Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 17 April 2026 | 09:54 WIB
Erick Thohir, Ketua Umum PSSI. (pssi.org)
Baca 10 detik
  • PSSI merayakan ulang tahun ke-96 di GBK Arena, Jakarta, pada 16 April 2026 dengan melakukan refleksi masa depan.
  • Diskusi strategis membahas penguatan fondasi sepak bola nasional sebagai upaya nyata untuk menembus ajang Piala Dunia 2030.
  • Erick Thohir dan para pemangku kepentingan optimistis terhadap peningkatan kualitas kompetisi domestik serta performa skuad tim nasional Indonesia.

Suara.com - Momentum ulang tahun ke-96 dimanfaatkan PSSI bukan sekadar seremoni, melainkan titik refleksi sekaligus penguatan optimisme menuju panggung sepak bola dunia. Melalui forum Water Break PSSI Pers di Jakarta, berbagai pemangku kepentingan berkumpul untuk membahas masa depan sepak bola nasional.

Organisasi sepak bola tertinggi di Indonesia itu genap berusia 96 tahun pada 19 April 2026.

Perjalanan panjang tersebut diwarnai berbagai dinamika, mulai dari prestasi yang membanggakan hingga tantangan yang terus menguji konsistensi pembangunan sepak bola Tanah Air.

Sebagai bagian dari perayaan, digelar diskusi bertajuk “96 Tahun PSSI: Fondasi Piala Dunia 2030” di GBK Arena, Jakarta, Kamis (16/4/2026). 

Forum ini menjadi ruang strategis untuk bertukar gagasan lintas sektor demi mendorong kemajuan sepak bola Indonesia.

Diskusi ini menghadirkan sejumlah tokoh penting, seperti anggota Komite Eksekutif PSSI Hasnuryadi Sulaiman, mantan pemain Timnas Indonesia Rochy Putiray, pengamat sepak bola Hadi Gunawan, serta jurnalis senior Kesit Budi Handoyo.

Sejumlah tokoh penting juga turut hadir, di antaranya Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Direktur Utama I.League Ferry Paulus, Ketua Umum FFI Michael Sianipar, Direktur Utama GSI Marsal Masita, serta Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra.

Dalam perjalanannya, PSSI diakui belum sepenuhnya mencapai hasil ideal. Salah satu catatan yang masih membekas adalah kegagalan Timnas Indonesia menembus Piala Dunia 2026. Namun, perkembangan terbaru dinilai mulai menunjukkan arah positif.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai ada peningkatan yang patut diapresiasi, khususnya di sektor kompetisi domestik.

Baca Juga: Prancis Tolak Halus Uji Coba Lawan Timnas Indonesia, Apa Kata FFF?

"Liga menunjukkan performa yang lebih baik. Indikatornya, peringkat kita naik ke posisi 18 dari sebelumnya 25," kata Erick dalam sambutannya.

"Untuk tim nasional, kita memang belum konsisten. Tetapi, bukan berarti program berhenti. Tim U-17 terus berjalan bersama pelatih, tim putri juga terus didorong," ujarnya.

Erick juga menegaskan pentingnya memiliki mimpi besar, termasuk peluang tampil di Piala Dunia 2030. Ia menyebut kehadiran pelatih John Herdman sebagai bagian dari fondasi baru dalam membangun kekuatan tim nasional.

"Terakhir, kita harus punya mimpi. Memang mimpi tidak mudah, tetapi harus diperjuangkan. Jika kita berbicara tentang Piala Dunia 2030, itu juga menjadi mimpi kita bersama," kata dia.

Pandangan optimistis juga datang dari pengamat sepak bola Hadi ‘Ahay’ Gunawan. Ia menilai peluang Indonesia saat ini jauh lebih terbuka dibanding masa lalu, terutama dengan peningkatan kualitas tim dalam beberapa tahun terakhir.

"Jika kita melihat ke tahun 1985, saat itu level kita tidak kalah dari Korea Selatan dan Jepang. Masyarakat pun masih melihat Indonesia setara dengan mereka," kata Ahay.

Load More