Bola / Bola Indonesia
Senin, 06 April 2026 | 09:59 WIB
Persija Jakarta menelan kekalahan pahit dari Bhayangkara FC yang membuat peluang juara liga semakin menipis. (Dok Persija Jakarta)
Baca 10 detik

Persija Jakarta kalah 2-3 dari Bhayangkara FC sehingga peluang juara liga 2026 kian menipis.

Kartu merah Jordi Amat menjadi penyebab utama penurunan performa Persija Jakarta di babak kedua.

Pelatih Mauricio Souza menegaskan timnya akan tetap berjuang keras demi menjaga kehormatan baju Persija.

Suara.com - Kans Persija Jakarta menjadi juara Super League 2025/2026 semakin jauh usai dikalahkan Bhayangkara FC, Minggu (6/4/2026). Pelatih Persija Mauricio Souza mengungkap timnya sudah berusaha, tetapi hasil berkata lain.

Adapun dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Minggu (5/4/2026) sore, Persija menyerah dengan hasil 2-3.

Persija membuka keunggulan atas Bhayangkara FC saat pertandingan baru berjalan satu menit. Umpan lambung terukur dari Allano Lima berhasil disambut Rayhan Hannan melalui sundulan akurat di depan gawang Bhayangkara FC.

Namun, keunggulan Macan Kemayoran di babak pertama tak bertahan hingga turun minum. Tuan rumah mampu memanfaatkan celah di lini pertahanan Persija dan menyamakan kedudukan pada menit ke-28 melalui gol Moussa Sidibe.

Memasuki babak kedua, Persija tetap berupaya membangun serangan dengan rapi. Namun, Jordi Amat menerima kartu kuning kedua, yang membuat Persija harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Kendati demikian, Macan Kemayoran tetap menunjukkan karakter dan determinasi. Mereka kembali unggul melalui gol spektakuler Fabio Calonego pada menit 63’. Eksekusi tendangan bebasnya melesat mulus dan tak mampu dibendung kiper Bhayangkara FC. Skor 2-1.

Akan tetapi, Bhayangkara kembali menyamakan kedudukan dan bahkan berbalik unggul 3-2. Dendy Sulistyawan mencetak gol dari tendangan bebas pada menit 86.

Sidibe kembali membuat gol ke gawang Cyrus Margono yang melakoni debutnya pada menit 90+3’.

Souza menjelaskan dalam laga itu timnya sudah tampil cukup baik. Sayang, Rizky Ridho dan kawan-kawan kehilangan ritme di babak kedua.

Baca Juga: Suporter Semen Padang Akan Padati Stadion, Marc Klok Semakin Termotivasi

“Kami memulai pertandingan sesuai dengan apa yang kami rencanakan. Kami sangat tenang di dalam penguasaan bola, kita tahu di mana bisa menemukan ruang untuk sampai ke gawang lawan. Kami berhasil mencetak gol dan masih ada beberapa peluang lagi untuk menyelesaikan di gawang lawan," kata Souza kepada awak media.

"Apa yang seharusnya memberikan kami semangat dan motivasi, malah membawa kekecewaan. Kami tiba-tiba berhenti bermain, kami mulai memberikan ruang di lini pertahanan yang tidak seharusnya diberikan, sampai kita kemasukan gol dari bola liar di dalam kotak penalti,” jelasnya.

Lalu Mauricio mengatakan babak kedua sudah bukan menjadi milik Persija. Tuan rumah mudah sekali bermain di arena bertahan Macan Kemayoran.

“Setelah babak kedua, saya tidak punya banyak hal yang bisa dikatakan karena permainan benar-benar terkondisikan oleh pengusiran (kartu merah) satu pemain kami. Sangat sulit bermain dengan kurang satu pemain," tegasnya.

"Beberapa pemain pun belum mencapai performa terbaiknya, dan dengan satu pemain kurang, segalanya menjadi sangat sulit,” ucapnya.

Kekalahan ini membuat Persija semakin jauh dari target juara. Tim kesayangan Jakmania ini semakin ditinggal Persib yang ada di puncak klasemen.

Load More