- FIFA resmi meningkatkan total dana bantuan bagi 48 negara peserta Piala Dunia 2026 menjadi sebesar Rp14 triliun.
- Keputusan kenaikan dana tersebut disahkan dalam rapat FIFA Council di Vancouver, Kanada, pada Selasa, 28 April 2026 lalu.
- Peningkatan alokasi dana bertujuan meringankan beban operasional tim serta memperbarui regulasi disiplin pertandingan untuk seluruh negara peserta.
Suara.com - Badan sepak bola dunia, FIFA, resmi meningkatkan total dana finansial untuk seluruh peserta Piala Dunia 2026 sebesar 15 persen.
Keputusan itu disahkan dalam rapat FIFA Council di Vancouver, Kanada, Selasa (28/4/2026) waktu setempat.
Total dana yang akan dibagikan kepada 48 negara peserta kini mencapai 871 juta dolar AS atau sekitar Rp14 triliun.
Dana tersebut mencakup biaya persiapan turnamen, kualifikasi, subsidi delegasi tim, hingga alokasi tiket.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyebut peningkatan ini menjadi bukti kekuatan finansial organisasi yang kini berada dalam posisi terbaik sepanjang sejarah.
“FIFA bangga berada dalam posisi keuangan paling solid sepanjang sejarah, sehingga kami bisa membantu seluruh asosiasi anggota dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Infantino dalam pernyataan resminya.
Kenaikan dana ini dilakukan setelah muncul kekhawatiran dari sejumlah federasi nasional, khususnya di Eropa, yang merasa berpotensi merugi jika mengikuti turnamen akibat tingginya biaya operasional.
Sebelumnya, FIFA telah menetapkan hadiah total 727 juta dolar AS untuk Piala Dunia 2026, termasuk 50 juta dolar AS bagi juara turnamen.
Namun angka tersebut kini ditingkatkan signifikan setelah evaluasi internal.
Baca Juga: Iran Absen di Rapat FIFA karena Masalah Visa, Keikutsertaan di Piala Dunia 2026 Masih Tanda Tanya
Selain soal dana, FIFA juga menyetujui perubahan regulasi disiplin untuk turnamen nanti.
Kartu kuning akan dihapus setelah fase grup dan kembali direset usai babak perempat final.
Aturan baru ini dibuat menyusul format 48 tim yang menghadirkan lebih banyak pertandingan, sehingga risiko akumulasi kartu meningkat drastis.
Tak hanya itu, FIFA juga memperketat aturan disiplin di lapangan. Pemain yang menutup mulut saat berkonfrontasi dengan lawan dapat dikenai kartu merah, begitu pula pemain atau ofisial yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit.
Berita Terkait
-
Iran Absen di Rapat FIFA karena Masalah Visa, Keikutsertaan di Piala Dunia 2026 Masih Tanda Tanya
-
Kena Sanksi FIFA, Ini Alasan John Herdman Panggil Pattynama dan Thom Haye ke TC Timnas Indonesia
-
Adu Ranking FIFA Timnas Indonesia vs Oman Jelang Uji Coba Juni
-
Kisah Mantan Penjudi Takut Nonton Pertandingan Piala Dunia 2026, Kenapa?
-
Demi Piala Dunia 2026, Kylian Mbappe Rela Korbankan Real Madrid?
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Kalau Semua Orang Mau Naik Transum, Mungkin Kota Kita Tak Semacet Sekarang?
-
Surga Tersembunyi di Jalur Pantura Situbondo:Catatan Perjalanan ke Utama Raya Beach
-
Kumpulan Ide Lomba Agustusan Anak TK yang Mudah dan Seru, Bikin Murid-Murid Antusias
-
Masih Enggan Naik Transportasi Umum? Sudah Saatnya Mengubah Cara Pandang
-
Naik Transportasi Umum, Langkah Sederhana yang Bisa Bikin Kota Lebih Nyaman
-
Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
-
Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel