-
Ricky Kambuaya menerima serangan rasisme di media sosial setelah laga melawan Persib Bandung.
-
Pemain Timnas Indonesia seperti Kevin Diks dan Egy Maulana Vikri mengecam keras aksi tersebut.
-
Rasisme juga menyerang pemain asing Dewa United, Johnathan Carlos Pereira, di waktu yang sama.
Suara.com - Solidaritas penggawa Timnas Indonesia meledak setelah tindakan rasisme mencoreng sportivitas sepak bola Tanah Air pasca-pertandingan liga.
Kecaman ini muncul menyusul serangan verbal tidak terpuji yang diarahkan kepada gelandang Dewa United, Ricky Kambuaya, melalui platform digital.
Fenomena ini membuktikan bahwa perlindungan terhadap identitas pemain di dunia maya masih menjadi masalah krusial bagi industri olahraga.
Pemain senior berusia 29 tahun ini secara terbuka mengungkap bukti pelecehan yang diterimanya dari oknum suporter tak bertanggung jawab.
Kejadian memilukan ini menambah daftar panjang kasus intimidasi berbasis ras yang mencoreng wajah kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Bek naturalisasi Kevin Diks menjadi sosok pertama yang mengekspresikan ketidakpercayaannya terhadap moralitas pelaku serangan tersebut.
Pemain berdarah Maluku ini menganggap perilaku rasis tidak memiliki ruang sedikit pun dalam ekosistem sepak bola modern.
"Tidak dapat dipercaya," ujar Kevin Diks lewat akun @kevindiks2 sebagai bentuk protes kerasnya.
Rekan setim di Dewa United, Egy Maulana Vikri, juga langsung berdiri di garda terdepan untuk membela sang gelandang.
Baca Juga: Beda Haluan dengan Sepak Bola, Futsal Indonesia Tegas Tolak Naturalisasi demi Produk Lokal.
Langkah serupa dilakukan Rafael Struick yang mengirimkan pesan moral untuk memperkuat mentalitas Kambuaya menghadapi situasi sulit ini.
Seruan Melawan Diskriminasi di Lapangan Hijau
"Katakan tidak pada rasial," kata Egy dalam akun @egymaulanavikri mempertegas sikap anti-diskriminasinya.
Mauro Zijlstra yang merupakan penyerang muda Persija Jakarta turut memberikan respons simbolis atas keprihatinan yang mendalam.
Rafael Struick pun tak ketinggalan memberikan semangat agar rekannya tersebut tetap tegar menghadapi gelombang kebencian itu.
"Tetap kuat saudaraku," tulis Struick via akun @rafaelstruick yang menunjukkan kedekatan emosional antar-pemain tim nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Prabowo Bicara Persatuan Politik: Sebut PDIP dan Koalisi Punya Hati yang Sama
-
Dari Pasal 33 UUD 1945 hingga Prabowonomics, Cak Imin Bicara Mimpi Kedaulatan Ekonomi
-
Bisa Bikin Repot! Prabowo Kasih Cap 'Pemimpin Kancil' buat Dasco, Cak Imin dan Bahlil
-
Cak Imin Dukung Ekspor SDA Satu Pintu Prabowo, Sebut Ada 108 UU yang Harus Dibenahi
-
Pertamina Kilang Plaju Resmi Salurkan Biosolar B50, Tambah Pasokan Energi dari Sumatera Selatan
-
Sidang Korupsi Perkimtan Palembang Ungkap Rp440 Juta Masuk ke Eks Kadis, Lalu Mengalir ke Mana?
-
Cak Imin Minta Prabowo Revisi 108 Undang-Undang demi Kedaulatan Ekonomi
-
PKB Gaungkan Prabowonomics di Harlah ke-28, Cak Imin: Ini Bukan Akal-akalan
-
11 Warna Bedak yang Cocok untuk Kulit Hitam Manis, Dijamin Nampak Menyatu dan Flawless!
-
Cak Imin: Indonesia Kehilangan Arah Ekonomi Selama 25 Tahun