Bola / Liga Inggris
Senin, 09 Maret 2026 | 10:11 WIB
Duka mendalam menyelimuti dunia sepak bola Inggris setelah pemain akademi Oxford United, Amelia Aplin, meninggal dunia pada usia 15 tahun. [Instagram @oufcofficial]
Baca 10 detik
  • Pemain akademi Oxford United, Amelia Aplin (15 tahun), meninggal dunia setelah kolaps saat bertanding.
  • Insiden tragis ini terjadi pada hari Sabtu (8/3) saat laga akademi melawan Fulham di Horspath.
  • Sebagai bentuk penghormatan, pertandingan tim putri Oxford United yang dijadwalkan hari Minggu ditunda.

Suara.com - Duka mendalam menyelimuti dunia sepak bola Inggris setelah pemain akademi Oxford United, Amelia Aplin, meninggal dunia pada usia 15 tahun.

Remaja berbakat itu kolaps saat menjalani pertandingan akademi pada Sabtu (8/3).

Insiden tragis tersebut terjadi ketika tim wanita Oxford United menghadapi Fulham di fasilitas latihan klub di Horspath.

Pihak klub Ole Romeny mengonfirmasi kabar meninggalnya Amelia melalui pernyataan resmi di media sosial klub.

“Dengan kesedihan yang mendalam kami mengumumkan wafatnya pemain akademi berusia 15 tahun, Amelia Aplin,” tulis pernyataan resmi klub.

Amelia dilaporkan tiba-tiba kolaps di tengah pertandingan. Tim medis dari kedua klub bersama layanan darurat langsung memberikan penanganan.

“Kami ingin menyampaikan apresiasi kepada staf medis Oxford United dan Fulham, serta layanan darurat atas upaya mereka,” lanjut pernyataan tersebut.

Sebagai bentuk penghormatan, pertandingan Oxford Putri melawan Real Bedford yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu akhirnya ditunda.

Klub juga menegaskan akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga dan semua pihak yang terdampak.

Baca Juga: Jelang FIFA Series 2026, Ole Romeny Lupa Caranya Cetak Gol

“Klub akan memberikan dukungan kepada keluarga Amelia, para pemain, pelatih, dan staf yang terdampak oleh peristiwa tragis ini,” tulis Oxford United.

Pihak klub juga meminta publik menghormati privasi keluarga di tengah masa duka.

“Kami memohon agar privasi keluarga dihormati pada masa yang sangat sulit ini.”

Kontributor: M.Faqih

Load More