Bola / Bola Indonesia
Senin, 20 April 2026 | 17:25 WIB
Kronologi keributan yang terjadi antara Bhayangkara FC U-20 dan Dewa United U-20 melibatkan eks Timnas Indonesia U-17, Fadly Alberto Hengga. (Instagram/@futboll.indonesiaa)
Baca 10 detik
  • Pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga, melakukan dua kali serangan fisik terhadap pemain Dewa United saat laga EPA.
  • Korban bernama Rakha Nurkholis mengalami cedera serius pada bagian wajah serta bahu akibat aksi brutal tersebut.
  • Ketua BTN, Sumardji, resmi mencoret Fadly Alberto dari daftar panggil Timnas Indonesia U-20 untuk Piala AFF mendatang.

Suara.com - Aksi brutal pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga ternyata lebih parah dari yang viral di media sosial.

Laporan terbaru menyebutkan, mantan pemain Timnas Indonesia U-17 itu tidak hanya sekali, melainkan dua kali melakukan serangan fisik ke arah pemain Dewa United U-20 dalam laga Elite Pro Academy (EPA).

Menurut akun Instagram @smgfootball, sebelum momen tendangan kungfu yang viral terjadi, Fadly Alberto terlebih dahulu menyerang pemain Dewa United U-20 yang sedang berada di bangku cadangan.

“Sebelum terjadi tendangan kungfu yang viral, pemain Bhayangkara FC U-20 dengan nomor punggung (24) juga lebih dahulu melakukan terjangan ke pemain Dewa United di bench yaitu nomer punggung (158) Mohamad Ridwan. Setelahnya di video tendangan yang viral kepada nomor punggung (130) Rakha,” tulis akun @smgfootball.

Aksi kedua yang viral itulah yang kemudian menyebabkan korban bernama Rakha Nurkholis mengalami cedera serius.

Laporan menyebutkan, akibat tendangan tersebut, Rakha mengalami sejumlah luka di wajah dan dislokasi bahu. Pihak keluarga bahkan dikabarkan akan menempuh jalur hukum atas insiden ini.

Rentetan aksi tak terpuji ini berbuah sanksi terberat bagi karier Fadly Alberto.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji secara tegas telah mencoret namanya dari daftar panggil Timnas Indonesia U-20 yang sedang dipersiapkan untuk Piala AFF U-19 2026.

"Sudah dicoret di Timnas Alberto hengga. Dia pemain kunci Timnas U-20,” kata Sumardji kepada akun @futboll.indonesiaa.

Baca Juga: Nova Arianto Siapkan Sanksi untuk Pemain Timnas Indonesia U-20 yang Terlibat Keributan EPA

Pencoretan ini menjadi pukulan telak, mengingat sebelumnya ia merupakan salah satu dari 28 pemain yang dipanggil oleh pelatih Nova Arianto.

Terungkapnya fakta baru mengenai dua kali serangan ini semakin memperburuk citra sang pemain dan menjadi pelajaran pahit bagi dunia sepak bola usia muda di Indonesia.

Load More