Bola / Bola Indonesia
Kamis, 11 Juni 2026 | 20:16 WIB
Striker Arema FC, Dedik Setiawan tampil di BRI Liga 1. [doc. Arema FC]
Baca 10 detik
  • Arema FC resmi mengakhiri kerja sama dengan penyerang Dedik Setiawan setelah hampir satu dekade membela klub tersebut.
  • Selama sepuluh tahun, Dedik berkontribusi meraih empat gelar Piala Presiden dan membantu tim bangkit pasca Tragedi Kanjuruhan.
  • Manajemen Arema FC memberikan apresiasi tinggi atas loyalitas Dedik serta mendoakan kesuksesan karier profesionalnya di klub baru.

Suara.com - Arema FC resmi mengakhiri kerja sama dengan penyerang Dedik Setiawan. Keputusan tersebut menandai berakhirnya perjalanan hampir satu dekade pemain asal Malang itu bersama klub berjuluk Singo Edan.

Dedik menjadi salah satu pemain yang identik dengan Arema FC dalam beberapa tahun terakhir. Sejak menembus tim senior, ia berkembang menjadi andalan di lini depan sekaligus salah satu figur yang dekat dengan Aremania.

Selama berseragam Arema FC, Dedik turut merasakan berbagai momen penting dalam perjalanan klub. Ia menjadi bagian dari tim yang meraih empat gelar Piala Presiden, menghadapi masa sulit akibat cedera, hingga membantu tim bangkit setelah Tragedi Kanjuruhan.

Kontribusinya juga mendapat pengakuan di level nasional. Dedik beberapa kali dipercaya memperkuat Timnas Indonesia dan menjadi bagian dari skuad yang mencapai final Piala AFF 2020.

Aksi Dedik Setiawan pertandingan Liga 1 Arema FC vs Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (11/9/2022). [Foto: Arema FC]

General Manager Arema FC, Yusrinal, menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang diberikan Dedik selama membela Singo Edan.

“Dedik Setiawan adalah sosok yang tumbuh bersama Arema FC. Hampir sepuluh tahun ia memberikan tenaga, pikiran, dan hatinya untuk klub ini. Tidak banyak pemain yang mampu menunjukkan loyalitas dan dedikasi seperti yang telah diperlihatkan Dedik. Atas nama manajemen, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua pengorbanan dan kontribusinya untuk Arema FC," ujar Yusrinal di laman resmi klub.

Menurut Yusrinal, Dedik telah menjadi bagian dari berbagai fase penting dalam sejarah klub.

“Dedik hadir dalam banyak momen penting perjalanan klub. Ia merasakan euforia juara, menghadapi masa-masa sulit karena cedera, hingga ikut berdiri bersama kami saat berusaha bangkit setelah Tragedi Kanjuruhan. Semua itu menjadikan Dedik bukan hanya sebagai pemain, tetapi bagian dari sejarah Arema FC yang akan selalu dikenang," lanjutnya.

Meski berpisah, Arema FC menegaskan hubungan baik dengan pemain berusia 31 tahun itu akan tetap terjaga.

Baca Juga: Ernando Ari Perpanjang Kontrak di Persebaya Surabaya

“Kami memahami bahwa dalam sepak bola selalu ada awal dan akhir. Perpisahan ini bukanlah akhir dari hubungan baik yang telah terjalin. Dedik akan selalu menjadi bagian dari keluarga besar Arema FC, dan pintu silaturahmi akan selalu terbuka untuknya," kata Yusrinal.

Manajemen Arema FC juga mendoakan kesuksesan Dedik bersama klub barunya pada musim mendatang.

“Kami mendoakan agar Dedik Setiawan meraih kesuksesan bersama klub barunya nanti. Semoga ia terus berkembang dan pengalaman bertambah, tetap menjaga semangat juang Arek Malang yang selama ini menjadi ciri khasnya, serta mampu meraih prestasi yang lebih tinggi dalam perjalanan karier berikutnya. Terima kasih atas segalanya, Dedik," tuturnya menutup.

Kepergian Dedik menutup satu babak penting dalam sejarah Arema FC. Setelah hampir 10 tahun membela Singo Edan, namanya akan tetap dikenang sebagai salah satu pemain yang memberikan kontribusi besar bagi klub kebanggaan masyarakat Malang tersebut.

Load More