Bola / Bola Dunia
Kamis, 05 Maret 2026 | 14:58 WIB
Timnas Iran (The SUN)
Baca 10 detik
  • Iran terancam merugi Rp176 miliar jika memutuskan boikot Piala Dunia 2026 mendatang.

  • Eskalasi perang dengan Amerika-Israel mengakibatkan ratusan warga sipil di Teheran tewas.

  • FIFA menyiapkan Irak atau Uni Emirat Arab sebagai pengganti jika Iran resmi mundur.

Padahal dalam hitungan tiga bulan ke depan, skuad Iran harus terbang menuju Amerika Serikat.

Negara tersebut dijadwalkan bertanding di Piala Dunia 2026 yang juga digelar di Meksiko dan Kanada.

Anak asuh Amir Ghalenoei sendiri telah dipastikan masuk ke dalam persaingan ketat di Grup G.

Mereka seharusnya bersaing dengan tim-tim kuat seperti negara Belgia, Mesir, hingga perwakilan Selandia Baru.

Namun, keberangkatan tim nasional ini kini menjadi tanda tanya besar bagi seluruh penggemar sepak bola.

Apabila Iran secara resmi mengundurkan diri, pihak FIFA memiliki prosedur tetap untuk mencari tim pengganti.

Posisi lowong tersebut kemungkinan besar akan diberikan kepada tim yang memiliki peringkat tertinggi di konfederasi.

Nama Uni Emirat Arab atau Irak mencuat sebagai kandidat kuat yang bisa mengambil alih tiket tersebut.

Irak memiliki keunggulan sejarah setelah sebelumnya berhasil menumbangkan Uni Emirat Arab dalam babak playoff penting.

Baca Juga: Chiki Fawzi Nekat Tembus Blokade Gaza di Tengah Eskalasi Perang Iran vs AS-Israel Demi Beri Bantuan

Berdasarkan data resmi Associated Press, pembatalan keikutsertaan Iran akan berdampak langsung pada saldo kas mereka.

Total kerugian diprediksi mencapai minimal 10,5 juta dolar AS atau jika dikonversi setara Rp176 miliar.

Jumlah tersebut mencakup dana partisipasi fase grup sebesar 9 juta dolar AS atau sekitar Rp151 miliar.

Selain itu, terdapat alokasi dana persiapan senilai 1,5 juta dolar AS yang setara dengan Rp25 miliar.

Kerugian ini akan menjadi beban berat bagi struktur ekonomi olahraga negara tersebut di masa depan.

Beban keuangan Iran dipastikan akan bertambah berat jika keputusan mundur dilakukan secara mendadak atau tiba-tiba.

Denda sebesar 321.000 dolar AS atau Rp5,4 miliar menanti jika mundur kurang dari sebulan sebelum pembukaan.

Bahkan denda tersebut bisa membengkak hingga 642.000 dolar AS atau Rp10 miliar jika keputusan diambil lebih awal.

FIFA sangat ketat dalam menegakkan aturan komersial dan administratif bagi setiap negara peserta turnamen dunia.

Kombinasi denda dan hilangnya subsidi membuat partisipasi di Piala Dunia 2026 menjadi sangat krusial secara ekonomi.

Irak sendiri dijadwalkan untuk bertanding di Meksiko pada akhir Maret mendatang dalam kualifikasi antar-konfederasi.

Tenggat waktu yang sangat sempit membuat FIFA harus bergerak cepat dalam mengambil keputusan yang bersifat final.

Seluruh mata dunia kini menantikan apakah diplomasi olahraga bisa menang di tengah desing peluru konflik.

Publik berharap ada solusi terbaik bagi para atlet yang telah berjuang keras mengamankan tiket kualifikasi.

Keputusan akhir Iran akan menjadi preseden penting dalam sejarah sepak bola modern di tengah perang.

Load More