- Chinese Super League 2026 dimulai dengan sanksi pengurangan poin pada lebih dari separuh peserta akibat skandal pengaturan skor.
- Federasi Sepak Bola China (CFA) menjatuhkan hukuman kepada 73 orang larangan seumur hidup terkait korupsi dan perjudian.
- Juara bertahan Shanghai Port dan runner-up Shanghai Shenhua termasuk klub yang mendapat pengurangan poin signifikan sebelum liga dimulai.
Suara.com - Musim baru Chinese Super League 2026 atau Liga Super China dimulai dengan situasi yang tidak biasa. Lebih dari setengah peserta liga harus memulai kompetisi dengan poin minus akibat sanksi skandal pengaturan skor.
Total sembilan klub mendapat pengurangan poin sebelum musim dimulai.
Bahkan juara bertahan Shanghai Port dan runner-up musim lalu Shanghai Shenhua ikut terkena hukuman.
Sanksi ini merupakan bagian dari penyelidikan besar yang dilakukan Federasi sepak bola China.
Investigasi tersebut mengungkap praktik match-fixing, perjudian, dan korupsi yang melibatkan banyak pihak di industri sepak bola China.
Sebagai hasilnya, sebanyak 73 orang dijatuhi larangan seumur hidup dari dunia sepak bola.
Selain itu, 13 klub juga dikenai pengurangan poin dan denda finansial.
Dalam pernyataan resminya, CFA menegaskan hukuman itu bertujuan membersihkan sepak bola nasional.
“Sanksi ini diberikan untuk menegakkan disiplin industri, memurnikan lingkungan sepak bola, dan menjaga kompetisi yang adil,” tulis CFA.
Baca Juga: Terdakwa Mulyatsah Merasa "Dijebak" Eks Mendikbud Nadiem Makarim Soal Proyek Chromebook
Besaran pengurangan poin berbeda-beda. Shanghai Shenhua dan Tianjin Jinmen Tiger menjadi yang paling berat dengan potongan 10 poin.
Sementara itu, Qingdao Hainiu memulai musim dengan minus tujuh poin. Di bawahnya ada Shandong Taishan dan Henan FC yang masing-masing dikurangi enam poin.
Empat klub lain juga memulai musim dengan minus lima poin. Mereka adalah Zhejiang FC, Wuhan Three Towns, Shanghai Port, dan Beijing Guoan.
Salah satu nama besar yang terseret dalam skandal ini adalah mantan pelatih timnas China, Li Tie.
Mantan gelandang Everton itu termasuk dalam daftar 73 orang yang dilarang beraktivitas di sepak bola seumur hidup.
Li Tie mengakui terlibat dalam praktik korupsi selama bertahun-tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 18 Kode Redeem FF Max Terbaru 6 Maret 2026: Ada Skin Chromasonic, XM8, dan Katana
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
Pilihan
-
Siapa Dua Pimpinan DPRD Sumsel yang Rumdinnya Direncanakan Punya Meja Biliar Ratusan Juta?
-
Tragedi Longsor TPST Bantar Gebang: 3 Tewas Tertimbun, Polisi Duga Masih Ada Korban Lain
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
Terkini
-
Kasus 115 Dakwaan Pelanggaran Finansial, Kapan Manchester City Dikurangi 60 Poin?
-
Efek Cristiano Ronaldo! Followers Instagram UD Almera Meledak, Kejar Real Madrid
-
Cek Fakta: Benarkah Bek Uruguay Sindir Messi Lewat Foto Che Guevara? Ini Kebenarannya
-
Enggan Remehkan Lawan, Federico Barba Paham Keunggulan Persik Kediri?
-
Miliano Jonathans Kemungkinan Besar Dicoret Tak Bisa Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Kapan Terakhir Elkan Baggott Bela Timnas Indonesia?
-
Kronologis Miliano Jonathans Alami Cedera Serius, Media Asing: Horor di Woudestein!
-
RESMI! Elkan Baggott Dipanggil Timnas Indonesia
-
Viral Pemain Timnas Putri Iran Kirim Kode Isyarat Minta Tolong dari Dalam Bus
-
Lionel Messi Dihujat Usai Bertemu Trump, Istri Maradona: Dia Tak Peduli Omongan Orang