-
Wasit terbaik Afrika asal Somalia, Omar Artan, diusir dan ditolak masuk oleh imigrasi Amerika Serikat.
-
Presiden FIFA Gianni Infantino menyesalkan insiden tersebut dan berjanji segera mencarikan solusi diplomatik terbaik.
-
Penolakan di Bandara Miami ini turut menimpa fotografer tim hingga suporter akibat aturan travel ban.
Suara.com - Kebijakan ketat imigrasi Amerika Serikat (AS) mulai mengancam inklusivitas turnamen sepak bola akbar internasional Piala Dunia 2026. Keberangkatan pengadil lapangan terbaik benua Afrika asal Somalia, Omar Artan, justru berujung pada pengusiran di pintu kedatangan.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara terbuka mengecam insiden penolakan akses masuk yang menimpa sang wasit. Federasi sepak bola tertinggi dunia tersebut kini tengah berada di bawah tekanan untuk menjamin visa para delegasi.
"Sangat disayangkan apa yang terjadi kepada Omar (Artan) wasit dari Somalia," ujar Infantino, pada sesi konferensi pers di Mexico City, dikutip dari siaran video FIFA, Kamis WIB.
Petinggi sepak bola dunia itu mengimbau publik untuk menahan diri dari kepanikan massal. Dirinya memastikan bahwa manajemen internal FIFA sedang melobi otoritas Washington demi memediasi persoalan sensitif ini.
"Sekali lagi, kami tidak bisa mengendalikan segalanya. Kami mencoba, kami akan berdiskusi, kami akan berbicara, kita akan lihat hasilnya nanti. Kami tengah mengerjakan semuanya," tutur Infantino.
Persoalan administratif ini ternyata tidak hanya melanda korps baju hitam yang akan bertugas. Kebijakan diskriminatif ini dikabarkan turut menjegal elemen lain, mulai dari fotografer resmi kesebelasan hingga rombongan suporter.
Omar Artan sejatinya memegang reputasi mentereng sebagai Wasit Terbaik Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) edisi 2025. Penolakan ini sekaligus menunda sejarah besar bagi Somalia untuk mengirimkan wasit pertamanya di ajang Piala Dunia.
Petugas Bea Cukai di Bandara Internasional Miami menilai sang pengadil tidak memenuhi prasyarat hukum untuk beraktivitas di teritorial mereka. Padahal, Artan mengklaim seluruh dokumen pendukung serta visa kunjungannya sudah tervalidasi secara lengkap.
Status Somalia yang masuk dalam daftar hitam larangan perjalanan (travel ban) ke AS disinyalir menjadi pemicu utama. Akibat pengusiran tersebut, sang wasit terpaksa diterbangkan kembali menuju Istanbul, Turki, sebagai titik transit awal.
Baca Juga: Fasilitas Jadi Sorotan, Jepang Pindahkan Persiapan Piala Dunia 2026 ke Nashville
Pihak Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS berdalih bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari prosedur operasional baku. Juru bicara lembaga tersebut menyatakan bahwa Artan harus melewati proses penyaringan yang lebih mendalam pada Sabtu (6/6).
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hasto Wanti-wanti Demokrasi Bisa Mati Tanpa Kudeta Militer, Tanda-tanda Mulai Terlihat
-
Pramono Ancam Cabut Izin Swasta yang Timbun Sampah Ilegal di Jakarta
-
Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Usai Polemik Sayembara Tangkap Begal
-
Evolusi Konten GRWM: Dari Sekadar Tutorial Makeup Menjadi Ruang Curhat Paling Relatabel
-
Cak Imin Ajak Semua Parpol Revisi 108 UU demi Wujudkan Prabowonomics
-
10 Cara Menggunakan AC Inverter agar Listrik Tetap Hemat
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Pulihkan Pesisir, BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove di Karawang
-
BRI Peduli Libatkan Petani Lokal Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
HIV AIDS di Sidoarjo Viral Usai Ribuan Kasus Pasien Anak Remaja, Kemenkes Buka Suara