Bola / Bola Dunia
Rabu, 25 Maret 2026 | 18:42 WIB
Trofi FIFA World Cup 2026 diperlihatkan kepada media saat Trophy Tour di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/agr]
Baca 10 detik
  • Negosiasi hak siar Piala Dunia 2026 di Korea Selatan antara JTBC dan tiga TV nasional menemui kebuntuan.
  • JTBC menanggung biaya siar $125 juta, namun tawaran pembagian biaya ditolak stasiun TV lain karena dinilai terlalu tinggi.
  • Ketidaksepakatan ini menimbulkan kekhawatiran warga Korea Selatan tidak dapat menyaksikan laga penting secara gratis di televisi nasional.

Suara.com - Kurang dari 80 hari jelang kickoff Piala Dunia 2026, muncul desas desus jutaan penikmat sepak bola tidak akan bisa menonton laga secara gratis.

Namun tenang kondisi tersebut tidak terjadi di Indonesia, melainkan di Korea Selatan.

Melansir dari laporan The Korea Times, negosiasi antara stasiun TV kabel JTBC dan tiga televisi nasional Korsel, KBS, MBC, dan SBS mengalami kebuntuan.

Situasi ini memicu kekhawatiran jutaan warga tidak bisa menyaksikan Piala Dunia secara gratis di televisi nasional.

Kondisi serupa sebelumnya terjadi saat Olimpiade Musim Dingin 2026 yang hanya disiarkan secara eksklusif.

JTBC sebagai pemegang hak siar menawarkan skema pembagian biaya.

Live Malam Ini! Link Streaming Drawing Piala Dunia 2026, Bakal Ada Grup Neraka [Instagram]

“Kami siap menanggung 50 persen biaya, sementara KBS, MBC, dan SBS masing-masing sekitar 16,7 persen,” demikian pernyataan resmi JTBC.

Namun, tiga stasiun televisi tersebut menilai biaya yang diajukan terlalu tinggi dan tidak sesuai praktik industri sebelumnya.

Mereka juga menuding perubahan sistem yang dilakukan JTBC membuat kesepakatan semakin sulit tercapai.

Baca Juga: Fantastis! Fans Inggris Harus Rogoh Rp200 Juta Lebih untuk Nonton Piala Dunia 2026

Diketahui, JTBC membeli hak siar Piala Dunia 2026 dengan nilai fantastis mencapai 125 juta dolar AS.

Setelah itu, mereka mencoba menjual kembali hak siar tersebut ke televisi nasional.

Tradisi sebelumnya di Korea Selatan, hak siar event besar biasanya dibeli bersama oleh konsorsium televisi untuk menekan biaya dan memastikan akses publik tetap luas.

Namun sejak 2019, JTBC memilih jalur sendiri dengan membeli hak siar secara eksklusif.

Dampaknya mulai terasa. Saat Olimpiade Musim Dingin 2026, siaran eksklusif membuat minat publik menurun karena tidak semua orang memiliki akses ke platform berbayar.

Presiden Lee Jae Myung pun angkat bicara. “Kami akan mencari cara agar semua warga bisa dengan mudah menonton ajang olahraga besar,” ujarnya.

Load More