Bola / Bola Dunia
Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:18 WIB
Jelang drawing Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kennedy Center, Washington D.C. diwarnai kritik tajam soal hubungan antara Presiden AS Donald Trump dengan Presien FIFA, Gianni Infantino. [Instagram Getty Images via BBC]
Baca 10 detik
  • Delegasi sepak bola Iran meninggalkan Kanada dan membatalkan kehadiran di Kongres FIFA akibat interogasi otoritas bandara setempat.
  • Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menolak bantuan Presiden FIFA serta menuduh organisasi tersebut tunduk pada Amerika.
  • Iran menuntut jaminan keamanan penuh bagi timnas mereka agar bisa berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 tanpa kontroversi politik.

Suara.com - Delegasi sepak bola Iran memutuskan meninggalkan Kanada dan absen dari Kongres FIFA 2026 setelah bersitegang dengan otoritas setempat saat tiba di bandara.

Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, menuding perlakuan tersebut sebagai tindakan tidak pantas terhadap delegasinya.

Menurut Taj, rombongan Iran sempat diperiksa dan diinterogasi mengenai dugaan keterkaitan dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) sebelum diizinkan masuk.

“Mereka tidak mengusir kami. Kami sendiri yang memutuskan pergi. Mereka membuat kami menunggu tiga jam tanpa alasan di bandara,” kata Taj kepada Tasnim.

Taj juga mengungkapkan bahwa Presiden FIFA, Gianni Infantino, sempat menawarkan bantuan agar delegasi Iran tetap bisa terbang ke Vancouver menghadiri kongres.

Upaya Presiden FIFA Gianni Infantino, mempertemukan pejabat sepak bola Israel dan Palestina dalam satu panggung berakhir canggung. [Istimewa]

Namun tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh pihak Iran.

Taj menuduh FIFA tunduk terhadap tekanan politik Amerika Serikat.

“Mereka membiarkan diri diintimidasi Amerika Serikat. Apa pun yang dikatakan AS, mereka hanya menjawab: ‘Ya, Tuan’,” ujarnya.

Kontroversi ini menambah panas situasi menjelang Piala Dunia FIFA 2026, yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Baca Juga: Muka Malu Infantino! Pencitraan di Panggung FIFA Ditolak Mentah-mentah Palestina

Iran sendiri telah lolos ke putaran final dan dijadwalkan memainkan tiga laga fase grup di wilayah Amerika Serikat.

Meski FIFA sebelumnya menegaskan Iran tetap diizinkan tampil di turnamen tersebut, Taj kini meminta jaminan keamanan penuh bagi timnya.

Taj menegaskan Iran tidak ingin datang ke Piala Dunia dalam situasi penuh kontroversi politik.

“Jika kami datang ke Piala Dunia, tidak boleh ada kontroversi apa pun terhadap tim kami,” tegas Taj.

Load More