-
Justin Hubner tampil sangat impresif bersama Fortuna Sittard dan mencetak gol di Eredivisie.
-
Legenda Belanda Ferdi Vierklau menyarankan PSV Eindhoven untuk merekrut bek Timnas Indonesia tersebut.
-
Hubner dinilai sebagai bek modern yang sangat disiplin dalam bertahan dan cerdas membaca permainan.
Suara.com - Lanskap sepak bola Belanda kini tengah menaruh perhatian besar pada bek tangguh Timnas Indonesia, Justin Hubner.
Pemain keturunan Indonesia yang kini merumput di Eredivisie tersebut terus menunjukkan kelasnya dalam mengawal lini belakang tim.
Fortuna Sittard menjadi panggung utama bagi Hubner untuk memamerkan kualitas bertahannya yang semakin matang dan impresif.
Berkat konsistensi yang ia tunjukkan, pembicaraan mengenai langkah besar dalam kariernya mulai ramai dibahas oleh publik.
Eksistensi Hubner di kasta tertinggi Liga Belanda tersebut dinilai telah mencapai level yang lebih tinggi.
Pertandingan menghadapi NEC Nijmegen pada awal Maret 2026 menjadi bukti nyata kehebatan pemain berusia 23 tahun ini.
Dalam duel yang berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Fortuna Sittard, Hubner tampil begitu dominan.
Ia tidak hanya menjadi tembok kokoh bagi lawan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata di lini depan.
Satu gol berhasil ia sarangkan ke gawang lawan sebagai pelengkap performa individunya yang sangat luar biasa.
Baca Juga: John Herdman Naturalisasi 2 Pemain Keturunan dari Eropa, Siapa?
Ketenangannya dalam menjaga area pertahanan selama 90 menit penuh patut mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi.
Penampilan cemerlang tersebut rupanya memikat hati Ferdi Vierklau yang merupakan mantan penggawa Ajax Amsterdam.
Vierklau melihat adanya potensi besar dalam diri Hubner sebagai sosok bek tengah modern di era sekarang.
Kemampuan Hubner dalam membaca arah bola dianggap sebagai kunci utama ia sulit ditembus oleh barisan penyerang.
Ia juga dikenal sangat cerdik dalam memutus skema serangan balik sebelum masuk ke zona berbahaya timnya.
Kedisiplinan dalam menjaga posisi membuat pemain berdarah Indonesia-Belanda ini menjadi aset berharga bagi Fortuna Sittard.
Vierklau bahkan melangkah lebih jauh dengan menyarankan agar klub besar seperti PSV Eindhoven melirik bakatnya.
Ia meyakini bahwa gaya main agresif namun terukur milik Hubner akan sangat cocok dengan skema PSV.
Kehadirannya diprediksi akan menciptakan kolaborasi yang sangat mematikan jika dipasangkan dengan pemain kunci di sana.
“Justin Hubner dari Fortuna Sittard akan menjadi pasangan yang hebat dengan (Jerdy) Schouten,” kata Vierklau.
Perpaduan antara kemampuan distribusi bola Schouten dan ketangguhan fisik Hubner dianggap sebagai formula yang sangat ideal.
Selain aspek bertahan, Hubner juga dikenal sangat berbahaya ketika timnya mendapatkan kesempatan tendangan penjuru.
Hal ini terbukti saat ia kerap merepotkan barisan pertahanan lawan ketika menyambut operan dari Mohamed Ihattaren.
Kombinasi tinggi badan dan timing yang tepat membuatnya selalu unggul dalam duel-duel udara di kotak penalti.
“Dia menjadi ancaman saat tendangan sudut Mo Ihattaren, tetapi dia pantas mendapatkan tempatnya terutama karena kerja defensifnya,” ujar Vierklau.
Meski produktif membantu serangan, fokus utamanya dalam mematikan pergerakan lawan tetap menjadi prioritas yang tak tergoyahkan.
Dalam laga terakhirnya, Hubner tercatat sebagai salah satu pemain yang melakukan intersep terbanyak di lapangan hijau.
Ia menunjukkan kegigihan yang luar biasa setiap kali berhadapan satu lawan satu dengan pemain depan lawan.
Setiap celah yang coba dimanfaatkan oleh musuh selalu bisa ditutup dengan pergerakan tanpa bola yang sangat efektif.
Kejeliannya dalam menentukan waktu intersep membuat alur bola lawan seringkali terhenti di tengah jalan secara prematur.
“Dia secara konsisten mengikuti pemain lawannya melawan NEC dan juga beberapa kali merepotkan lawan,” tutup Vierklau.
Sebelum menapaki kesuksesan di Belanda, Hubner tercatat sebagai jebolan akademi klub Inggris, Wolverhampton Wanderers.
Keputusan untuk pindah ke Fortuna Sittard terbukti tepat karena ia mendapatkan menit bermain reguler yang sangat krusial.
Jam terbang tersebut tidak hanya bermanfaat bagi level klub, tetapi juga memperkuat mentalnya saat membela Timnas Indonesia.
Sebagai bagian dari proyeksi jangka panjang skuad Garuda, peran Hubner di lini belakang kini nyaris tidak tergantikan.
Publik tanah air kini berharap sang pemain bisa segera naik kelas ke tim elit Eropa dalam waktu dekat.
Dengan usia yang masih sangat produktif, peluang Hubner untuk menembus tim raksasa Eredivisie terbuka sangat lebar.
Konsistensi dalam setiap pertandingan akan menjadi kunci utama bagi dirinya untuk menarik minat para pemandu bakat.
Jika performa apik ini terus terjaga, ia akan menjadi simbol kesuksesan pemain Asia Tenggara di liga top.
Dukungan penuh dari para pendukung Indonesia terus mengalir seiring dengan meningkatnya reputasi Hubner di kancah internasional.
Perjalanan kariernya kini berada di jalur yang benar untuk mencapai puncak prestasi tertinggi di benua biru.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
-
Tak Terbukti Lakukan Tindak Pidana, Delpedro Dkk Divonis Bebas!
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
Terkini
-
2 Kriteria Pemain Keturunan Baru Timnas Indonesia Bocor ke Publik
-
Bojan Hodak Pusing Pilih Starting XI Persib Jelang Lawan Persik Kediri, Kenapa?
-
Persija Kebingungan Cari Kandang saat Jamu Dewa United: JIS Tak Ideal, Kondisi Patriot Tanda Tanya
-
Respons Kurniawan usai Timnas Indonesia Segrup Vietnam dan Malaysia di Piala AFF U-17 2026
-
Proyek Masa Depan John Herdman: 6 Pemain Keturunan Ini Eligible Dinaturalisasi Timnas Indonesia
-
Beckham Putra Berharap Persib Lanjutkan Tren Tak Terkalahkan di GBLA saat Jamu Persik
-
Timnas Indonesia Jumpa Musuh Bebuyutan di Piala AFF U-17 2026, PSSI: Drawing Kita Syukuri
-
3 Gelandang Lokal Layak Gantikan Thom Haye Jadi Jenderal Tengah Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Darurat Kualitas Pemain Naturalisasi di Super League? Cuma 3 yang Main Reguler
-
Kurniawan Dwi Yulianto Siap Tempur, Timnas Indonesia U-17 Tantang Rival Abadi di Piala AFF U-17 2026