapangan setelah terjatuh sambil memegangi bagian kaki kanan bawahnya.
Pemain berusia 23 tahun tersebut diduga mengalami cedera tendon Achilles yang cukup parah.
Cedera ini membuatnya tidak hanya mengakhiri musim lebih cepat, tetapi juga mengubur harapannya tampil di panggung dunia.
“Sayangnya, tingkat keparahan cedera Ekitike membuatnya tidak bisa menyelesaikan musim bersama Liverpool dan berpartisipasi di Piala Dunia,” ujar Deschamps dilansir dari AFP.
Deschamps menyebut kehilangan Ekitike sebagai pukulan besar bagi timnya.
Deschamps juga menyampaikan dukungan penuh kepada sang pemain dalam masa pemulihan.
Baca Juga: Rusia Kritik Penguatan Nuklir Inggris dan Prancis, Dinilai Picu Perlombaan Senjata
Sejak bergabung dengan Liverpool musim panas lalu dengan nilai transfer mencapai 79 juta poundsterling, Ekitike tampil impresif.
Ekitike mencetak 17 gol dari 45 pertandingan di semua kompetisi.
Di level internasional, Ekitike juga mulai menjadi bagian penting skuad Les Bleus.
Sejak debut pada September tahun lalu, ia telah mengoleksi delapan caps dengan kontribusi dua gol dan satu assist.
Absennya Ekitike dipastikan menjadi tantangan tersendiri bagi Prancis dalam persiapan menuju Piala Dunia 2026.
Tim asuhan Deschamps kini harus mencari alternatif untuk mengisi lini serang mereka.
Berita Terkait
-
Rusia Kritik Penguatan Nuklir Inggris dan Prancis, Dinilai Picu Perlombaan Senjata
-
Keisuke Honda dan Asa Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030
-
Bela Paus Leo XIV, Menlu Prancis Anggap Pernyataan Donald Trump Tidak Bisa Diterima
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Wow! Naik Kereta 15 Menit di Piala Dunia 2026, Suporter Inggris Wajib Bayar Rp2 Juta
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Arsenal Terancam Gagal Juara, Arteta Dipecat? Legenda Liverpool Bilang Begini
-
Rekor Buruk yang Bayangi Timnas Indonesia U-17 Jelang Piala Asia U-17 2026
-
Jadwal Pekan ke-29 Super League, Persib Bandung Ditantang Arema FC
-
Kalah dari Manchester City, Opta Sebut Peluang Arsenal Juara Liga Inggris Masih 73 Persen
-
Dicari-cari John Herdman, Begini Nasib Marselino Ferdinan di AS Trencin
-
Sindir Stadion Kosong, Bojan Hodak: Lebih Baik Dihina Lawan Daripada Tanpa Suporter!
-
Jan Olde Sebut Kartu Merah Alex Martins 'Bodoh' usai Dewa United Gagal Tekuk Persib
-
Merasa Persib Dirugikan Wasit, Umuh Muchtar Pertanyakan Fungsi VAR
-
Bek Incaran PSG Tolak Permintaan Ortu Bela Timnas Indonesia
-
Hapus Kekerasan di Sepak Bola, I.League Dukung PSSI Hukum Berat Fadly Alberto