Bola / Bola Indonesia
Senin, 16 Maret 2026 | 14:24 WIB
Pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink dalam sebuah sesi tanya jawab dengan awak media. [Instagram @dewaunitedfc]
Baca 10 detik
  • Dewa United bermain imbang 1-1 melawan Persija Jakarta di Jakarta International Stadium pada Minggu (15/3/2026).
  • Emaxwel Correa mencetak gol Persija, sementara Alexis Messidoro menyamakan kedudukan untuk Dewa United.
  • Kiper Dewa United, Sonny Stevens, menggagalkan penalti Persija di akhir laga sehingga skor tetap 1-1.

“Kami hanya memiliki waktu dua hari untuk melakukan persiapan. Pada hari pertama kami bahkan tidak bisa berlatih, dan baru pada hari berikutnya kami dapat membahas tentang Persija." 

"Bagaimana cara mereka bermain serta di mana peluang yang bisa kami manfaatkan, sekaligus mencoba menerapkannya dalam sesi latihan,” lanjutnya.

Dalam kondisi tersebut, Riekerink menilai kekuatan mental pemain menjadi faktor yang sangat penting untuk bangkit.

“Menurut saya, mampu bangkit hanya dalam tiga hari bukanlah hal yang mudah. Kekecewaan tentu ada, terutama dirasakan oleh para pemain. Namun mereka harus mampu menghadapi situasi tersebut dan kembali berdiri," terangnya.

"Bagi kami, hal itu bahkan lebih penting daripada hasil imbang 1-1, yaitu fleksibilitas dan semangat tim. Dalam momen seperti ini, Anda harus menunjukkan seberapa kuat semangat kebersamaan dalam tim, dan saya rasa para pemain telah melakukannya,” sambungnya.

Ia juga menilai para pemain Dewa United mampu menjalankan rencana permainan yang telah disiapkan meski dengan waktu persiapan yang singkat.

“Saya menilai kami memainkan pertandingan yang sangat baik. Kami memiliki keberanian untuk tetap memainkan sepak bola kami. Kami mengetahui di mana letak kelemahan lawan," jelasnya.

"Kami juga tahu bahwa Noah akan memiliki ruang di sisi lapangan karena Persija memainkan bek kanan yang sangat ofensif. Kami sebenarnya bisa memanfaatkan situasi itu lebih banyak lagi, tetapi sekali lagi, kami hanya memiliki dua hari untuk mempersiapkan diri. Meski begitu, kami terus mencoba menyerang dari sisi tersebut dan saya rasa kami cukup berbahaya," tambahnya.

Terkait drama penalti di penghujung laga, pelatih berusia 62 tahun itu menegaskan bahwa hal tersebut tidak mengubah penilaiannya terhadap performa tim.

Baca Juga: Taktik Umpan Pendek Macet Lawan Dewa United, Pelatih Persija Kritik Kondisi Rumput JIS

“Memang kemudian ada situasi penalti, tetapi pada akhirnya hal itu tidak memengaruhi perasaan saya terhadap penampilan tim, apa pun hasil akhirnya. Saya melihat sebuah tim yang mampu bangkit. Saya melihat tim yang sangat disiplin. Saya melihat tim yang bermain dengan rencana yang jelas," tegasnya.

Ia pun mengungkapkan pesan yang sama juga ia sampaikan kepada para pemain di ruang ganti setelah pertandingan.

“Saya juga menyampaikan pujian kepada para pemain di ruang ganti, karena menurut saya itulah makna dari olahraga. Sepak bola adalah tentang tim, dan kebersamaan itulah yang sering kali menjadi kunci untuk memenangkan pertandingan. Mungkin kami tidak memenangkan pertandingan ini, tetapi bagi saya, para pemain telah menunjukkan kemenangan mereka sendiri," tutupnya.

Load More