- Putra Mahkota Iran, Reza Pahlavi, tertipu oleh pelaku Rusia yang mengaku sebagai perwakilan Kanselir Jerman.
- Pahlavi mendukung rencana fiktif pengeboman Teheran, bahkan menyebutnya sebagai sebuah "perang salib" (crusade).
- Insiden ini diungkap Trita Parsi pada Kamis (5/3/2026), menyoroti peran Justin Forsyth sebagai pengendali Pahlavi.
Suara.com - Putra Mahkota Iran, Reza Pahlavi, tengah menjadi sorotan tajam setelah dirinya terbukti menjadi korban kejahilan (prank) dari pelaku asal Rusia.
Tak sekadar tertipu, Reza Pahlavi terekam kamera memberikan dukungan penuh terhadap rencana fiktif pengeboman Teheran, bahkan melabeli agresi militer tersebut sebagai sebuah "perang salib".
Insiden memalukan ini diungkap ke publik oleh pengamat politik dan penulis, Trita Parsi, melalui akun X pribadinya, @tparsi.
Dalam keterangannya, Trita Parsi membeberkan bagaimana tokoh yang digadang-gadang berharap diangkat kembali menjadi Shah Iran oleh Donald Trump tersebut, dengan mudahnya diperdaya oleh perwakilan pemerintah Jerman palsu.
"Para pelaku iseng Rusia memperdayai Reza Pahlavi agar percaya bahwa mereka adalah perwakilan dari Kanselir Jerman," tulis keterangan unggahan X tersebut, pada Kamis (5/3/2026).
Menurut Parsi, skenario jebakan ini terjadi beberapa hari sebelum eskalasi perang di Timur Tengah pecah.
Keadaan menjadi sangat fatal ketika perwakilan palsu tersebut mengklaim bahwa Jerman akan bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk menjatuhkan bom di Iran.
Bukannya menolak atau mempertanyakan rencana penghancuran negaranya sendiri, Pahlavi justru merespons informasi tersebut dengan sangat gembira. Ia menilai bergabungnya negara Eropa sangat penting agar AS dan Israel tidak sendirian di mata dunia.
Lebih lanjut, Pahlavi secara eksplisit menggunakan istilah 'crusade' (perang suci/perang salib) untuk menggambarkan serangan militer gabungan tersebut.
Baca Juga: Amerika Akui Tak Mampu Hadapi Drone-drone Iran
“Itu jelas jadi elemen yang disambut baik buat kita kalau ada lebih banyak orang yang gabung di perang suci (crusade) ini. Dan saya seneng banget Jerman mengambil sikap yang sekuat itu. Saya harap yang lain juga bakal ngikutin jejaknya," ujar Pahlevi dalam video tersebut.
Di akhir keterangan unggahan X, Trita Parsi juga memberikan catatan kritis terkait lingkaran dalam Pahlavi. Ia menyoroti sosok Justin Forsyth yang disebutnya sebagai pengendali (handler) Pahlavi saat ini.
Forsyth sendiri merupakan mantan pejabat pemerintah Inggris yang memiliki rekam jejak kontroversial, di mana ia terpaksa mengundurkan diri dari jabatannya di UNICEF setelah mengakui adanya perilaku tidak pantas terhadap staf perempuan. (Tsabita Aulia)
Berita Terkait
-
Chiki Fawzi Nekat Tembus Blokade Gaza di Tengah Eskalasi Perang Iran vs AS-Israel Demi Beri Bantuan
-
Niat Pulihkan Cedera di Dubai, Bek Newcastle United Malah Terjebak Konflik Iran-AS
-
Amerika Akui Tak Mampu Hadapi Drone-drone Iran
-
Dewan Perdamaian Lumpuh: Pembicaraan Tertunda Akibat Perang Iran
-
Perancis dan Spanyol 'Lawan AS', Tidak Takut Ancaman Embargo Dagang Trump
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Tembakan Polisi Tewaskan Remaja di Makassar, Polri Klaim Penggunaan Senpi Terus Dievaluasi
-
Larang Ada Interupsi dalam Sidang Praperadilan Yaqut, Hakim ke KPK: Ini Bukan Acara Talkshow TV
-
Bareskrim Rampas dan Setor Uang Rp58,1 Miliar Hasil Kejahatan Judi Online ke Negara
-
Amerika Akui Tak Mampu Hadapi Drone-drone Iran
-
DPRD DKI: Sengkarut Tata Ruang Jakarta Harus Dibenahi!
-
Tolak Perang untuk Israel, Tangan Mantan Marinir AS Patah Ditarik Paksa oleh Senator di Ruang Sidang
-
YLBHI Desak Jaminan Hak Berserikat dan Kekuatan Eksekusi Hukum dalam RUU PPRT
-
Sumbang Devisa Rp253 Triliun, Rieke PDIP Tagih Pengesahan RUU PPRT yang Mangkrak 22 Tahun
-
Tragedi Perang Jeli Remaja Makassar: Saat Senjata Mainan Dibalas Timah Panas
-
Jakarta Darurat Hunian, DPRD DKI Wanti-wanti Nasib Warga Terdampak Relokasi Normalisasi Sungai