-
Iran terancam merugi Rp176 miliar jika memutuskan boikot Piala Dunia 2026 mendatang.
-
Eskalasi perang dengan Amerika-Israel mengakibatkan ratusan warga sipil di Teheran tewas.
-
FIFA menyiapkan Irak atau Uni Emirat Arab sebagai pengganti jika Iran resmi mundur.
Padahal dalam hitungan tiga bulan ke depan, skuad Iran harus terbang menuju Amerika Serikat.
Negara tersebut dijadwalkan bertanding di Piala Dunia 2026 yang juga digelar di Meksiko dan Kanada.
Anak asuh Amir Ghalenoei sendiri telah dipastikan masuk ke dalam persaingan ketat di Grup G.
Mereka seharusnya bersaing dengan tim-tim kuat seperti negara Belgia, Mesir, hingga perwakilan Selandia Baru.
Namun, keberangkatan tim nasional ini kini menjadi tanda tanya besar bagi seluruh penggemar sepak bola.
Apabila Iran secara resmi mengundurkan diri, pihak FIFA memiliki prosedur tetap untuk mencari tim pengganti.
Posisi lowong tersebut kemungkinan besar akan diberikan kepada tim yang memiliki peringkat tertinggi di konfederasi.
Nama Uni Emirat Arab atau Irak mencuat sebagai kandidat kuat yang bisa mengambil alih tiket tersebut.
Irak memiliki keunggulan sejarah setelah sebelumnya berhasil menumbangkan Uni Emirat Arab dalam babak playoff penting.
Baca Juga: Chiki Fawzi Nekat Tembus Blokade Gaza di Tengah Eskalasi Perang Iran vs AS-Israel Demi Beri Bantuan
Berdasarkan data resmi Associated Press, pembatalan keikutsertaan Iran akan berdampak langsung pada saldo kas mereka.
Total kerugian diprediksi mencapai minimal 10,5 juta dolar AS atau jika dikonversi setara Rp176 miliar.
Jumlah tersebut mencakup dana partisipasi fase grup sebesar 9 juta dolar AS atau sekitar Rp151 miliar.
Selain itu, terdapat alokasi dana persiapan senilai 1,5 juta dolar AS yang setara dengan Rp25 miliar.
Kerugian ini akan menjadi beban berat bagi struktur ekonomi olahraga negara tersebut di masa depan.
Beban keuangan Iran dipastikan akan bertambah berat jika keputusan mundur dilakukan secara mendadak atau tiba-tiba.
Denda sebesar 321.000 dolar AS atau Rp5,4 miliar menanti jika mundur kurang dari sebulan sebelum pembukaan.
Bahkan denda tersebut bisa membengkak hingga 642.000 dolar AS atau Rp10 miliar jika keputusan diambil lebih awal.
FIFA sangat ketat dalam menegakkan aturan komersial dan administratif bagi setiap negara peserta turnamen dunia.
Kombinasi denda dan hilangnya subsidi membuat partisipasi di Piala Dunia 2026 menjadi sangat krusial secara ekonomi.
Irak sendiri dijadwalkan untuk bertanding di Meksiko pada akhir Maret mendatang dalam kualifikasi antar-konfederasi.
Tenggat waktu yang sangat sempit membuat FIFA harus bergerak cepat dalam mengambil keputusan yang bersifat final.
Seluruh mata dunia kini menantikan apakah diplomasi olahraga bisa menang di tengah desing peluru konflik.
Publik berharap ada solusi terbaik bagi para atlet yang telah berjuang keras mengamankan tiket kualifikasi.
Keputusan akhir Iran akan menjadi preseden penting dalam sejarah sepak bola modern di tengah perang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Industri Otomotif China Terjebak Persaingan Brutal yang Mengancam Loyalitas Konsumen
-
LDA Keraton Solo Ancam Buka Paksa Akses yang Dikunci, Penghalang Revitalisasi Bakal Dipidanakan
-
Iran Terancam Balasan Fatal karena Bunuh Tentara Donald Trump
-
Argentina Kalah di Final, Kata-kata Messi di Ruang Ganti Munculkan Spekulasi Liar
-
Bagi-Bagi Google Gemini Plus Gratis 6 Bulan, Bebaskan Fitur AI Canggih untuk Jutaan Pengguna XLSmart
-
Pernikahan Mewah Berujung Utang: Saat Gengsi Mengalahkan Kondisi Keuangan
-
Saham Konglomerat Kompak Naik, IHSG Betah di Level 6.300
-
Dompet Dhuafa Hadirkan Ruang Mimpi, Dampingi Anak Yatim Berani Wujudkan Cita-cita
-
Jadi Tokoh Antagonis Argentina di Final Piala Dunia 2026, Enzo Fernandez Buka Suara
-
KPK Bongkar Modus 'Pinjam Bendera' yang Jerat Bupati Lombok Barat