Bola / Bola Indonesia
Rabu, 25 Maret 2026 | 19:01 WIB
PSSI resmi mengumumkan penunjukan Elliott Dickman sebagai bagian dari staf pelatih John Herdman di Timnas Indonesia. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • PSSI menunjuk Elliott Dickman (47 tahun) sebagai pelatih striker Timnas Indonesia mendampingi John Herdman.
  • Dickman sebelumnya melatih Hartlepool United setelah lama berkarier di akademi Sunderland dan Newcastle United.
  • Filosofi Dickman menekankan budaya tim positif serta dominasi penguasaan bola yang ekspresif dalam bermain.

Suara.com - Mengenal Elliott Dickman Asisten John Herdman di Timnas Indonesia:

PSSI resmi mengumumkan penunjukan Elliott Dickman sebagai bagian dari staf pelatih John Herdman di Timnas Indonesia.

Pria berusia 47 tahun itu dipercaya mengisi peran penting sebagai pelatih striker.

Penunjukan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat lini serang skuad Garuda.

Dickman diharapkan mampu meningkatkan ketajaman para penyerang Timnas Indonesia di berbagai ajang internasional, terdekat FIFA Series 2026.

Sebelum bergabung, Dickman berkarier di klub Inggris, Hartlepool United yang bermain di kasta kelima. Ia juga dikenal memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan pemain muda.

Selama hampir dua dekade, Dickman mengabdi di akademi Sunderland. Dickman menjabat sebagai asisten manajer tim junior dari 2003 hingga 2021.

Dickman juga sempat menimba ilmu kepelatihan di akademi Newcastle United.

Awalnya, Dickman mengaku tidak pernah merencanakan karier di sepak bola senior.

Baca Juga: Profil Bule Australia yang Disangka Luke Vickery di Latihan Timnas Indonesia, Siapa Dia?

“Saya tidak mengharapkannya, itu bukan sesuatu yang saya cari,” ujarnya dilansir dari sportsbyte

Kesempatan datang pada 2023 saat ia menggantikan Julio Arca yang dipecat usai kekalahan dari Blyth Spartans.

Sejak saat itu, Dickman mampu membawa perubahan signifikan meski tim hanya nyaris lolos ke play-off National League North.

Dickman menekankan pentingnya budaya tim dalam membangun performa.

“Saya ingin semua pemain mencintai lingkungan, budaya, dan cara kami bermain,” kata Dickman.

Menurutnya, peran manajer tim utama memberinya keleluasaan lebih dalam memilih pemain.

Load More