Bola / Bola Indonesia
Rabu, 22 April 2026 | 22:05 WIB
Pesepak bola Timnas Indonesia Ricky Kambuaya (kiri) beraksi pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga Grup C melawan Timnas China di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Baca 10 detik
  • Ricky Kambuaya menerima serangan rasisme di media sosial setelah laga melawan Persib Bandung.

  • Pemain Timnas Indonesia seperti Kevin Diks dan Egy Maulana Vikri mengecam keras aksi tersebut.

  • Rasisme juga menyerang pemain asing Dewa United, Johnathan Carlos Pereira, di waktu yang sama.

Ternyata, serangan rasis ini tidak hanya menyasar Kambuaya namun juga pemain asing yang merumput di klub yang sama.

Johnathan Carlos Pereira yang merupakan bek asal Brasil turut menjadi korban pelecehan serupa dalam waktu yang berdekatan.

Johnathan memilih merespons dengan bijak meskipun dirinya merasa dirugikan oleh kata-kata kasar yang masuk ke akun pribadinya.

"Semoga Tuhan memberkatimu," ujar Johnathan dalam akun @johnathanjc2 pada Senin (20/4/2026) sebagai balasan bagi pelaku.

Kejadian ini meletus tepat setelah pertandingan pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung dengan intensitas tinggi.

Momen imbang antara Dewa United dan Persib Bandung di Banten International Stadium justru berakhir dengan noda di media sosial.

Kasus rasisme ini bermula dari unggahan Ricky Kambuaya pada 20 April 2026 yang menunjukkan tangkapan layar hinaan rasial dari netizen.

Hal ini memicu kemarahan publik sepak bola mengingat status Kambuaya sebagai pilar penting di level klub maupun Timnas Indonesia.

Hingga kini, para pemain lintas klub terus menyuarakan kampanye perlindungan atlet dari segala bentuk diskriminasi di media sosial.

Baca Juga: Beda Haluan dengan Sepak Bola, Futsal Indonesia Tegas Tolak Naturalisasi demi Produk Lokal.

Load More