Bola / Bola Dunia
Kamis, 05 Maret 2026 | 18:54 WIB
Mantan pelatih Barcelona, Xavi Hernandez. [Instagram Xavi Hernandez]
Baca 10 detik
  • Pelatih Timnas Maroko, Walid Regragui, mengundurkan diri H-100 menjelang Piala Dunia 2026 karena kekalahan di Piala Afrika.
  • Federasi Sepak Bola Maroko menunjuk pelatih tim U-21 sebagai pelatih interim hingga selesainya Piala Dunia 2026.
  • Federasi gagal merekrut Xavi Hernández karena perbedaan pandangan mengenai komposisi staf pelatih tim nasional.

Suara.com - Kursi pelatih Tim Nasional Maroko mendadak kosong menjelang kick off Piala Dunia 2026.

Pelatih Walid Regragui dilaporkan akan meninggalkan jabatannya H-100 sebelum turnamen empat tahunan itu dimulai.

Melansir dari laporan Cardena Ser, Federasi Sepak Bola Maroko dalam beberapa hari ke depan akan segera mengumumkan pengunduran diri Walid.

Regragui mengambil keputusan mundur setelah kekalahan menyakitkan di Piala Afrika melawan Senegal.

Pelatih yang pernah membawa Maroko mencetak sejarah itu menyerahkan jabatannya kepada federasi.

“Keputusan Regragui tetap sama, ia ingin meninggalkan tim segera,” demikian laporan media Spanyol Cadena SER.

Federasi Maroko sebenarnya sempat mencoba membujuk sang pelatih untuk bertahan. Namun Regragui tetap bersikukuh mundur meski timnya dipandang sebagai salah satu kandidat kejutan di Piala Dunia.

Nama Xavi Hernández sempat menjadi kandidat utama untuk menggantikan posisi tersebut. Mantan pelatih FC Barcelona itu disebut sebagai pilihan nomor satu federasi.

Namun Xavi menolak mengambil alih tim sebelum Piala Dunia dimulai.

Baca Juga: Bocoran Media Inggris, Ini Tim yang Akan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Xavi dikabarkan tidak tertarik menangani proyek besar di tengah musim dengan waktu persiapan yang sangat terbatas.

“Xavi tidak suka mengambil proyek di tengah jalan,” tulis laporan tersebut.

Selain itu, ada perbedaan pandangan terkait komposisi staf pelatih.

Xavi ingin membawa tim kepercayaannya sendiri yang terdiri dari asisten pelatih, analis, dan pelatih fisik.

Sebaliknya, federasi Maroko ingin staf pelatih tim nasional diisi sepenuhnya oleh tenaga lokal.

Perbedaan ini akhirnya membuat negosiasi kedua pihak menemui jalan buntu.

Load More