Bola / Bola Dunia
Kamis, 11 Juni 2026 | 21:15 WIB
Aksi Protes Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026 [@MundoEConflicto]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Meksiko tetap membuka akses Fan Fest Piala Dunia 2026 di Zocalo meskipun situasi keamanan sedang tidak kondusif.
  • Kelompok guru CNTE dan mahasiswa Ayotzinapa berencana menggelar aksi unjuk rasa besar di pusat kota saat pembukaan berlangsung.
  • Pihak keamanan meningkatkan pengamanan di fasilitas vital seperti bandara dan pusat kota guna mengantisipasi gangguan aksi protes massa.

Suara.com - Pemerintah memastikan akses publik ke Fan Fest pada pembukaan Piala Dunia 2026 di Zocalo, Mexico City tetap dibuka.

Namun, di saat bersamaan, aksi protes guru dari Coordinadora Nacional de Trabajadores de la Educación (CNTE) akan tetap bertahan meski ada pembukaan Piala Dunia 2026.

CNTE menyatakan akan tetap mendirikan tenda dan bertahan di kawasan Zócalo selama seremoni pembukaan Piala Dunia 2026 berlangsung.

Bahkan, mereka juga mengumumkan rencana menggelar aksi unjuk rasa bertepatan dengan kickoff pertandingan perdana Piala Dunia 2026 antara Meksiko vs Afrika Selatan.

“Tidak ada kesepakatan dengan pemerintah,” tegas perwakilan CNTE seperti dilansir dari Infobae, Kamis (11/6).

Bahkan pihak CNTE mengancam akan menduduki Bandara Internasional Mexico City (AICM).

Aksi demo tidak hanya dilakukan para guru, mahasiswa dari Ayotzinapa memblokir Autopista Mexico-Cuernavaca di gerbang tol Tlalpan sejak Kamis pagi hari waktu setempat.

Ketegangan mewarnai persiapan Piala Dunia 2026 setelah ribuan demonstran memblokade akses menuju Stadion Azteca, hanya 48 jam sebelum laga pembuka. [Istimewa]

Aksi dari mahasiswa ini menyuarakan hal berbeda yakni soal engungkapan kebenaran dan keadilan atas hilangnya 43 mahasiswa pada 2014.

“Ini bukan hanya soal jalan tol, ini soal keadilan yang belum tuntas,” ujar salah satu perwakilan keluarga korban dalam aksi tersebut.

Baca Juga: Siap Nikmati Momen, Pemain Irak Tak Ingin Terbebani di Piala Dunia 2026

“Jika tidak ada solusi, bola tidak akan bergulir,” demikian peringatan keras yang disuarakan pimpinan CNTE menjelang dialog dengan pejabat pemerintah di Bucareli.

Kabar terbaru menyebut bahwa CNTE dan Ayotzinapa—mengumumkan akan menggelar aksi gabungan di Centro Historico jelang pembukaan Piala Dunia 2026.

Sementara itu, aparat keamanan terlihat bersiaga di sejumlah titik strategis di sekitar pusat kota.

Rekayasa lalu lintas dan pembatasan akses mulai diberlakukan untuk mengantisipasi lonjakan massa dan potensi gesekan.

Pihak pemerintah Meksiko sendiri meningkatkan pengamanan utamanya di sektor penting seperti di bandara.

Melansir dari laporan Regional Global Mexico, puluhan personel keamanan dikerahkan untuk mencegah potensi penguasaan fasilitas vital tersebut di tengah kedatangan ribuan suporter internasional.

Load More