Bola / Bola Indonesia
Sabtu, 28 Maret 2026 | 06:21 WIB
Pelatih timnas St Kitts and Nevis Marcelo Augusto Silva Serrano (kiri) dan asisten pelatih Vitor Tinoco (kanan) menghadiri jumpa pers setelah pertandingan FIFA Series 2026 melawan Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026). (Antara/Rauf Adipati)
Baca 10 detik
  • Kekalahan 0-4 Timnas St. Kitts and Nevis dari Indonesia di SUGBK disebabkan dua gol awal dari kesalahan serupa di lini belakang.
  • Pelatih Marcelo menilai organisasi tim awalnya baik namun dua gol cepat membuat tim kehilangan keseimbangan dan fokus.
  • Tim tamu tampil dengan keterbatasan pemain inti, terutama di sektor pertahanan, karena baru pertama kali berkumpul bersama staf pelatih.

Suara.com - Pelatih Timnas St. Kitts and Nevis Marcelo Augusto Silva Serrano menilai dua gol awal yang berasal dari kesalahan serupa menjadi titik balik kekalahan timnya 0-4 dari Timnas Indonesia pada laga FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat.

Marcelo mengungkapkan timnya sebenarnya tampil cukup baik pada awal pertandingan, terutama dalam 15 hingga 20 menit pertama ketika organisasi permainan berjalan sesuai rencana.

“Kami cukup terorganisir di awal pertandingan dan bahkan memiliki peluang pertama. Jika kami bisa mencetak gol lebih dulu, pertandingan mungkin akan berjalan berbeda,” ujar Marcelo dalam jumpa pers usai laga.

Namun, ia mengakui dua gol pertama Indonesia tercipta dari pola kesalahan yang sama di lini belakang, sehingga membuat pertahanan timnya kehilangan keseimbangan.

“Dua gol itu datang dari kesalahan yang identik. Lini belakang kami sedikit kehilangan organisasi dan mereka mampu memanfaatkan ruang dengan sangat baik,” katanya.

Beckham Putra membuka keunggulan Indonesia pada menit ke-15, sebelum menggandakan skor pada menit ke-25. Selanjutnya, Ole Romeny mencetak gol ketiga pada menit ke-52, dan Mauro Ziljstra menutup kemenangan menjadi 4-0 pada menit ke-74.

Situasi tersebut diperburuk oleh keterbatasan komposisi pemain yang dibawa ke turnamen. Asisten pelatih Vitor Tinoco menyebut timnya tidak diperkuat sejumlah pemain inti, khususnya di sektor pertahanan.

“Kami tidak bisa membawa beberapa pemain utama, terutama di lini belakang. Kami bermain dengan tiga bek yang bukan bek tengah asli, jadi tentu ada kesalahan,” ujar Vitor.

Ia juga menambahkan bahwa tim masih dalam tahap awal pembentukan karena baru pertama kali berkumpul secara langsung bersama staf pelatih.

Baca Juga: Skor 4-0! Indonesia Taklukkan Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026

Meski kalah telak, Marcelo memastikan mental para pemain tetap terjaga dan tidak mengalami penurunan signifikan.

“Saya tidak melihat masalah dari sisi mental. Para pemain tetap menegakkan kepala mereka. Kami tidak bisa menghukum seluruh tim hanya karena dua kesalahan individu,” katanya.

Ia menegaskan timnya akan menjadikan hasil ini sebagai bahan evaluasi dan bertekad bangkit pada pertandingan berikutnya saat menghadapi Kepulauan Solomon, Senin (30/3/2026).

(Antara)

Load More