Bola / Bola Dunia
Rabu, 25 Maret 2026 | 17:33 WIB
Patrick Kluivert, pelatih Timnas Indonesia saat mengunjungi Bali United Training Center. (ligaindonesiabaru.com)
Baca 10 detik
  • Patrick Kluivert, mantan pelatih Timnas Indonesia, menegaskan belum mengakhiri karier kepelatihannya saat ini.
  • Kluivert dan Clarence Seedorf ditunjuk sebagai penasihat teknis Timnas Suriname untuk playoff Piala Dunia 2026.
  • Suriname akan menghadapi Bolivia pada 26 Maret di Monterrey, Meksiko, untuk memperebutkan tiket Piala Dunia.

Suara.com - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, menegaskan dirinya belum ingin mengakhiri karier kepelatihannya.

Kluivert sendiri saat ini ditunjuk menjadi penasihat teknis Timnas Suriname bersama legenda Real Madrid, Clarence Seedorf.

Kedua eks pemain itu ditunjuk federasi sepak bola Suriname sebagai penasihat untuk memperkuat persiapan tim menghadapi laga playoff Piala Dunia 2026.

Direktur teknik Federasi Sepak Bola Suriname, Brian Tevreden, menegaskan peran keduanya bukan jabatan formal.

“Ini bukan penunjukan resmi, tetapi mereka akan mendukung sebagai penasihat dan duta,” ujarnya dilansir dari Voetbalzone.

Suriname dijadwalkan menghadapi Bolivia dalam laga play-off antar-konfederasi pada 26 Maret di Monterrey, Meksiko.

Suriname meraih kemenangan dramatis 2-1 atas El Salvador, pada laga kedua putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Amerika Utara, Tengah dan Karibia (Concacaf), Selasa (9/9/2025) waktu setempat. [Instagram @officialnatio]

Jika menang, mereka akan melawan Irak pada 31 Maret untuk memperebutkan tiket ke Piala Dunia.

Timnas Suriname kini ditangani oleh pelatih baru Henk ten Cate, yang menggantikan Stanley Menzo setelah kegagalan lolos langsung ke putaran final.

Henk ten Cate dibantu staf pelatih berpengalaman seperti Winston Bogarde dan Jimmy Floyd Hasselbaink.

Baca Juga: Elkan Baggott Buat John Herdman Terkesan, Kode Keras Bakal Jadi Starter?

Patrick Kluivert dipecat pada Oktober tahun lalu setelah gagal membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026.

Target tersebut dinilainya memang berat sejak awal.

“Secara realistis, itu sangat sulit. Anda harus menghadapi Arab Saudi dan Irak,” ujar Kluivert.

Meski gagal, Kluivert mengaku tetap menikmati pengalamannya melatih skuad Garuda. Ia menyebut periode tersebut sebagai pengalaman berharga dalam kariernya.

“Saya menikmatinya, saya juga menikmati waktu di Indonesia. Itu pengalaman yang fantastis, meski tidak berjalan sesuai rencana,” katanya.

“Saya belum selesai melatih atau apa pun. Jika ada proyek bagus, saya akan mengambilnya,” tegasnya.

Load More