-
Ole Romeny belum mencetak gol setelah 14 penampilan bersama Oxford United musim ini.
-
Cedera panjang menghambat performa Romeny yang sempat tampil menjanjikan pada laga pramusim.
-
Ketajaman Romeny sangat dinanti Timnas Indonesia untuk menghadapi ajang FIFA Series Maret 2026.
Suara.com - Performa Ole Romeny di musim 2025/2026 seperti tertahan. Sempat memulai pramusim dengan optimisme tinggi bersama Oxford United di ajang Piala Presiden di Indonesia, lajunya mendadak melambat setelah cedera datang menghantam.
Sejak saat itu, ritme dan momentum yang sempat terbangun tak lagi terlihat sama. Ia baru kembali mencicipi atmosfer kompetitif pada 4 November 2025.
Dalam laga kontra Stoke City, Romeny hanya mendapat kesempatan sembilan menit saat timnya kalah 0-3. Waktu yang terlalu singkat untuk memberi pengaruh berarti, tetapi cukup menjadi tanda bahwa dirinya sudah kembali merumput.
Namun persoalan muncul setelahnya. Comeback tak serta-merta diikuti produktivitas. Total 14 penampilan telah ia catat di Championship musim ini, termasuk dua kali tampil sebagai starter.
Sayangnya, belum satu pun berbuah gol. Untuk seorang penyerang, catatan tersebut jelas mengundang sorotan.
Teranyar, Romeny dimainkan selama 24 menit saat Oxford United kembali tumbang 1-2 dari Stoke City. Ia ditempatkan sebagai penyerang kanan, bukan murni di tengah.
Posisi yang lebih melebar membuatnya tak terlalu sering berada di kotak penalti. Meski begitu, publik tetap menanti kontribusi paling utama dari seorang striker: mencetak gol.
Situasi ini menjadi perhatian tersendiri karena Maret mendatang ia dijadwalkan membela Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026.
Ketajaman lini depan akan sangat dibutuhkan. Indonesia memerlukan sosok yang mampu memecah kebuntuan di laga penting, bukan sekadar pergerakan tanpa hasil akhir.
Baca Juga: Allahuakbar! 5 Pemain Timnas Indonesia Pindah Agama Peluk Islam, Ada Kiper
Di usia 25 tahun, Romeny sejatinya masih punya banyak waktu untuk bangkit. Tetapi sepak bola tak pernah benar-benar menunggu.
Jika gol tak segera datang, tekanan bisa berubah menjadi beban. FIFA Series 2026 berpotensi menjadi panggung pembuktian, apakah Ole Romeny mampu menemukan kembali sentuhan terbaiknya atau justru semakin tenggelam dalam paceklik gol.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak, Pengacara: HAM Tak Jadi Acuan
-
4 Rekomendasi Serum Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Glowing Tanpa Was-Was!
-
Janji 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Ditagih, Pemerintah Diminta Berhenti Berkilah
-
Indonesia Percepat Langkah Kurangi Emisi Karbon lewat Teknologi CCS
-
Kenang Korban, Massa Gelar Aksi 'Agustus Gelap' di UGM: Menolak Lupa Kekerasan Aparat
-
Diskon Tiket Pestapora 2026 dari BRI, Segera Klaim Sebelum Habis!
-
Cerita Pedagang yang Tiba-tiba Naik ke Desil 10, Kaget dan Tak Terima Bantuan Lagi
-
Dari Limbah Plastik dan Tekstil, Ini Eco Jersey Pertamina Eco RunFest 2026
-
Sinopsis Unabomber, Kisah Nyata Mahasiswa Harvard Jadi Teroris Buronan FBI
-
Perkuat Keandalan Operasi dan Produksi Migas, PHR Resmikan Fasilitas EPF Libo GS