- FPI menyesalkan pemerintah Indonesia belum mengutuk agresi besar-besaran AS-Israel terhadap Iran sesuai hukum internasional.
- Menteri Luar Negeri RI menyampaikan penyesalan atas kegagalan perundingan dan menekankan pentingnya kembali bernegosiasi.
- Dubes Iran berharap negara-negara Islam memberikan kutukan keras terhadap serangan ilegal yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
Suara.com - Front Persaudaraan Islam (FPI) menyesalkan pemerintah Indonesia dalam menyikapi eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Sebabnya, hingga kini tidak ada pernyataan pemerintah untuk mengutuk penyerangan besar-besaran AS-Israel ke Iran.
"Dari sudut pandang kami, kami sangat menyesalkan karena jelas agresi itu secara hukum internasional adalah pelanggaran hukum serius dan wajib ditindak sesuai hukum internasional," kata Juru Bicara FPI Azis Yanuar kepada Suara.com, Kamis (5/2/2026).
Di sisi lain, FPI menilai pemerintah punya pandangan lain di balik alasan belum menyatakan sikap mengutuk agresi AS-Israel ke Iran. Kendati demikian, FPI menunggu penjelasan dari pemerintah.
"Akan tetapi mungkin pemerintah memiliki sudut pandang berbeda dalam hal ini,kami menantikan penjelasan dimaksud," kata Azis.
Melalui keterangan resmi, FPI sendiri sudah menyatakan sikap dengan melaknat dan mengutuk serangan brutal AS dan Israel ke Iran yang merupakan kejahatan HAM berat dan kejahatan perang yang tidak boleh dibiarkan oleh dunia internasional.
Sampaikan Sikap Indonesia
Melalui sambungan telepon dengan Menlu Iran pada Senin (2/2/2026), Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan sikap Indonesia atas eskalasi yang meningkat di antara Iran dengan AS serta Israel.
"Tentu saja kami menyampaikan juga sikap Indonesia bahwa kita menyesalkan perundingan yang terjadi kemudian gagal, yang berakibat pada terjadinya eskalasi," kata Sugiono.
Baca Juga: Amerika Akui Tak Mampu Hadapi Drone-drone Iran
Mewakili pemerintah Indonesia, Sugiono menekankan kembali prinsip-prinsip penghormatan Indonesia terhadap integritas wilayah dan kedaulatan wilayah satu negara.
"Kemudian kita juga menekankan kembali pentingnya untuk kembali ke meja perundingan," kata Sugiono.
Mengenai niat Prabowo yang berkeinginan menjadi juru damai atas konflik yang terjadi, Sugiono turut menyampaikannya saat berbicara melalui sambungan telepon dengan Menlu Iran.
"Dan juga yang pasti kami menyampaikan lagi keinginan dari bapak presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut," kata Sugiono.
"Dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau terima. Saya juga menyampaikan concern dari rekan-rekan kita yang ada di negara-negara Teluk terhadap serangan yang mereka dapatkan di wilayah-wilayah mereka. Saya kira itu saja intinya," tutur Sugiono.
Terpisah, Iran berharap besar dukungan dari negara-negara sahabat atas yang terjadi di Teheran.
Bukan hanya kepada negara sahabat, Iran berharap negara-negara Islam atau berpenduduk muslim dapat mengutuk serangan yang dilakukan AS.
"Kami berharap negara-negara Islam, apabila melihat serangan ini merupakan langkah yang ilegal maka harus memberikan kutukan secara keras terhadap serangan ilegal yang terjadi," Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Berita Terkait
-
Kena Jebakan Rusia, Reza Pahlavi Rela Negaranya Dibom dan Sebut "Perang Salib"
-
Chiki Fawzi Nekat Tembus Blokade Gaza di Tengah Eskalasi Perang Iran vs AS-Israel Demi Beri Bantuan
-
Niat Pulihkan Cedera di Dubai, Bek Newcastle United Malah Terjebak Konflik Iran-AS
-
Amerika Akui Tak Mampu Hadapi Drone-drone Iran
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
- 3 HP Murah dengan Kamera Underwater Rp2 Jutaan, Cocok Buat Foto dan Video dalam Air
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Industri Otomotif China Terjebak Persaingan Brutal yang Mengancam Loyalitas Konsumen
-
LDA Keraton Solo Ancam Buka Paksa Akses yang Dikunci, Penghalang Revitalisasi Bakal Dipidanakan
-
Iran Terancam Balasan Fatal karena Bunuh Tentara Donald Trump
-
Argentina Kalah di Final, Kata-kata Messi di Ruang Ganti Munculkan Spekulasi Liar
-
Bagi-Bagi Google Gemini Plus Gratis 6 Bulan, Bebaskan Fitur AI Canggih untuk Jutaan Pengguna XLSmart
-
Pernikahan Mewah Berujung Utang: Saat Gengsi Mengalahkan Kondisi Keuangan
-
Saham Konglomerat Kompak Naik, IHSG Betah di Level 6.300
-
Dompet Dhuafa Hadirkan Ruang Mimpi, Dampingi Anak Yatim Berani Wujudkan Cita-cita
-
Jadi Tokoh Antagonis Argentina di Final Piala Dunia 2026, Enzo Fernandez Buka Suara
-
KPK Bongkar Modus 'Pinjam Bendera' yang Jerat Bupati Lombok Barat