- Calvin Verdonk tampil solid saat Lille OSC menang 2-1 atas Olympique Marseille di Stade Velodrome.
- Bek Timnas Indonesia ini mencatatkan akurasi operan 81% dan aktif berkontribusi dalam bertahan dan menyerang.
- Pengamat memuji perkembangan signifikan Verdonk, menyoroti kualitas defensif dan kemampuan distribusinya yang baik.
Suara.com - Perjalanan karier Calvin Verdonk di Prancis berubah drastis. Sempat diragukan saat awal bergabung, kini bek Timnas Indonesia tersebut justru banjir pujian berkat performa konsistennya bersama Lille OSC di ajang Ligue 1.
Verdonk kembali mencuri perhatian saat Lille meraih kemenangan 2-1 di markas Olympique Marseille. Bermain di Stade Velodrome, bek berusia 27 tahun itu tampil solid selama 78 menit dan menunjukkan kontribusi signifikan di lini belakang.
Secara statistik, Verdonk tampil impresif. Ia mencatatkan 58 sentuhan bola dan melepaskan 42 operan dengan akurasi mencapai 81 persen.
Tak hanya itu, ia juga mengirim 14 umpan ke area sepertiga akhir lapangan, menunjukkan peran aktifnya dalam membantu serangan tim.
Dalam aspek bertahan, performanya juga tak kalah menonjol. Verdonk terlibat dalam lima duel dan memenangi dua di antaranya di duel darat. Ia juga membukukan dua tekel sukses, tiga intersepsi, serta tiga sapuan penting yang membantu Lille mengamankan kemenangan.
Penampilan solid tersebut mendapat sorotan dari pengamat sepak bola Prancis, Clemldst, yang menilai Verdonk mengalami perkembangan signifikan selama musim adaptasinya.
“Dia kembali menunjukkan kontribusi defensif yang sangat penting, terutama dalam melakukan antisipasi cepat dan bersih saat menghadapi lawan.
Saya sangat senang melihat dia mulai berani mengambil risiko, terutama dengan umpan-umpan progresif,” ujarnya di akun X @Clemldst.
Tak hanya kuat dalam bertahan, Verdonk juga dinilai memiliki kualitas distribusi bola yang mumpuni. Ia beberapa kali mampu mengirim umpan berbahaya, termasuk mencoba memberikan bola terobosan di belakang pergerakan Timothy Weah.
Baca Juga: Resmi ke Timnas Indonesia! Begini Gaya Melatih Elliott Dickman, Asisten Baru John Herdman
Kemampuan teknisnya dalam mengatur tempo permainan dari lini belakang juga menuai pujian, terutama dalam menentukan timing, kekuatan, dan arah umpan.
“Saya melihat dia memiliki kualitas teknik yang sangat baik, terutama dalam memahami kapan dan bagaimana memainkan bola. Saya sangat percaya pada Calvin,” tegasnya.
Transformasi performa ini menjadi bukti bahwa Verdonk mampu menjawab keraguan publik. Dari yang sempat dipandang sebelah mata, kini ia menjelma menjadi salah satu pemain yang diandalkan dan mendapat apresiasi di kompetisi elite Prancis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey