Bola / Bola Indonesia
Senin, 13 April 2026 | 14:19 WIB
Persebaya Surabaya harus mengubur mimpi juara Super League usai kalah dari Persija Jakarta, pelatih Bernardo Tavares kini fokus evaluasi ketat pemain untuk musim depan. [Dok. IG Persebaya Surabaya]
Baca 10 detik
  • Kekalahan telak 0-3 dari Persija Jakarta membuat Persebaya Surabaya tertinggal 19 poin dari pemuncak klasemen dan mustahil mengejar gelar juara.
  • Pelatih Bernardo Tavares bersikap realistis dengan tidak menjanjikan trofi, melainkan menuntut dedikasi dan kerja keras dari seluruh pemain.
  • Tim pelatih akan melakukan evaluasi ketat dalam tujuh laga tersisa demi menjaga kehormatan klub sekaligus menyaring pemain untuk musim depan.

Suara.com - Kekalahan menyakitkan Persebaya Surabaya dari rival mereka memastikan tertutupnya peluang meraih gelar juara kompetisi Super League musim ini secara matematis.

Mengomentari situasi krisis tersebut, pelatih kepala Bernardo Tavares memilih bersikap realistis dengan menolak memberikan janji manis kepada para pendukung setia Bajul Ijo.

Juru taktik asal Portugal ini justru mengalihkan fokus utamanya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skuad asuhannya di sisa pertandingan demi persiapan kompetisi mendatang.

Tamparan Keras di Gelora Bung Karno

Bernardo Tavares, pelatih Persebaya Surabaya. (ligaindonesiabaru.com)

Hasil minor skuad kebanggaan publik Surabaya ini tak lepas dari kekalahan pahit 0-3 saat bertamu ke markas Persija Jakarta pada laga pekan ke-27 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Kekalahan telak tersebut memaksa tim asal Jawa Timur ini terpaku di peringkat keenam klasemen sementara dengan raihan 42 poin.

Posisi tersebut menciptakan jurang yang sangat lebar, di mana mereka kini tertinggal 19 poin dari Persib Bandung yang duduk nyaman di posisi puncak.

Dengan hanya menyisakan tujuh pertandingan terakhir, secara logika peluang untuk menyalip sang pemuncak klasemen sudah benar-benar mustahil untuk diwujudkan.

Realitas pahit ini langsung direspons oleh sang pelatih yang menuntut profesionalisme para pemain di tengah sirnanya motivasi memburu trofi kompetisi kasta tertinggi.

Baca Juga: Misi Jaga Tren Sempurna, Persib Siapkan Taktik Lumat Bali United

Evaluasi Kinerja dan Komitmen Tavares

"Saat saya datang, saya tidak pernah menjanjikan kepada siapa pun bahwa kami akan menjadi juara, termasuk untuk masa depan," kata Tavares seusai laga kontra Persija beberapa waktu lalu.

Sang pelatih menegaskan bahwa dedikasinya sejak hari pertama mendarat di Surabaya adalah untuk memberikan kontribusi nyata di atas lapangan tanpa obral angan-angan.

"Yang saya janjikan adalah saya datang untuk bekerja, bukan untuk berlibur. Saya berusaha memberikan yang terbaik," jelasnya.

Meskipun target juara sudah melayang, ia merasa skuadnya masih memikul beban moral untuk bermain maksimal demi menjaga harga diri lambang di dada.

Perombakan tim untuk musim depan pun diakui sudah mulai masuk dalam agenda pertimbangan tim pelatih mulai saat ini.

Load More