- Arema FC resmi mengakhiri kerja sama dengan penyerang Dedik Setiawan setelah hampir satu dekade membela klub tersebut.
- Selama sepuluh tahun, Dedik berkontribusi meraih empat gelar Piala Presiden dan membantu tim bangkit pasca Tragedi Kanjuruhan.
- Manajemen Arema FC memberikan apresiasi tinggi atas loyalitas Dedik serta mendoakan kesuksesan karier profesionalnya di klub baru.
Suara.com - Arema FC resmi mengakhiri kerja sama dengan penyerang Dedik Setiawan. Keputusan tersebut menandai berakhirnya perjalanan hampir satu dekade pemain asal Malang itu bersama klub berjuluk Singo Edan.
Dedik menjadi salah satu pemain yang identik dengan Arema FC dalam beberapa tahun terakhir. Sejak menembus tim senior, ia berkembang menjadi andalan di lini depan sekaligus salah satu figur yang dekat dengan Aremania.
Selama berseragam Arema FC, Dedik turut merasakan berbagai momen penting dalam perjalanan klub. Ia menjadi bagian dari tim yang meraih empat gelar Piala Presiden, menghadapi masa sulit akibat cedera, hingga membantu tim bangkit setelah Tragedi Kanjuruhan.
Kontribusinya juga mendapat pengakuan di level nasional. Dedik beberapa kali dipercaya memperkuat Timnas Indonesia dan menjadi bagian dari skuad yang mencapai final Piala AFF 2020.
General Manager Arema FC, Yusrinal, menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang diberikan Dedik selama membela Singo Edan.
“Dedik Setiawan adalah sosok yang tumbuh bersama Arema FC. Hampir sepuluh tahun ia memberikan tenaga, pikiran, dan hatinya untuk klub ini. Tidak banyak pemain yang mampu menunjukkan loyalitas dan dedikasi seperti yang telah diperlihatkan Dedik. Atas nama manajemen, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua pengorbanan dan kontribusinya untuk Arema FC," ujar Yusrinal di laman resmi klub.
Menurut Yusrinal, Dedik telah menjadi bagian dari berbagai fase penting dalam sejarah klub.
“Dedik hadir dalam banyak momen penting perjalanan klub. Ia merasakan euforia juara, menghadapi masa-masa sulit karena cedera, hingga ikut berdiri bersama kami saat berusaha bangkit setelah Tragedi Kanjuruhan. Semua itu menjadikan Dedik bukan hanya sebagai pemain, tetapi bagian dari sejarah Arema FC yang akan selalu dikenang," lanjutnya.
Meski berpisah, Arema FC menegaskan hubungan baik dengan pemain berusia 31 tahun itu akan tetap terjaga.
Baca Juga: Ernando Ari Perpanjang Kontrak di Persebaya Surabaya
“Kami memahami bahwa dalam sepak bola selalu ada awal dan akhir. Perpisahan ini bukanlah akhir dari hubungan baik yang telah terjalin. Dedik akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar Arema FC, dan pintu silaturahmi akan selalu terbuka untuknya," kata Yusrinal.
Manajemen Arema FC juga mendoakan kesuksesan Dedik bersama klub barunya pada musim mendatang.
“Kami mendoakan agar Dedik Setiawan meraih kesuksesan bersama klub barunya nanti. Semoga ia terus berkembang dan pengalaman bertambah, tetap menjaga semangat juang Arek Malang yang selama ini menjadi ciri khasnya, serta mampu meraih prestasi yang lebih tinggi dalam perjalanan karier berikutnya. Terima kasih atas segalanya, Dedik," tuturnya menutup.
Kepergian Dedik menutup satu babak penting dalam sejarah Arema FC. Setelah hampir 10 tahun membela Singo Edan, namanya akan tetap dikenang sebagai salah satu pemain yang memberikan kontribusi besar bagi klub kebanggaan masyarakat Malang tersebut.
Berita Terkait
-
Ernando Ari Perpanjang Kontrak di Persebaya Surabaya
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia U-19 vs Australia, Mathew Baker Langsung Starter
-
Beckham Putra Dicaci Maki Fans Saat Bela Timnas Indonesia, Bintang Sassuolo Ikut Buka Suara
-
Semifinal Piala AFF U-19 2026: Head to Head Timnas Indonesia U-19 vs Australia
-
Nova Arianto Masih Ragu Turunkan Mathew Baker Saat Timnas Indonesia U-19 Lawan Australia, Kenapa?
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan