Bola / Bola Indonesia
Kamis, 05 Maret 2026 | 11:50 WIB
Rian Ardianto berikan petuah penting untuk Rahmat Hidayat usai lolos ke 16 besar All England 2026. Rian minta partnernya main nothing to lose di Birmingham. [Dok. PBSI]
Baca 10 detik
  • Rian Ardianto/Rahmat Hidayat lolos ke 16 besar All England 2026 usai mengalahkan pasangan Taiwan Liu Kuang Heng/Yang Po Han dua gim langsung 21-10, 21-16.
  • Rian Ardianto berpesan agar Rahmat Hidayat bermain nothing to lose dan selalu memberikan yang terbaik karena ini adalah debut All England bagi juniornya itu.
  • Rahmat Hidayat mengaku sempat gugup menjalani debut di All England namun berusaha menikmati permainan demi mewujudkan impian juara tanpa terlalu terbebani.

Suara.com - Pasangan ganda putra Indonesia, Muhammad Rian Ardianto dan Rahmat Hidayat, sukses mengamankan tiket ke babak 16 besar All England 2026 dengan performa meyakinkan.

Kemenangan tersebut diraih usai menundukkan wakil Taiwan, Liu Kuang Heng/Yang Po Han, lewat straight game 21-10 dan 21-16 di Utilita Arena, Birmingham, Kamis (5/3/2026) dini hari WIB.

Usai pertandingan, Rian Ardianto memberikan petuah khusus kepada partner mudanya, Rahmat Hidayat, yang baru pertama kali mencicipi atmosfer turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut.

Rian mengingatkan Rahmat untuk bermain tanpa beban atau nothing to lose mengingat status mereka yang datang bukan sebagai pasangan unggulan di turnamen ini.

"Pesan buat Rahmat karena ini turnamen All England pertamanya pasti harus nothing to lose, tidak ada yang tidak mungkin walaupun kami juga datang di sini bukan sebagai unggulan, tapi semoga bisa terus melaju," ujar Rian Ardianto.

Senior di Pelatnas Cipayung itu menekankan pentingnya kesiapan mental dan fokus penuh untuk menghadapi siapa pun lawan yang akan menghadang di babak selanjutnya.

Rian berharap Rahmat bisa terus memberikan performa maksimal di setiap pertandingan tanpa merasa tertekan oleh nama besar turnamen.

"Mau lawan siapapun harus selalu siap dan berikan yang terbaik di setiap pertandingan," tambahnya dalam keterangan tertulis PBSI.

Di sisi lain, Rahmat Hidayat mengakui adanya rasa gugup saat menjalani debutnya di karpet hijau All England yang prestisius.

Baca Juga: All England 2026: Fajar/Fikri Hadapi Raymond/Joaquin di Babak Kedua, Sang Senior Punya Rekor Buruk

Namun, pemain muda ini berusaha mengelola perasaannya agar rasa gugup tersebut tidak menjadi beban pikiran yang justru merusak performa di lapangan.

"Ini All England pertama untuk saya, pasti ada rasa nervous tapi kalau dipikirkan terus malah jadi beban jadi mengalir saja, mencoba tanpa beban dan kasih yang terbaik," kata Rahmat.

Rahmat tidak menampik bahwa menjadi juara di Birmingham adalah impian besarnya, namun ia berusaha menahan diri agar ambisi tersebut tidak menjadi bumerang.

"Ini merupakan salah satu impian saya, pastinya mau juara di sini tapi tidak boleh terlalu menggebu-gebu," lanjutnya.

Terkait jalannya pertandingan, Rian/Rahmat tampil dominan sejak awal gim pertama dengan menekan pertahanan lawan yang memiliki peringkat dunia lebih tinggi.

Pasangan peringkat 50 dunia ini sukses mengunci gim pertama dengan skor telak 21-10 setelah smes keras Rahmat gagal dikembalikan lawan di depan net.

Load More