- Cristiano Ronaldo mengkritik budaya mengeluh dan protes berlebihan kepada wasit di Saudi Pro League pasca laga Al Nassr.
- Menurut Ronaldo, peningkatan kualitas kompetisi sepak bola di Asia memerlukan profesionalisme serta mentalitas yang jauh lebih dewasa.
- Kemajuan liga profesional tidak cukup hanya mengandalkan investasi finansial, melainkan harus disertai kedisiplinan dan rasa saling menghormati.
Suara.com - Cristiano Ronaldo melontarkan kritik keras terhadap ekosistem sepak bola profesional di Arab Saudi. Kapten Al Nassr itu menilai kompetisi tidak akan berkembang jika masih diwarnai kebiasaan mengeluh dan menyalahkan wasit.
Pernyataan Ronaldo tak hanya relevan untuk Saudi Pro League, tetapi juga menjadi refleksi bagi kompetisi sepak bola Asia, termasuk Indonesia. Menurutnya, membangun liga elite dunia tak cukup hanya dengan kekuatan finansial, tetapi juga membutuhkan mentalitas profesional.
Kericuhan Usai Gol ke-970
Ketegangan terjadi usai Al Nassr mengalahkan Al Ahli 2-0 pada akhir April lalu. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi momen spesial bagi Ronaldo yang mencetak gol ke-970 sepanjang karier profesionalnya.
Namun, suasana memanas setelah bek Al Ahli, Merih Demiral, memamerkan medali juara Liga Champions Asia kepada pendukung tuan rumah. Aksi itu memicu keributan di lapangan.
Melihat situasi memanas, Ronaldo langsung bereaksi.
"Ini bukan sepak bola! Ingat, ini bukan perang!"
Ucapan tersebut viral di media sosial dan menuai banyak respons.
Soroti Budaya Mengeluh
Baca Juga: Bukan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, Ini Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
Ronaldo juga menyoroti kebiasaan sejumlah pemain yang kerap melontarkan kritik kepada wasit melalui media sosial.
"Saya pikir ini tidak baik untuk liga. Semua orang mengeluh. Semua orang melakukan lebih dari yang seharusnya," ujar Ronaldo.
Ia menilai perilaku tersebut dapat merusak citra Saudi Pro League yang tengah berupaya membangun reputasi sebagai salah satu kompetisi terbaik di dunia.
Pelajaran untuk Liga Indonesia
Kritik Ronaldo menjadi pengingat bagi sepak bola Asia, khususnya Indonesia. Masalah seperti protes berlebihan, minimnya respek kepada lawan, dan kebiasaan menyalahkan wasit masih sering terlihat di kompetisi domestik.
Padahal, profesionalisme dan kedewasaan adalah fondasi utama dalam membangun liga yang kompetitif dan berkelas internasional.
Berita Terkait
-
Cristiano Ronaldo Tembus 970 Gol Sepanjang Karier, Al Nassr Makin Dekat Gelar
-
85 Gol dalam 100 Laga: Kylian Mbappe Lebih Tajam dari Benzema, Nyaris Samai Ronaldo
-
Kata-Kata Pelatih Indonesia yang Ikut Antar Al Nassr Juara Liga Arab Saudi Putri
-
Rahasia Pola Makan Cristiano Ronaldo, Disiplin Tanpa Gula dan Susu
-
Cristiano Ronaldo Berpeluang Main Bareng Anaknya di Al Nassr, Duet Impian Segera Terwujud?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga