-
Iran terancam merugi Rp176 miliar jika memutuskan boikot Piala Dunia 2026 mendatang.
-
Eskalasi perang dengan Amerika-Israel mengakibatkan ratusan warga sipil di Teheran tewas.
-
FIFA menyiapkan Irak atau Uni Emirat Arab sebagai pengganti jika Iran resmi mundur.
Suara.com - Negara Iran kini berada dalam bayang-bayang kerugian materi yang sangat fantastis mencapai angka Rp176 miliar.
Potensi hilangnya dana tersebut berkaitan erat dengan rencana partisipasi mereka dalam perhelatan akbar Piala Dunia 2026.
Situasi finansial yang mengkhawatirkan ini muncul tepat saat ketegangan militer perang di wilayah Timur Tengah sedang memuncak.
Kondisi geopolitik yang tidak menentu memaksa federasi sepak bola mereka mempertimbangkan keberlanjutan posisi di turnamen internasional.
Fokus dunia saat ini tertuju pada bagaimana Iran menyikapi dilema antara kedaulatan negara dan olahraga.
Aksi militer besar-besaran telah dilancarkan oleh pihak Amerika Serikat bersama Israel terhadap wilayah Iran.
Operasi tersebut meletus pada Sabtu dini hari setelah dialog mengenai program nuklir mengalami kebuntuan total.
Kekacauan semakin menjadi ketika kabar meninggalnya Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, mencuat ke publik dunia.
Laporan menyebutkan bahwa serangan udara yang mematikan itu tepat menyasar kantor kepresidenan yang berada di Teheran.
Baca Juga: Chiki Fawzi Nekat Tembus Blokade Gaza di Tengah Eskalasi Perang Iran vs AS-Israel Demi Beri Bantuan
Tragedi ini memicu respons balik yang keras dari militer Iran terhadap pangkalan-pangkalan militer asing.
Serangan balasan dikirimkan Iran menuju markas Amerika Serikat dan Israel di kawasan barat Timur Tengah.
Meskipun sistem pertahanan udara berhasil menghalau sebagian rudal, kekacauan transportasi udara tidak dapat dihindarkan lagi.
Banyak negara terpaksa menutup jalur penerbangan mereka demi keamanan yang membuat ribuan penumpang terlantar begitu saja.
Hingga saat ini, laporan menyebutkan angka kematian warga sipil telah menembus lebih dari 700 jiwa.
Ibu kota Teheran masih menjadi zona merah dengan dentuman serangan yang terus terdengar secara beruntun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Kalah Taruhan Rp50 Juta, FIFA Dituding Ubah Skenario Juara Piala Dunia 2026
-
Rupiah Menguat ke Rp17.940 per Dolar AS, Jadi Mata Uang Terkuat di Asia
-
Momentum Beli, Harga Emas Antam Turun Lagi Jadi Rp2.601.000 per Gram
-
4 Sepatu Lari Terbaik untuk Jarak 5-10K, Nyaman Dipakai Daily Trainer hingga Race
-
Istri Solehah, Kata-kata Antonela Roccuzzo untuk Messi: Kamu Tetap Suami Terbaik
-
Ambisi Besar Balsa Sekulic Bersama Persib Bandung, Tak Sabar Tampil di Kompetisi Asia
-
Jangan Impor Terus, Potensi Tambak Garam Belum Terserap Pemerintah
-
Hari Anak Nasional, Gus Ipul: Sekolah Rakyat Ada untuk Memenuhi Hak Anak
-
Mengapa Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026?
-
Registrasi SIM Biometrik Disalahgunakan, Kemkomdigi Temukan Penjual Aktivasi Pakai Wajah Sendiri