- Inter Milan mengalahkan AS Roma dengan skor 5-2 di Stadion Giuseppe Meazza pada Minggu, 5 April 2026.
- Pelatih Cristian Chivu menyatakan kemenangan diraih berkat perubahan mentalitas dan strategi agresif tim pada babak kedua.
- Lautaro Martinez, Marcus Thuram, Nicolò Barella, dan Hakan Calhanoglu mencetak gol dalam pertandingan Serie A tersebut.
Suara.com - Pelatih Cristian Chivu memuji perubahan mentalitas timnya setelah Inter Milan menghancurkan AS Roma dengan skor 5-2 dalam lanjutan Serie A di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (5/4/2026) malam waktu setempat.
Chivu menegaskan kemenangan besar tersebut lahir dari perubahan sikap di babak kedua, ketika Inter tampil jauh lebih agresif dan efektif dalam menyerang.
“Saya sangat senang dengan kembalinya Lautaro, senang melihat Marcus mencetak gol dan memberi assist, Barella juga mencetak gol,” kata Chivu dilansir dari Football Italia.
Pelatih asal Rumania itu juga menyoroti kontribusi seluruh pemain, termasuk yang tidak tampil penuh dalam laga tersebut.
“Saya juga senang dengan performa Dumfries, Diouf, Frattesi, termasuk mereka yang tidak bermain malam ini,” ujarnya.
Inter sempat kesulitan di babak pertama sebelum akhirnya tampil dominan dan mencetak lima gol ke gawang Roma.
Lautaro Martinez menjadi sorotan dengan dua gol setelah kembali dari cedera, sementara Hakan Calhanoglu mencetak gol spektakuler dari jarak jauh.
Marcus Thuram dan Nicolò Barella juga ikut menyumbang gol dalam kemenangan telak tersebut.
Chivu mengungkapkan bahwa perubahan terbesar terjadi di ruang ganti saat jeda pertandingan.
Baca Juga: Dianggap Biang Kerok Kegagalan Timnas Italia, Bastoni Dibela Lautaro Martinez
“Di babak pertama kami sedikit ragu, tetapi di babak kedua kami keluar dengan pendekatan yang tepat, ingin menyelesaikan pertandingan dan mencetak lebih banyak gol,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa timnya menunjukkan tanda-tanda kedewasaan dalam mengelola pertandingan besar.
“Ada tanda-tanda kedewasaan dari tim ini. Kami tidak boleh hanya bertahan dengan skor, kami harus menutup pertandingan,” tegasnya.
Chivu juga mengakui bahwa menekan Roma tidak mudah karena gaya bermain fleksibel yang diterapkan tim asuhan Gian Piero Gasperini.
Roma dinilai mampu membuka ruang melalui sayap dan memaksa Inter menyesuaikan struktur permainan di lini tengah.
“Tidak mudah menekan Roma karena mereka bergerak sangat dinamis dan menyerang lewat sayap,” jelas Chivu.
Berita Terkait
-
Dianggap Biang Kerok Kegagalan Timnas Italia, Bastoni Dibela Lautaro Martinez
-
Allegri Siapkan Tridente Maut AC Milan untuk Gempur Napoli
-
Drama 7 Gol di Giuseppe Meazza! Lautaro Martinez Bawa Inter Milan Bantai AS Roma 5-2
-
Jadwal Liga Italia Pekan ke-31: Napoli vs AC Milan dan Inter vs AS Roma Jadi Sorotan
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 6 Sunscreen Pencerah di Indomaret yang Worth It Masuk Keranjang Belanja
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Salah Besar! Pelatih Norwegia Serang FIFA Usai Hukuman Folarin Balogun Dicabut
-
Skandal Memalukan Piala Dunia 2026! Lobi Donald Trump Bikin FIFA Kehilangan Wibawa
-
Erling Haaland, Kylian Mbappe, Lionel Messi, Siapa Top Skor Piala Dunia 2026?
-
Tiga Kata Neymar Umumkan Gantung Sepatu Usai Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Statistik Gila Erling Haaland Usai Bawa Norwegia Permalukan Brasil
-
Rahasia di Balik Tembok Pertahanan Timnas Argentina: Air Suci dan Kayu Aromatik
-
Persib Kunci Ragnar Oratmangoen 3 Tahun, Sinyal Serius Kuasai Liga dan Asia
-
Emosi Cristiano Ronaldo Meledak, Serang Jurnalis Brasil di Konferensi Pers
-
Paraguay Terapkan Taktik Barbar, Didier Deschamps Kasih Sindiran Pedas
-
Ricuh Jelang Laga! Fans Meksiko Serbu Hotel Inggris, Polisi Tak Mampu Bendung