Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:04 WIB
Piala Presiden (IG Ole Romeny)
Baca 10 detik
  • Ole Romeny belum mencetak gol setelah 14 penampilan bersama Oxford United musim ini.

  • Cedera panjang menghambat performa Romeny yang sempat tampil menjanjikan pada laga pramusim.

  • Ketajaman Romeny sangat dinanti Timnas Indonesia untuk menghadapi ajang FIFA Series Maret 2026.

Suara.com - Performa Ole Romeny di musim 2025/2026 seperti tertahan. Sempat memulai pramusim dengan optimisme tinggi bersama Oxford United di ajang Piala Presiden di Indonesia, lajunya mendadak melambat setelah cedera datang menghantam.

Sejak saat itu, ritme dan momentum yang sempat terbangun tak lagi terlihat sama. Ia baru kembali mencicipi atmosfer kompetitif pada 4 November 2025.

Dalam laga kontra Stoke City, Romeny hanya mendapat kesempatan sembilan menit saat timnya kalah 0-3. Waktu yang terlalu singkat untuk memberi pengaruh berarti, tetapi cukup menjadi tanda bahwa dirinya sudah kembali merumput.

Namun persoalan muncul setelahnya. Comeback tak serta-merta diikuti produktivitas. Total 14 penampilan telah ia catat di Championship musim ini, termasuk dua kali tampil sebagai starter.

Sayangnya, belum satu pun berbuah gol. Untuk seorang penyerang, catatan tersebut jelas mengundang sorotan.

Teranyar, Romeny dimainkan selama 24 menit saat Oxford United kembali tumbang 1-2 dari Stoke City. Ia ditempatkan sebagai penyerang kanan, bukan murni di tengah.

Posisi yang lebih melebar membuatnya tak terlalu sering berada di kotak penalti. Meski begitu, publik tetap menanti kontribusi paling utama dari seorang striker: mencetak gol.

Situasi ini menjadi perhatian tersendiri karena Maret mendatang ia dijadwalkan membela Timnas Indonesia di ajang FIFA Series 2026.

Ketajaman lini depan akan sangat dibutuhkan. Indonesia memerlukan sosok yang mampu memecah kebuntuan di laga penting, bukan sekadar pergerakan tanpa hasil akhir.

Baca Juga: Allahuakbar! 5 Pemain Timnas Indonesia Pindah Agama Peluk Islam, Ada Kiper

Di usia 25 tahun, Romeny sejatinya masih punya banyak waktu untuk bangkit. Tetapi sepak bola tak pernah benar-benar menunggu.

Jika gol tak segera datang, tekanan bisa berubah menjadi beban. FIFA Series 2026 berpotensi menjadi panggung pembuktian, apakah Ole Romeny mampu menemukan kembali sentuhan terbaiknya atau justru semakin tenggelam dalam paceklik gol.

Load More