-
TVRI memegang hak siar eksklusif 104 pertandingan Piala Dunia 2026 untuk seluruh wilayah Indonesia.
-
Penyelenggara nonton bareng wajib daftar melalui web resmi 45 hari sebelum pertandingan dimulai.
-
Diskominfo Kepri mendukung penuh sosialisasi lisensi FIFA demi kenyamanan akses informasi masyarakat lokal.
Suara.com - Masyarakat kini wajib mengikuti prosedur resmi untuk menyelenggarakan kegiatan nonton bareng Piala Dunia 2026.
Lembaga Penyiaran Publik TVRI telah mengantongi hak siar eksklusif untuk menayangkan total 104 pertandingan ajang tersebut.
Langkah strategis diambil dengan menggandeng Diskominfo Kepri guna memastikan informasi mengenai legalitas penyiaran tersampaikan secara luas.
Kerja sama ini bertujuan melindungi hak komersial dan mencegah terjadinya pelanggaran penggunaan konten tanpa izin.
Sinergi antara kedua lembaga ini fokus pada penguatan sosialisasi di seluruh wilayah kabupaten dan kota.
Setiap pihak yang berniat menyiarkan pertandingan di ruang publik wajib mendaftarkan diri kepada TVRI.
Batas waktu pengajuan lisensi siaran ditetapkan paling lambat 45 hari sebelum jadwal pelaksanaan turnamen dimulai.
Penyelenggara nonton bareng harus memastikan penggunaan perangkat antena dan set top box yang sesuai standar.
Pendaftaran secara mandiri dapat dilakukan dengan mudah melalui tautan resmi pada laman https://bolagembira.tvrinews.com.
Baca Juga: FIFA Patok Biaya Parkir di Piala Dunia 2026: Satu Mobil Rp4 Juta di Miami
Kepala TVRI Stasiun Kepri Yenni Marlinda menyampaikan pada Piala Dunia tahun ini akan ada 104 pertandingan bola gembira yang secara keseluruhan akan ditayangkan oleh TVRI.
Aturan penggunaan atribut visual dalam siaran Piala Dunia 2026 kali ini diberlakukan secara sangat ketat.
Layar televisi hanya diperbolehkan menampilkan logo resmi TVRI berdampingan dengan logo FIFA tanpa tambahan lainnya.
Pihak TVRI menegaskan bahwa penggunaan identitas visual pihak ketiga atau tulisan tambahan dilarang keras muncul.
Konsistensi visual ini merupakan bagian dari kesepakatan global untuk menjaga integritas pemegang lisensi utama.
"Bahkan sesuai hasil rapat bersama tim TVRI pusat, tulisan Piala Dunia juga tidak boleh ditampilkan, yang boleh hanya logo TVRI dan FIFA, itu saja," ujar Yenni.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Fakta Baru Kasus Kebakaran Maut Tewaskan Santri di NTB, Polisi Tambah Pasal untuk Tersangka
-
BRI dan Danantara Perkuat Transformasi untuk Pertumbuhan Perekonomian Rakyat yang Berkelanjutan
-
Indosat Perkuat Jatim, 14 Juta Pelanggan dan Trafik Data Naik 9,6 Persen
-
BRIvolution Reignite Perkuat Kinerja BRI dan Berikan Dampak Bagi Perekonomian Rakyat
-
5 Cara Memilih Sunscreen untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Utamakan Kandungan Anti Aging
-
Kinerja Makin Solid, BRI Perkuat Transformasi Lewat BRIvolution Reignite
-
Diperiksa 6 Jam Terkait Korupsi Seragam Rp16 M, Bupati Gowa: Silakan Tanya ke Penyidik
-
BRIvolution Reignite Perkuat Bisnis Inti dan Mesin Pertumbuhan Baru BRI
-
Kronologi Korwil BGN Kayong Utara Viral Hingga Dimutasi ke Papua
-
Transformasi BRIvolution Reignite Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan BRI