- Negosiasi hak siar Piala Dunia 2026 di Korea Selatan antara JTBC dan tiga TV nasional menemui kebuntuan.
- JTBC menanggung biaya siar $125 juta, namun tawaran pembagian biaya ditolak stasiun TV lain karena dinilai terlalu tinggi.
- Ketidaksepakatan ini menimbulkan kekhawatiran warga Korea Selatan tidak dapat menyaksikan laga penting secara gratis di televisi nasional.
Suara.com - Kurang dari 80 hari jelang kickoff Piala Dunia 2026, muncul desas desus jutaan penikmat sepak bola tidak akan bisa menonton laga secara gratis.
Namun tenang kondisi tersebut tidak terjadi di Indonesia, melainkan di Korea Selatan.
Melansir dari laporan The Korea Times, negosiasi antara stasiun TV kabel JTBC dan tiga televisi nasional Korsel, KBS, MBC, dan SBS mengalami kebuntuan.
Situasi ini memicu kekhawatiran jutaan warga tidak bisa menyaksikan Piala Dunia secara gratis di televisi nasional.
Kondisi serupa sebelumnya terjadi saat Olimpiade Musim Dingin 2026 yang hanya disiarkan secara eksklusif.
JTBC sebagai pemegang hak siar menawarkan skema pembagian biaya.
“Kami siap menanggung 50 persen biaya, sementara KBS, MBC, dan SBS masing-masing sekitar 16,7 persen,” demikian pernyataan resmi JTBC.
Namun, tiga stasiun televisi tersebut menilai biaya yang diajukan terlalu tinggi dan tidak sesuai praktik industri sebelumnya.
Mereka juga menuding perubahan sistem yang dilakukan JTBC membuat kesepakatan semakin sulit tercapai.
Baca Juga: Fantastis! Fans Inggris Harus Rogoh Rp200 Juta Lebih untuk Nonton Piala Dunia 2026
Diketahui, JTBC membeli hak siar Piala Dunia 2026 dengan nilai fantastis mencapai 125 juta dolar AS.
Setelah itu, mereka mencoba menjual kembali hak siar tersebut ke televisi nasional.
Tradisi sebelumnya di Korea Selatan, hak siar event besar biasanya dibeli bersama oleh konsorsium televisi untuk menekan biaya dan memastikan akses publik tetap luas.
Namun sejak 2019, JTBC memilih jalur sendiri dengan membeli hak siar secara eksklusif.
Dampaknya mulai terasa. Saat Olimpiade Musim Dingin 2026, siaran eksklusif membuat minat publik menurun karena tidak semua orang memiliki akses ke platform berbayar.
Presiden Lee Jae Myung pun angkat bicara. “Kami akan mencari cara agar semua warga bisa dengan mudah menonton ajang olahraga besar,” ujarnya.
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
-
Fantastis! Fans Inggris Harus Rogoh Rp200 Juta Lebih untuk Nonton Piala Dunia 2026
-
Nonton Piala Dunia 2026 Bisa Bikin Kantong Jebol! Ini Rincian Biaya Fantastis yang Harus Disiapkan
-
Pemain Selandia Baru Tegaskan Dukungan untuk Iran: Mereka Layak di Piala Dunia 2026
-
Gagal di Timnas Indonesia, Patrick Kluivert Bernafsu Bawa Suriname ke Piala Dunia 2026
-
Boikot Donald Trump dan Piala Dunia 2026 di Belanda Tembus 170 Ribu Tanda Tangan
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Gudang Sekolah di Penjaringan Terbakar, 70 Petugas Dikerahkan
-
Review Almarhum: Sinematografi Thriller Misteri Bernyawa Kearifan Lokal
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
IHH Healthcare Malaysia Terus Perluas Kehadiran di Indonesia
-
Fakta Mengerikan di Balik Penembakan Thailand: Pelaku Sudah Belajar Senjata 2 Tahun
-
Catat Tanggalnya! Ada Diskon dan Voucher Belanja Melimpah dari BRI di Outlet Ini
-
Mendikdasmen: Hard Skills Saja Tak Cukup, Ini Keterampilan Utama yang Wajib Dikuasai Gen Z!