- Wakil Presiden ke-6 RI Jenderal TNI Try Sutrisno meninggal dunia di RSPAD.
- Kabar duka, Try Sutrisno wafat pada Senin pagi di usia kesembilan puluh satu.
- Jenazah Jenderal TNI Try Sutrisno disemayamkan di rumah duka Menteng Jakarta Pusat.
Suara.com - Kabar duka menyelimuti Indonesia. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno, dikabarkan meninggal dunia pada Senin (2/3/2026) pagi. Tokoh militer sekaligus negarawan tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada pukul 06.58 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.
Kabar meninggalnya Try Sutrisno dikonfirmasi langsung oleh Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Letjen TNI Albertus Budi Sulistya.
"Benar," ujar Budi singkat saat dikonfirmasi oleh awak media, Senin (2/3/2026).
Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, jenazah almarhum akan dimandikan terlebih dahulu di rumah duka RSPAD sebelum disemayamkan di kediaman pribadinya di kawasan Menteng.
"Telah meninggal dunia ayah/kakek/buyut/kakak kami, Jenderal TNI (Purn) H. Try Sutrisno bin Subandi pada hari ini, Senin, 2 Maret 2026 pukul 06.58 WIB. Jenazah akan dibawa ke rumah duka di Jl. Purwakarta No. 6, Menteng, Jakarta Pusat," demikian bunyi pernyataan resmi dari keluarga besar.
Pihak keluarga juga menyampaikan permohonan maaf serta doa dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
"Kami memohon doa agar amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan dimaafkan segala kesalahan serta kekhilafannya semasa hidup. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya," lanjut keterangan tertulis tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum tersedia rincian mengenai jadwal dan lokasi pemakaman almarhum. Pihak keluarga menyatakan bahwa informasi terkait hal tersebut akan disampaikan lebih lanjut dalam waktu dekat.
Try Sutrisno merupakan sosok yang sangat dihormati dalam sejarah militer dan politik Indonesia. Sebelum menjabat sebagai Wakil Presiden mendampingi Presiden Soeharto pada periode 1993–1998, ia pernah memegang jabatan puncak sebagai Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).
Baca Juga: Persija Jakarta Berduka, Salah Satu Gelandang Terbaiknya Meninggal Dunia
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Reshuffle Kabinet Makin Dekat? Sekjen Demokrat Tegaskan Nasib Menteri di Tangan Prabowo
-
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Bahlil Bakal Jadi Menko? Begini Respons Sekjen Golkar
-
Kronologi Kasus Korupsi Nikel, Ketua Ombudsman Hery Susanto Diduga Terima Suap Rp1,5 Miliar
-
Terima Penghargaan KWP Award 2026, Rizki Faisal: Jarak Geografis Tak Boleh Halangi Hak Hukum Warga
-
Jakarta Waspada Ledakan Kasus ISPA, Gubernur Pramono: El Nino Mengancam hingga September!
-
Dukung Iran, Organisasi Houthi Siap Blokir Jalur Minyak Laut Merah
-
Apa Itu OSD HMT ITB? Mengenal Tradisi Musik Mahasiswa Tambang yang Sarat Lirik Mesum
-
Golkar Desak RUU Pemilu Segera Dibahas Jika Ingin Ada Perubahan: Akhir Tahun Tahapan Dimulai!
-
Analis Beberkan Dampak Mengerikan Bagi Asia Jika Iran Tutup Laut Merah
-
Kata Nelayan Ciliwung Soal Ikan Sapu-sapu: Jadi Hama Sekaligus Bahan Baku Cilok