Mauricio Souza berkomitmen memperbaiki kedisiplinan pemain Persija Jakarta demi menjaga poin penting di klasemen.
Pelatih merespons kritik The Jakmania terkait banyaknya kartu kuning dan merah yang merugikan tim.
Persija Jakarta fokus meningkatkan profesionalisme pemain untuk menghindari kerugian akibat keputusan wasit yang kaku.
Suara.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, akhirnya angkat bicara setelah timnya mendapat sindiran dari The Jakmania. Ia mengaku memahami kekecewaan suporter terhadap performa Macan Kemayoran, khususnya terkait masalah disiplin di lapangan.
Dalam laga melawan Persebaya Surabaya di SUGBK, Sabtu (11/4/2026), sejumlah spanduk bernada kritik terlihat menghiasi tribune.
Sorotan utama mengarah pada banyaknya kartu yang diterima pemain Persija, yang dinilai kerap merugikan tim.
Sepanjang musim ini, Persija memang tercatat sebagai salah satu tim dengan koleksi kartu terbanyak. Bahkan, dalam tujuh pertandingan, mereka harus bermain tanpa kekuatan penuh akibat kartu merah.
“Kami kehilangan banyak poin di kompetisi karena kartu dan kita melihat hal ini tidak terjadi pada tim-tim yang berada di papan atas,” kata Mauricio Souza beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, pelatih asal Brasil tersebut juga menilai ada beberapa keputusan wasit yang tidak menguntungkan timnya. Ia menyebut standar penilaian terhadap pemain Persija terkadang terlalu ketat.
Salah satu yang disorot adalah insiden di kotak penalti saat menghadapi Persebaya, ketika Allano Lima justru mendapat kartu kuning.
Selain itu, ia juga menyinggung pelanggaran keras terhadap Rayhan Hannan yang tidak berujung hukuman bagi lawan.
“Namun saya juga merasa bahwa di beberapa momen, ada kriteria yang sangat kaku terhadap pemain Persija,” ujarnya.
Baca Juga: Kebahagiaan Bek Timnas Indonesia Bertambah, Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah
Meski begitu, Mauricio Souza tetap mengakui kritik dari suporter memiliki dasar yang kuat. Ia menegaskan Persija harus segera berbenah dan meningkatkan disiplin agar tidak kembali dirugikan oleh kartu.
“Suporter mempunyai alasan yang tepat. Tim kami merupakan klub profesional dan berpengalaman. Ke depannya tidak boleh lagi mendapatkan kartu-kartu seperti yang sudah kami terima,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan