Bola / Bola Dunia
Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:22 WIB
Cristiano Ronaldo mengkritik budaya mengeluh di Liga Arab Saudi usai laga Al Nassr vs Al Ahli. Pesannya jadi cermin bagi sepak bola Asia, termasuk Indonesia. [X @alnassr]
Baca 10 detik
  • Cristiano Ronaldo mengkritik budaya mengeluh dan protes berlebihan kepada wasit di Saudi Pro League pasca laga Al Nassr.
  • Menurut Ronaldo, peningkatan kualitas kompetisi sepak bola di Asia memerlukan profesionalisme serta mentalitas yang jauh lebih dewasa.
  • Kemajuan liga profesional tidak cukup hanya mengandalkan investasi finansial, melainkan harus disertai kedisiplinan dan rasa saling menghormati.

Suara.com - Cristiano Ronaldo melontarkan kritik keras terhadap ekosistem sepak bola profesional di Arab Saudi. Kapten Al Nassr itu menilai kompetisi tidak akan berkembang jika masih diwarnai kebiasaan mengeluh dan menyalahkan wasit.

Pernyataan Ronaldo tak hanya relevan untuk Saudi Pro League, tetapi juga menjadi refleksi bagi kompetisi sepak bola Asia, termasuk Indonesia. Menurutnya, membangun liga elite dunia tak cukup hanya dengan kekuatan finansial, tetapi juga membutuhkan mentalitas profesional.

Kericuhan Usai Gol ke-970

Ketegangan terjadi usai Al Nassr mengalahkan Al Ahli 2-0 pada akhir April lalu. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi momen spesial bagi Ronaldo yang mencetak gol ke-970 sepanjang karier profesionalnya.

Namun, suasana memanas setelah bek Al Ahli, Merih Demiral, memamerkan medali juara Liga Champions Asia kepada pendukung tuan rumah. Aksi itu memicu keributan di lapangan.

Melihat situasi memanas, Ronaldo langsung bereaksi.

"Ini bukan sepak bola! Ingat, ini bukan perang!"

Ucapan tersebut viral di media sosial dan menuai banyak respons.

Soroti Budaya Mengeluh

Baca Juga: Bukan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, Ini Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia

Ronaldo juga menyoroti kebiasaan sejumlah pemain yang kerap melontarkan kritik kepada wasit melalui media sosial.

"Saya pikir ini tidak baik untuk liga. Semua orang mengeluh. Semua orang melakukan lebih dari yang seharusnya," ujar Ronaldo.

Ia menilai perilaku tersebut dapat merusak citra Saudi Pro League yang tengah berupaya membangun reputasi sebagai salah satu kompetisi terbaik di dunia.

Pelajaran untuk Liga Indonesia

Kritik Ronaldo menjadi pengingat bagi sepak bola Asia, khususnya Indonesia. Masalah seperti protes berlebihan, minimnya respek kepada lawan, dan kebiasaan menyalahkan wasit masih sering terlihat di kompetisi domestik.

Padahal, profesionalisme dan kedewasaan adalah fondasi utama dalam membangun liga yang kompetitif dan berkelas internasional.

Load More