Bola / Bola Indonesia
Selasa, 10 Maret 2026 | 19:05 WIB
Elkan Baggott (IG Elkan Baggott)
Baca 10 detik
  • Elkan Baggott resmi kembali memperkuat Timnas Indonesia untuk ajang FIFA Series 2026.

  • Kehadiran Baggott menambah ketat persaingan posisi bek tengah yang dihuni Jay Idzes.

  • Pengalaman bermain di Inggris menjadi modal utama Baggott merebut kepercayaan pelatih Herdman.

Suara.com - Kekuatan lini pertahanan Timnas Indonesia dipastikan akan semakin solid dan kompetitif dalam waktu dekat.

Kabar terbaru menyebutkan bahwa bek tangguh Elkan Baggott telah resmi kembali memperkuat barisan skuad Garuda.

Kehadiran pemain bertinggi badan menjulang ini diprediksi akan mengubah peta persaingan di posisi jantung pertahanan.

Baggott terpanggil kembali untuk membela negara dalam ajang bergengsi FIFA Series edisi tahun 2026 ini.

Momen ini menjadi kemunculan perdana sang pemain setelah sempat absen cukup lama sejak awal tahun 2024.

Daftar Pemain Bertahan Skuad Garuda

Nama Elkan Baggott kini bersanding dengan sejumlah pemain belakang langganan yang sudah memiliki reputasi besar.

Di dalam daftar tersebut terdapat nama-nama beken seperti Jay Idzes, Justin Hubner, hingga Rizky Ridho.

Selain itu, pelatih juga memanggil Kevin Diks, Jordi Amat, serta pemain muda berbakat Muhammad Ferarri.

Baca Juga: Pengamat Komentari Garuda Calling Perdana John Herdman, Anggap sebagai Langkah Realistis

Ketersediaan stok pemain belakang yang melimpah tentu memberikan keuntungan besar bagi kedalaman tim nasional Indonesia.

Namun di sisi lain, kondisi ini memaksa setiap pemain untuk memberikan performa terbaiknya saat latihan.

Dominasi Pemain Pilihan Utama Pelatih

Sebelum Baggott kembali, terdapat empat nama yang secara konsisten menjadi tembok utama pertahanan tim Merah Putih.

Nama-nama tersebut seringkali menjadi pilihan utama baik di era Shin Tae-yong maupun kepemimpinan Patrick Kluivert.

Dalam berbagai skema pertandingan, sosok Jay Idzes muncul sebagai pemain yang posisinya hampir tidak tersentuh.

Idzes dianggap memiliki ketenangan dan kemampuan membaca permainan yang sangat baik di atas lapangan hijau.

Hal ini menjadikannya figur sentral yang memimpin koordinasi lini belakang dalam setiap pertandingan internasional.

Transformasi Skema Formasi Lini Belakang

Saat masih ditangani oleh Shin Tae-yong, Indonesia sering menerapkan formasi yang menggunakan tiga bek sejajar.

Trio Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Justin Hubner biasanya menjadi pilihan tetap untuk mengisi formasi tersebut.

Terkadang pelatih juga memasukkan nama Mees Hilgers atau bek senior Jordi Amat sebagai opsi rotasi tim.

Perubahan strategi mulai terlihat ketika kursi kepelatihan beralih ke tangan legenda Belanda, Patrick Kluivert.

Di bawah arahannya, peran Rizky Ridho dan Justin Hubner perlahan mulai mengalami pergeseran di dalam skuad.

Pilihan Taktik Empat Bek Sejajar

Kluivert lebih gemar menggunakan format empat bek sejajar yang menuntut mobilitas tinggi dari para pemainnya.

Dalam skema ini, duet antara Jay Idzes dan Kevin Diks menjadi pilihan favorit untuk mengawal area penalti.

Kini, dengan kembalinya Elkan Baggott, persaingan untuk memperebutkan posisi starter menjadi jauh lebih sengit.

Pemain yang saat ini membela klub Inggris, Ipswich Town, tersebut harus bekerja ekstra keras di lapangan.

Ia perlu membuktikan bahwa kualitasnya masih layak untuk menempati posisi utama di level sepak bola internasional.

Keunggulan Fisik dan Postur Baggott

Secara teknis, Elkan Baggott sebenarnya memiliki modal yang sangat kuat untuk bersaing dengan pemain lainnya.

Pemain berusia 23 tahun ini memiliki keunggulan fisik yang sangat dominan dengan tinggi badan mencapai 196 cm.

Postur tubuh yang menjulang tersebut sangat efektif untuk memenangkan duel-duel udara melawan penyerang lawan yang tangguh.

Baggott juga dikenal memiliki disiplin posisi yang baik serta kemampuan intersep bola yang sangat akurat.

Kualitas bertahannya sudah teruji dalam berbagai level pertandingan, baik di level klub maupun laga internasional.

Pengalaman Bermain di Liga Inggris

Jam terbang yang dimiliki Baggott saat berkompetisi di Liga Inggris menjadi nilai tambah yang sangat signifikan.

Ia sudah sangat terbiasa dengan gaya permainan yang mengandalkan kontak fisik keras dan intensitas permainan tinggi.

Karakteristik permainan seperti ini dinilai sangat cocok dengan gaya kepemimpinan pelatih John Herdman saat ini.

Keberanian dalam melakukan duel fisik bisa menjadi pertimbangan utama pelatih dalam menyusun komposisi pemain inti.

Pengalaman internasionalnya juga akan sangat membantu pemain muda lain dalam beradaptasi dengan tekanan pertandingan besar.

Peluang Masuk Starting Eleven Utama

Kesempatan Baggott untuk bermain sejak menit awal akan sangat bergantung pada skema yang dipilih oleh Herdman.

Jika pelatih memutuskan menggunakan tiga bek tengah, maka peluang Baggott untuk tampil sebagai starter sangat terbuka.

Namun, tantangan akan jauh lebih berat apabila pelatih hanya menggunakan dua orang bek tengah saja.

Baggott harus bersaing secara langsung dengan pemain lain untuk menjadi pendamping bagi sosok Jay Idzes.

Hingga saat ini, posisi Jay Idzes di jantung pertahanan Timnas Indonesia memang terlihat masih sangat kokoh.

Load More