- Petisi "Boycot Trump-WK" di Belanda mencapai 170.000 tandatangan dan diserahkan ke parlemen.
- Tokoh Teun van de Keuken menyerahkan petisi menolak Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko.
- Pemerintah Belanda secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap partisipasi tim nasional mereka di turnamen tersebut.
Suara.com - Gelombang penolakan terhadap Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat kian membesar.
Sebuah petisi bertajuk “Boycot Trump-WK” di Belanda seperti dilansir dari BD.NL telah tembus 170.000 tandatangan.
Petisi boikot Piala Dunia 2026 itu kemudian diserahkan kepada parlemen Belanda oleh tokoh Teun van de Keuken.
Penyerahan petisi ini diserahkan di gedung parlemen Belanda dan disaksikan sejumlah anggota parlemen lintas partai.
Dalam aksinya, Van de Keuken membawa poster bertuliskan seruan boikot terhadap turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Teun van de Keuken menyampaikan kritik keras terhadap kepemimpinan Donald Trump, utamanya setelah serangan militer AS-Israel ke Iran.
“Jika kita datang, itu sama saja melegitimasi rezim tersebut,” ujarnya.
Teun van de Keuken juga menilai pemerintahan Trump “merusak demokrasi dan mendorong dunia ke dalam krisis.”
Meski mengakui efektivitas boikot sering diperdebatkan, Van de Keuken menekankan pentingnya sikap moral.
Baca Juga: Setelah Dean James, Nathan Tjoe-A-On Juga Digugat Soal Status Kewarganegaraan
"Mungkin nanti kita sadar berada di sisi sejarah yang salah. Jadi bukan hanya soal efektif atau tidak, tapi soal prinsip,” katanya.
Sementara itu, pemerintah Belanda menegaskan tetap mendukung partisipasi tim Orange di Piala Dunia 2026.
Juru bicara Menteri Olahraga Mirjam Sterk menyatakan, “Kami bangga dengan kualifikasi tim dan akan mendukung mereka di turnamen terbesar dunia.”
“Kami memiliki hubungan baik dengan ketiga negara tuan rumah dan menyambut keberhasilan Belanda serta Curaçao lolos ke turnamen,” ujarnya.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Setelah Dean James, Nathan Tjoe-A-On Juga Digugat Soal Status Kewarganegaraan
-
Awal Retaknya Hubungan Trump - Netanyahu, Skenario Rahasia Mossad yang Gagal
-
Nasib Selat Hormuz dan Pasokan Minyak Dunia Bergantung Pada Respon Iran Terhadap Proposal AS
-
Misteri Negosiator Rahasia, Klaim Damai Donald Trump Dibantah Mentah-mentah oleh Teheran
-
2000 Tentara AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Bersiap Masuki Iran
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Pensiun, Apa Itu? Lionel Messi: Saya Mau Main di Piala Dunia 2030
-
Kita Bikin Romantis! Ucapan Antonela untuk Messi di Usia 39: Kami Punya Segalanya Karena Kamu
-
Pesan Bijak Cristiano Ronaldo Untuk Portugal Jelang Laga Penentuan Lawan Kolombia
-
Jelang Lawan Skotlandia, Ancelotti Ungkap Kabar Bahagia Soal Neymar, Apa Itu?
-
3 Negara yang Pernah Dibantai Portugal dengan 5+ Gol di Piala Dunia
-
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Adu Penalti Bisa Berubah Total! FIFA Ajukan Regulasi Baru untuk Piala Dunia 2026
-
Timnas Indonesia Disebut-sebut Segera Naturalisasi Gelandang Keturunan Jerman
-
Hanya Kalah dari Messi dan Ronaldo, Luka Modric Ukir Sejarah Spesial di Piala Dunia 2026
-
Heboh Pub Favorit Pendukung Skotlandia di Boston Tutup Saat Hari Pertandingan Inggris