-
FIFA meningkatkan dana hadiah Piala Dunia 2026 untuk menutupi biaya operasional tim peserta.
-
Rekor pendapatan 11 miliar dolar memungkinkan FIFA menambah subsidi bagi 211 asosiasi anggota.
-
Fokus bantuan anggaran ditujukan untuk mengatasi beban pajak dan perjalanan di Amerika Utara.
Suara.com - FIFA mengambil langkah strategis dengan menambah alokasi dana partisipasi guna meringankan beban finansial negara-negara peserta Piala Dunia 2026. Termasuk nilai hadiahnya.
Transformasi format turnamen menjadi 48 tim menuntut komitmen anggaran yang lebih besar untuk menjamin kelancaran operasional setiap federasi nasional.
Dikutip dari Al Jazeera, keputusan ini muncul sebagai respons terhadap kekhawatiran tim-tim Eropa terkait tingginya biaya perjalanan dan pajak di wilayah Amerika Utara.
FIFA kini berada dalam posisi finansial terkuat dalam sejarahnya berkat pertumbuhan pendapatan global yang melampaui target awal.
Skema peningkatan ini dirancang untuk memastikan bahwa kesenjangan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi prestasi negara peserta di ajang tersebut.
Induk organisasi sepak bola dunia tersebut sedang mengintensifkan komunikasi dengan berbagai asosiasi nasional untuk mematangkan struktur pembagian hadiah.
Asosiasi negara-negara Eropa sebelumnya telah mengajukan permohonan resmi agar dana bantuan partisipasi disesuaikan dengan realitas biaya musim panas ini.
Rencana besar peningkatan anggaran ini dijadwalkan masuk dalam agenda pengesahan pada pertemuan Dewan FIFA hari Selasa mendatang.
Lokasi pertemuan krusial tersebut akan dilangsungkan di Vancouver, Kanada, tepat sebelum pelaksanaan Kongres FIFA ke-76.
Baca Juga: Iran Absen di Rapat FIFA karena Masalah Visa, Keikutsertaan di Piala Dunia 2026 Masih Tanda Tanya
Pada penghujung tahun lalu, FIFA sebenarnya telah menetapkan rekor total dana hadiah yang mencapai angka 727 juta dolar AS.
Berdasarkan kesepakatan awal, juara dunia dijadwalkan membawa pulang hadiah utama sebesar 50 juta dolar AS untuk federasi mereka.
Setiap tim yang berhasil lolos ke putaran final setidaknya dijamin akan mengantongi dana minimal sebesar 10,5 juta dolar AS.
Namun, dialog intensif antara FIFA dan berbagai asosiasi nasional terus bergulir untuk mencari titik temu mengenai angka yang lebih ideal.
UEFA secara aktif melakukan lobi setelah mendengar keluhan anggotanya mengenai tantangan logistik dan biaya operasional di Amerika Serikat.
Aspek perpajakan dan efisiensi perjalanan antarnegara tuan rumah, yakni AS, Kanada, dan Meksiko, menjadi poin krusial dalam diskusi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Dewa 19 Meriahkan Puncak Nommensen Festival
-
Jokowi Bakal Sapa Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Budaya Siap Digelar
-
BPDP Kucurkan Rp 240 T untuk Program Biodiesel, Bikin RI Hemat Impor Rp 722,9 Triliun
-
YE (Kanye West) Siap Guncang GBK Oktober 2026, Jadi Satu-satunya Kota di Asia Tenggara
-
UIPM Beri Alasan Mengapa Jejaring Internasional Penting bagi Dunia Pendidikan
-
Kematian Janggal Sutrimo, Benarkah Terkait Kasus Eks Jampidsus?
-
Memantau Harimau yang Bikin Geger Warga di Pulau Burung Indragiri Hilir
-
KPK Dalami Lelang Jabatan Zulkarnain, Dugaan Mahar Pajero Sport ke Bupati Diusut
-
Korupsi Kepala Daerah Sudah Level Darurat, DPR Panggil Kemendagri dan Asosiasi Pemda Besok
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?