Bola / Bola Dunia
Rabu, 18 Maret 2026 | 13:24 WIB
Selebrasi Sadio Mane usai mencetak gol ke gawang Mesir di Piala Afrika 2025. (Instagram/@premierleague)
Baca 10 detik
  • Konfederasi Sepak Bola Afrika mencabut gelar Piala Afrika 2025 Senegal dan memberikannya kepada Maroko karena pelanggaran regulasi.
  • Pemain Senegal bereaksi keras melalui media sosial dengan sindiran, menegaskan bahwa mereka tetap merasa menjadi juara turnamen tersebut.
  • CAF memutuskan Senegal kalah 0-3 berdasarkan Pasal 82 karena meninggalkan lapangan saat final melawan Maroko di Rabat.

Suara.com - Keputusan Confederation of African Football CAF) mencabut gelar Piala Afrika 2025 dari Senegal dan memberikannya kepada Maroko memicu kemarahan para pemain.

Alih-alih mengeluarkan pernyataan resmi, skuad Senegal justru meluapkan reaksi lewat media sosial dengan nada sindiran tajam.

Beberapa pemain mengunggah ulang foto saat mereka mengangkat trofi pada final 18 Januari, seolah menegaskan bahwa mereka tetap merasa sebagai juara.

Unggahan tersebut dipenuhi komentar sarkastik yang menyindir keputusan badan sepak bola Afrika itu.

Gelandang Pathe Ciss menjadi salah satu yang paling vokal.

Ia membagikan video kemenangan atas Maroko dan menulis, “Mereka seharusnya bisa memberikan tiga gol lagi kepada para pemain cengeng itu.”

Kritik lebih keras datang dari Pape Demba Diop yang menilai keputusan tersebut tidak masuk akal.

“Saya rasa kita berada di rumah sakit jiwa,” tulisnya.

Bintang Senegal, Sadio Mane, turut angkat bicara dengan kalimat tajam yang memicu perdebatan luas.

Baca Juga: Alasan CAF Cabut Gelar Senegal dan Tetapkan Maroko Juara Piala Afrika 2025

“Semua orang tahu siapa juaranya,” tulis Mane di akun pribadinya, yang langsung viral dan menjadi sorotan penggemar sepak bola.

Sementara pihak federasi sepak bola Senegal belum mengeluarkan pernyataan resmi, namun mereka mengunggah video momen kepulangan tim setelah final.

Banyak pihak menilai langkah itu sebagai sinyal bahwa Senegal tidak menerima keputusan CAF.

Keputusan mencabut gelar juara Piala Afrika 2025 milik Senegal diambil setelah badan banding CAF menyatakan Senegal melanggar aturan dalam laga final yang digelar Januari lalu.

Dalam final yang berlangsung di Rabat, Senegal awalnya menang 1-0 atas Maroko lewat gol di babak tambahan waktu.

Namun pertandingan sempat dihentikan ketika pemain Senegal meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes atas penalti yang diberikan kepada Maroko di menit-menit akhir waktu normal.

Load More