Bola / Bola Indonesia
Senin, 06 April 2026 | 11:56 WIB
Mauricio Souza (IG Persija Jakarta)
Baca 10 detik
  • Persija Jakarta menelan kekalahan tipis dari Bhayangkara FC di pekan ke-26 Liga Indonesia.

  • Mauricio Souza mengkritik kegagalan pemain Persija mempertahankan keunggulan di menit-menit akhir pertandingan.

  • Persija tertinggal sembilan poin dari Persib namun tetap optimistis mengejar gelar juara liga.

Suara.com - Persija Jakarta kian tertinggal dalam perburuan gelar Super League 2025/2026 setelah hasil negatif di pekan ke-26. Meski begitu, pelatih Mauricio Souza menegaskan timnya belum menyerah dan masih menjaga asa mengejar Persib Bandung di puncak klasemen.

Macan Kemayoran harus mengakui keunggulan Bhayangkara FC usai kalah 2-3 dalam laga yang digelar di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Minggu (5/4/2026). Kekalahan ini semakin memperlebar jarak Persija dari rival abadinya, Persib Bandung.

Saat ini, Persib Bandung kokoh di puncak klasemen dengan 61 poin. Sementara Persija tertahan di posisi ketiga dengan koleksi 52 poin, atau terpaut sembilan angka dari Maung Bandung.

Meski jarak cukup jauh, Mauricio Souza tetap optimistis peluang timnya belum sepenuhnya tertutup. Ia menilai masih ada kesempatan jika Persija mampu memaksimalkan sisa pertandingan musim ini.

“Kalau bicara soal poin, ya. Masih ada 24 poin yang tersedia, ada delapan pertandingan lagi di mana 24 poin diperebutkan,” kata Mauricio Souza kepada awak media.

“Saat ini kita tertinggal sembilan poin di belakang pemimpin klasemen,” ucap pelatih 52 tahun tersebut.

Namun di balik optimisme tersebut, pelatih asal Brasil itu juga mengakui adanya rasa frustrasi. Ia menyoroti inkonsistensi timnya yang kerap kehilangan poin di momen-momen krusial.

Menurut Souza, Persija terlalu sering gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan, sebuah masalah yang terus berulang dalam beberapa laga terakhir.

"Tapi saya tidak ragu, tim yang mau jadi juara tidak boleh membiarkan poin terbuang begitu saja seperti yang sudah kita alami di pertandingan-pertandingan terakhir,” ia menambahkan.

Baca Juga: Persija Berat Jadi Juara Super League, Dony Tri Pamungkas Ungkap Kecewanya

"Kita kebobolan di menit ke-49 melawan Borneo, yang merupakan lawan langsung kita. Kita juga kehilangan poin melawan Dewa di menit ke-80. Dan hari ini melalui penalti,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kesalahan serupa tidak boleh terulang jika Persija masih ingin bersaing dalam perebutan gelar.

"Dalam pandangan saya, pertandingan hari ini sebenarnya sudah berada di tangan kita, tapi kita melepaskannya begitu saja. Kita tidak bisa tampil maksimal sampai akhir,” ungkapnya.

Dengan delapan laga tersisa, Souza menilai satu-satunya cara untuk menjaga peluang adalah menyapu bersih semua pertandingan.

“Namun, kita akan tetap terus berusaha keras, berjuang sekuat tenaga untuk menghormati baju Persija ini,” tutur Mauricio Souza.

Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari manajemen klub yang telah memberikan fasilitas terbaik bagi tim sepanjang musim.

Load More