- Timnas Iran resmi mengundurkan diri dari Piala Dunia 2026 karena situasi politik konflik AS-Israel menewaskan pemimpin mereka.
- Menteri Olahraga Iran mengumumkan penarikan diri buntut serangan udara yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei di tengah panasnya politik.
- FIFA memiliki kekuasaan absolut menentukan pengganti Iran tanpa terikat regulasi konfederasi, dipengaruhi faktor politis.
Suara.com - Keputusan mengejutkan datang dari Timnas Iran yang menarik diri dari perhelatan akbar Piala Dunia 2026.Langkah yang diumumkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Iran ini sontak memicu polemik mengenai siapa yang berhak mengisi slot kosong tersebut.
Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali mengonfirmasi bahwa penarikan diri ini merupakan buntut dari situasi politik yang memanas.
Konflik antara Irak dan pasukan gabungan Amerika Serikat-Israel yang tak kunjung usai menjadi alasan utama.
Puncaknya adalah serangan udara AS dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei yang membuat partisipasi Iran di turnamen yang salah satunya digelar di AS menjadi mustahil.
Di tengah ketidakpastian ini, sorotan beralih pada regulasi FIFA. Mantan Direktur Regulasi Sepak Bola FIFA, James Kitching memberikan pandangan yang mencerahkan sekaligus mengejutkan.
Menurutnya FIFA memiliki kekuasaan absolut untuk menentukan tim pengganti tanpa terikat aturan konfederasi.
"Tidak ada preseden modern untuk masalah ini, dan menurut peraturan FIFA sendiri, mereka memiliki izin penuh untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan jika sebuah tim mengundurkan diri," kata Kitching, sebagaimana dilaporkan oleh Reuters.
Pernyataan ini membuka segala kemungkinan. Artinya, FIFA tidak wajib menunjuk tim dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) untuk menggantikan posisi Iran.
Secara teori, negara dari benua mana pun bisa mendapatkan tiket emas ke Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Infantino Bawa Pesan Trump untuk Iran: Izin, Kalian Tetap Main kan di Piala Dunia 2026?
"Artinya, misalnya jika ada tim yang mengundurkan diri maka tidak harus diganti oleh tim yang berasal dari konfederasi yang sama, atau bahkan tidak perlu diganti sama sekali," jelas Kitching lebih lanjut.
Meski begitu, Kitching juga menambahkan bahwa keputusan akhir tidak hanya bergantung pada regulasi tertulis.
Faktor politis akan memainkan peran yang sangat signifikan dalam penentuan kebijakan FIFA selanjutnya, yang membuat situasi ini semakin kompleks.
"Apakah skenario tersebut bisa diterima secara politis? Itu pertanyaan berbeda," tutup Kitching.
Berita Terkait
-
5 Pemain Timnas Indonesia yang Minim Menit Bermain, Bakal Dicoret John Herdman?
-
Iran Resmi Mundur, Indonesia Sebaiknya Tak Ambil Kesempatan Meski Ada Peluang untuk Gantikan
-
Timnas Indonesia Disebut Media Inggris saat Bahas Keputusan AS soal Iran di Piala Dunia 2026
-
Mundur dari Piala Dunia 2026, Timnas Iran Kini Terancam Sanksi Berat FIFA
-
Semangat Miliano Jonathans! Terancam Absen hingga Pertengahan Musim Depan
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan