-
Meksiko berhadapan dengan Afrika Selatan pada pertandingan pembuka Piala Dunia 2026 di Estadio Banorte.
-
Upacara pembukaan di tiga negara dimeriahkan artis global termasuk penampilan penyanyi Palestina di Kanada.
-
Kedua tim menerapkan strategi terbuka demi mengamankan tiga poin pertama di penyisihan Grup A.
Suara.com - Laga pembuka Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Meksiko dan Afrika Selatan di Estadio Banorte, Jumat (12/5/2026) pukul 02.00 WIB. Duel ini menjadi pembuktian awal bagi kedua negara yang sama-sama pernah menjadi tuan rumah turnamen.
Meksiko membawa ambisi besar untuk melangkah lebih jauh setelah kegagalan total pada edisi 2022 di Qatar. Bermain di hadapan publik sendiri menjadi modal utama bagi skuad berjuluk El Tri tersebut.
Pertandingan ini diprediksi berjalan sengit karena mempertemukan dua tim dengan karakter permainan terbuka. Sejarah mencatat Afrika Selatan justru unggul dalam rekor pertemuan terdahulu melawan Meksiko.
Upacara pembukaan turnamen sepak bola terbesar ini akan berlangsung meriah di tiga negara penyelenggara. Panggung megah di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada siap menyajikan hiburan dari deretan musisi global.
Estadio Azteca dan Estadio Banorte di Meksiko akan dihentak oleh penampilan kolaborasi Shakira dan Burna Boy. Sementara itu, SoFi Stadium di Los Angeles menampilkan Katy Perry untuk menghibur penonton di Amerika Serikat.
Kemeriahan di BMO Field Kanada diyakini memicu sorotan tajam karena menghadirkan Elyanna, penyanyi asal Palestina. Kehadiran sang artis membawa dimensi baru di tengah sensitivitas geopolitik yang berkembang di wilayah tersebut.
Meksiko selaku raksasa CONCACAF diunggulkan melaju mulus dari fase Grup A yang juga dihuni Korea Selatan dan Republik Ceko. Tim asuhan Javier Aguirre ini bermodalkan gelar juara CONCACAF Nations League dan Piala Emas.
Performa El Tri sempat meragukan setelah gagal memetik kemenangan dalam enam laga uji coba sepanjang tahun 2025. Namun, grafik permainan mereka kembali menanjak tahun ini setelah menahan imbang beberapa kekuatan utama Eropa.
Ujian pertama untuk mengukur sejauh mana kemajuan performa kolektif mereka berada di tangan Afrika Selatan. Kemenangan pada laga perdana wajib diamankan demi menjaga tradisi apik mereka ketika bermain di kandang.
Baca Juga: Fasilitas Jadi Sorotan, Jepang Pindahkan Persiapan Piala Dunia 2026 ke Nashville
Afrika Selatan lolos ke putaran final setelah tampil perkasa menjuarai Grup C kualifikasi zona Afrika. Hebatnya, pencapaian Bafana Bafana tersebut diraih meski poin mereka sempat dipotong akibat sanksi administratif.
Tim besutan Hugo Broos ini berhasil menyingkirkan Nigeria yang selama ini menjadi pelanggan tetap Piala Dunia. Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa kekuatan kolektif Afrika Selatan tidak boleh dipandang sebelah mata.
Meski demikian, persiapan terakhir Bafana Bafana sedikit terganggu karena gagal menang dalam empat uji coba terakhir. Broos dituntut meracik strategi pertahanan yang solid untuk meredam agresivitas lini serang tuan rumah.
Javier Aguirre diprediksi menerapkan formasi menyerang 4-3-3 dengan mengandalkan ketajaman Raul Jimenez di lini depan. Penyerang Wolverhampton Wanderers tersebut dibantu oleh pergerakan dinamis Julian Quinones dan Roberto Alvarado.
Lini tengah Meksiko akan dikomandoi oleh gelandang berpengalaman Edson Alvarez yang bertindak sebagai kapten tim. Sektor ini menjadi kunci dalam mengalirkan bola sekaligus memutus momentum serangan balik lawan.
Di kubu lawan, Hugo Broos kemungkinan besar akan membalas dengan skema defensif yang mengutamakan keseimbangan. Duet bek Ime Okon dan Mbekezeli Mbokazi menjadi tumpuan utama untuk meredam gempuran El Tri.
Meksiko memiliki sejarah panjang di Piala Dunia dan hanya absen sebanyak lima kali dari total 23 edisi yang ada. Catatan prestasi terbaik mereka adalah mencapai perempat final saat menjadi tuan rumah tahun 1970 dan 1986.
Sementara itu, Afrika Selatan baru memulai debutnya di panggung dunia pada edisi 1998 setelah terbebas dari sanksi politik apartheid. Sepanjang keikutsertaannya, tim negara pelangi tersebut belum pernah sekalipun lolos dari babak penyisihan grup.
Format baru Piala Dunia 2026 yang melibatkan 48 negara menuntut setiap tim tampil habis-habisan sejak laga pertama. Pertemuan kedua tim ini menjadi awal dari era baru kompetisi yang diklaim akan jauh lebih kompetitif.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
Timnas Indonesia U-19 vs Australia, Nova Arianto Pertimbangkan Mainkan Mathew Baker
-
Pelatih Elkan Baggott Mundur dari Ipswich Town
-
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia U-19 vs Australia di Semifinal AFF U-19 2026
-
Presiden FIFA Tak Janji Wasit Somalia Omar Artan Bisa Masuk Amerika untuk Piala Dunia 2026
-
Nyaris Bobol Gawang Mozambik, Marselino Ferdinan Bersyukur Bisa Kembali ke Timnas Indonesia
-
Pesan Menyentuh Beckham Putra Setelah Dihina Fans di GBK: Tetap Berjuang untuk Indonesia
-
PSSI Siap Banned Suporter yang Intimidasi Beckham Putra, CCTV GBK Jadi Bukti
-
Argentina Bantai Islandia, Scaloni Klaim Sudah Temukan Formula Ideal Jelang Piala Dunia 2026
-
Marselino Ferdinan Sukses Comeback, Ole Romeny Ungkap Hubungan Spesial di Lapangan
-
Bek Baru Tottenham, Beban Berat Marcos Senesi Mengembalikan Kejayaan The Lilywhites Musim Depan