Bola / Liga Spanyol
Selasa, 14 April 2026 | 21:17 WIB
Barcelona gagal ke final Copa del Rey meski menang 3-0 atas Atletico Madrid. Simak penyebab kekalahan agregat yang mengubur mimpi treble winner Blaugrana.[Dok. IG Barcelona]
Baca 10 detik
  • Atletico Madrid menjamu Barcelona di Estadio Metropolitano pada Rabu (15/4) dengan membawa keunggulan agregat dua gol.
  • Hansi Flick menargetkan kemenangan agresif untuk mengejar ketertinggalan Barcelona meskipun pertahanan mereka sedang dalam sorotan tajam.
  • Statistik menunjukkan Atletico memiliki peluang besar mencapai semifinal Liga Champions karena solidnya performa mereka di laga kandang.

Suara.com - Laga leg kedua perempat final Liga Champions antara Atletico Madrid dan Barcelona diprediksi berlangsung panas di Estadio Metropolitano, Rabu (15/4) dini hari WIB.

Tuan rumah berada di atas angin setelah menang 2-0 pada leg pertama di Camp Nou.

Barcelona datang dengan tekanan besar untuk membalikkan agregat.

Namun, peluang menang di leg kedua tetap terbuka, dengan simulasi Opta memberi mereka 50,4 persen kemungkinan meraih kemenangan dalam 90 menit.

Pelatih Hansi Flick dipastikan mengusung pendekatan menyerang demi mengejar defisit dua gol.

Pada leg pertama, Atletico tampil efisien meski minim peluang.

Gol pembuka dicetak Julián Alvarez sebelum Alexander Sorloth menggandakan keunggulan, memanfaatkan keunggulan jumlah pemain usai kartu merah Pau Cubarsí.

Di sisi lain, Barcelona menunjukkan respons cepat dengan kemenangan 4-1 atas Espanyol di LaLiga.

Lamine Yamal dan Ferran Torres tampil menonjol, memberi harapan jelang laga penentuan.

Baca Juga: Misi Mustahil atau Keajaiban Anfield? Liverpool Tantang PSG Dinihari Nanti

Meski demikian, lini belakang Barcelona menjadi sorotan.

Barca telah kebobolan dalam 14 laga beruntun Liga Champions, sebuah catatan yang bisa menjadi celah bagi Atletico untuk kembali menghukum.

Sementara itu, pasukan Diego Simeone dikenal solid saat bermain di kandang.

Atletico mencetak 20 gol di kandang musim ini di Liga Champions dan selalu mencetak gol dalam 10 laga terakhir di kompetisi tersebut.

Alvarez menjadi ancaman utama dengan kontribusi sembilan gol musim ini.

Selain itu, Antoine Griezmann berpotensi tampil emosional menghadapi mantan klubnya.

Load More