Bola / Bola Dunia
Kamis, 11 Juni 2026 | 07:50 WIB
Omar Artan (Istimewa)
Baca 10 detik
  • Wasit terbaik Afrika asal Somalia, Omar Artan, diusir dan ditolak masuk oleh imigrasi Amerika Serikat.

  • Presiden FIFA Gianni Infantino menyesalkan insiden tersebut dan berjanji segera mencarikan solusi diplomatik terbaik.

  • Penolakan di Bandara Miami ini turut menimpa fotografer tim hingga suporter akibat aturan travel ban.

Suara.com - Kebijakan ketat imigrasi Amerika Serikat (AS) mulai mengancam inklusivitas turnamen sepak bola akbar internasional Piala Dunia 2026. Keberangkatan pengadil lapangan terbaik benua Afrika asal Somalia, Omar Artan, justru berujung pada pengusiran di pintu kedatangan.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, secara terbuka mengecam insiden penolakan akses masuk yang menimpa sang wasit. Federasi sepak bola tertinggi dunia tersebut kini tengah berada di bawah tekanan untuk menjamin visa para delegasi.

"Sangat disayangkan apa yang terjadi kepada Omar (Artan) wasit dari Somalia," ujar Infantino, pada sesi konferensi pers di Mexico City, dikutip dari siaran video FIFA, Kamis WIB.

Wasit asal Somalia, Omar Artan, kembali ke negaranya dengan sambutan meriah setelah gagal tampil di Piala Dunia 2026 akibat ditolak masuk ke Amerika Serikat. [Istimewa]

Petinggi sepak bola dunia itu mengimbau publik untuk menahan diri dari kepanikan massal. Dirinya memastikan bahwa manajemen internal FIFA sedang melobi otoritas Washington demi memediasi persoalan sensitif ini.

"Sekali lagi, kami tidak bisa mengendalikan segalanya. Kami mencoba, kami akan berdiskusi, kami akan berbicara, kita akan lihat hasilnya nanti. Kami tengah mengerjakan semuanya," tutur Infantino.

Persoalan administratif ini ternyata tidak hanya melanda korps baju hitam yang akan bertugas. Kebijakan diskriminatif ini dikabarkan turut menjegal elemen lain, mulai dari fotografer resmi kesebelasan hingga rombongan suporter.

Jelang drawing Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kennedy Center, Washington D.C. diwarnai kritik tajam soal hubungan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presien FIFA, Gianni Infantino. [Instagram Getty Images via BBC]

Omar Artan sejatinya memegang reputasi mentereng sebagai Wasit Terbaik Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) edisi 2025. Penolakan ini sekaligus menunda sejarah besar bagi Somalia untuk mengirimkan wasit pertamanya di ajang Piala Dunia.

Petugas Bea Cukai di Bandara Internasional Miami menilai sang pengadil tidak memenuhi prasyarat hukum untuk beraktivitas di teritorial mereka. Padahal, Artan mengklaim seluruh dokumen pendukung serta visa kunjungannya sudah tervalidasi secara lengkap.

Status Somalia yang masuk dalam daftar hitam larangan perjalanan (travel ban) ke AS disinyalir menjadi pemicu utama. Akibat pengusiran tersebut, sang wasit terpaksa diterbangkan kembali menuju Istanbul, Turki, sebagai titik transit awal.

Baca Juga: Fasilitas Jadi Sorotan, Jepang Pindahkan Persiapan Piala Dunia 2026 ke Nashville

Pihak Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS berdalih bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari prosedur operasional baku. Juru bicara lembaga tersebut menyatakan bahwa Artan harus melewati proses penyaringan yang lebih mendalam pada Sabtu (6/6).

Load More